Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan

10 February 2026 • 23:08 WIB

Integritas Peradilan Dalam Angka: Ketua Mahkamah Agung Buka Data Kepercayaan Publik Dan Tegaskan Zero Tolerance

10 February 2026 • 21:58 WIB

Bentuk Konkret Pengaruh Pelaksanaan Peradilan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

10 February 2026 • 21:12 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan
Artikel

Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan

Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.10 February 2026 • 23:08 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Penguatan integritas aparatur peradilan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya lembaga peradilan yang dipercaya publik. Integritas bukanlah konsep instan, melainkan hasil dari proses panjang pembentukan karakter. Melalui pendekatan nilai yang sistematis, integritas dibangun dari kesadaran personal hingga menjadi budaya organisasi. Integritas lahir dari tahapan sikap batin yang saling berkelindan, mulai dari rasa syukur, kebanggaan, cinta, semangat, hingga bermuara pada perilaku berintegritas dalam pelaksanaan tugas peradilan.

Tahap pertama dalam membangun integritas adalah rasa syukur. Rasa syukur adalah pondasi etik karena dari sanalah kesadaran moral bermula. Aparatur peradilan perlu menyadari bahwa profesi hakim dan aparatur pengadilan adalah officium nobile atau jabatan mulia yang tidak dimiliki semua orang. Selain itu, berbagai tunjangan dan fasilitas yang diberikan negara, termasuk yang tidak dinikmati oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementerian atau lembaga lain, harus dimaknai sebagai amanah. Rasa syukur juga tumbuh dari kesadaran bahwa banyak orang bercita-cita menjadi insan peradilan, tapi tidak memperoleh kesempatan yang sama.

Dari rasa syukur tumbuh kebanggaan yang sehat terhadap profesi. Kebanggaan ini bukan dimaknai sebagai kesombongan, melainkan kebesaran hati karena memiliki keunggulan moral dan tanggung jawab institusional. Insan peradilan harus bangga dengan profesinya karena kebanggaan akan mendorong sikap menjaga martabat jabatan. Aparatur yang bangga terhadap institusinya akan berpikir panjang sebelum melakukan perbuatan tercela. Kebanggaan yang benar akan menumbuhkan keinginan untuk menjaga nama baik pengadilan, serta menghindari segala perilaku yang berpotensi mencederai kehormatan lembaga peradilan.

Tahapan berikutnya adalah cinta, yang dimaknai sebagai ketulusan dan kejujuran dalam bekerja. Cinta terhadap profesi sebagai energi etik yang membuat seseorang bekerja bukan untuk menyakiti, melainkan untuk membahagiakan pencari keadilan. Cinta melahirkan kejujuran dalam proses, ketulusan dalam pelayanan, serta empati dalam menghadapi para pihak. Aparatur peradilan yang mencintai pekerjaannya tidak akan mudah tergoda melakukan penyimpangan, karena setiap pelanggaran dipahami sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai yang dicintainya sendiri, yakni keadilan dan kemanusiaan.

Baca Juga  Menyulam Mutu, Menjemput Reputasi: Catatan dari Workshop Jurnal Hukum dan Peradilan di Bali

Cinta yang terpelihara akan melahirkan semangat. Semangat adalah kondisi batin yang mendorong aparatur peradilan untuk bekerja lebih baik, lebih disiplin, dan lebih antusias dalam mencapai tujuan organisasi. Semangat ini bukan sekadar energi fisik, melainkan dorongan psikologis untuk terus memperbaiki kualitas diri dan institusi. Aparatur yang memiliki semangat tinggi akan berupaya memberikan pelayanan prima, mempercepat penyelesaian perkara, serta menjaga kualitas putusan. Semangat juga menjadi penangkal kelelahan moral yang kerap muncul dalam rutinitas kerja peradilan.

Integritas merupakan puncak dari seluruh tahapan tersebut. Integritas tidak dapat berdiri sendiri tanpa fondasi syukur, kebanggaan, cinta, dan semangat. Integritas diwujudkan dalam perilaku bekerja secara jujur, loyal, dan bertanggung jawab, khususnya dalam pelayanan publik. Integritas berarti konsistensi antara nilai yang diyakini dengan tindakan yang dilakukan. Aparatur yang berintegritas akan menolak segala bentuk penyimpangan, meskipun terdapat kesempatan, tekanan, atau keuntungan pribadi yang ditawarkan.

Integritas adalah komitmen menjaga nama baik pengadilan. Setiap perilaku aparatur peradilan, baik di dalam maupun di luar kedinasan, berimplikasi langsung terhadap citra lembaga. Oleh karena itu, integritas tidak berhenti pada kepatuhan terhadap aturan formal, tetapi mencakup sikap hidup sehari-hari. Aparatur peradilan dituntut untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, menunjukkan bahwa hukum ditegakkan oleh insan yang bermoral, berkarakter, dan layak dipercaya sebagai penjaga keadilan.

Pendekatan bertahap dalam membangun integritas ini juga menunjukkan bahwa penguatan karakter tidak bisa semata-mata mengandalkan pengawasan dan sanksi. Sistem pengawasan hanya efektif apabila didukung oleh kesadaran personal aparatur peradilan. Ketika syukur, bangga, cinta, dan semangat telah tertanam, maka integritas akan tumbuh secara alami. Dengan demikian, pelanggaran etik tidak hanya dicegah karena takut sanksi, tetapi karena adanya kesadaran moral untuk menjaga kehormatan diri dan lembaga.

Baca Juga  Ketua MA Lantik 18 KPT; Menegaskan Posisi PT sebagai Voor Post Mahkamah Agung

Konsep ini relevan dengan tantangan peradilan modern yang semakin disorot publik. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, integritas aparatur peradilan menjadi kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat. Penguatan integritas harus dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten, mulai dari pimpinan hingga jajaran terbawah. Keteladanan pimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan internalisasi nilai. Tanpa contoh nyata, integritas hanya akan menjadi slogan normatif yang kehilangan makna dalam praktik sehari-hari.

Terakhir ada satu pesan sederhana tapi mendalam: “Integritas bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan”. Setiap insan peradilan dituntut untuk terus memelihara rasa syukur, kebanggaan, cinta, dan semangat dalam menjalankan tugas. Apabila nilai-nilai tersebut dijaga secara konsisten, maka integritas akan menjadi identitas personal sekaligus budaya organisasi. Pengadilan yang berintegritas akan melahirkan keadilan yang bermartabat dan pelayanan publik yang benar-benar prima.

Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Kontributor
Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara MA RI

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Budaya Integritas Etika Aparatur Integritas Peradilan Kepercayaan Publik Mahkamah Agung RI
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Integritas Peradilan Dalam Angka: Ketua Mahkamah Agung Buka Data Kepercayaan Publik Dan Tegaskan Zero Tolerance

10 February 2026 • 21:58 WIB

Bentuk Konkret Pengaruh Pelaksanaan Peradilan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

10 February 2026 • 21:12 WIB

Sistem Pengawasan “No Mercy” Untuk Melayakkan Kesejahteraan Finansial Hakim

10 February 2026 • 21:03 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Integritas Peradilan Dalam Angka: Ketua Mahkamah Agung Buka Data Kepercayaan Publik Dan Tegaskan Zero Tolerance

10 February 2026 • 21:58 WIB

Bentuk Konkret Pengaruh Pelaksanaan Peradilan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

10 February 2026 • 21:12 WIB

Sistem Pengawasan “No Mercy” Untuk Melayakkan Kesejahteraan Finansial Hakim

10 February 2026 • 21:03 WIB

Alarm Integritas Menyala, Ketua Mahkamah Agung Minta Hakim Bercermin Dan Berbenah

10 February 2026 • 20:53 WIB
Don't Miss

Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan

By Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.10 February 2026 • 23:08 WIB0

Penguatan integritas aparatur peradilan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya lembaga peradilan yang dipercaya publik. Integritas…

Integritas Peradilan Dalam Angka: Ketua Mahkamah Agung Buka Data Kepercayaan Publik Dan Tegaskan Zero Tolerance

10 February 2026 • 21:58 WIB

Bentuk Konkret Pengaruh Pelaksanaan Peradilan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

10 February 2026 • 21:12 WIB

Sistem Pengawasan “No Mercy” Untuk Melayakkan Kesejahteraan Finansial Hakim

10 February 2026 • 21:03 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan
  • Integritas Peradilan Dalam Angka: Ketua Mahkamah Agung Buka Data Kepercayaan Publik Dan Tegaskan Zero Tolerance
  • Bentuk Konkret Pengaruh Pelaksanaan Peradilan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat
  • Sistem Pengawasan “No Mercy” Untuk Melayakkan Kesejahteraan Finansial Hakim
  • Alarm Integritas Menyala, Ketua Mahkamah Agung Minta Hakim Bercermin Dan Berbenah

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com :  redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.