Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Syamsul Arief
Jamuan makan malam itu dimulai dengan suasana yang hangat dan bersahaja. Para hakim dan pimpinan peradilan dari berbagai negara duduk dalam satu ruang, tanpa sekat protokol yang kaku. Di meja-meja itulah, peradilan Indonesia berjumpa dengan dunia—tidak dalam forum resmi, melainkan dalam percakapan yang lebih manusiawi. Ketika Ketua Mahkamah Agung menyerahkan keris Jawa sebagai cendera mata, suasana sejenak hening. Keris itu menarik perhatian, bukan semata karena bentuknya, tetapi karena maknanya. Ia menjadi pintu masuk—sebuah isyarat bahwa Indonesia memilih berbicara dengan dunia melalui simbol nilai, bukan sekadar bahasa formal. Namun malam itu tidak berhenti pada simbol. Keris justru membuka ruang dialog yang…
Ada pesan mendalam di balik prosesi pelantikan 18 Ketua Pengadilan Tingkat Banding tadi pagi 03-02-2026: Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., sesungguhnya sedang menitipkan pesan yang jauh melampaui seremoni. Pesan itu sederhana dalam redaksi, namun berat dalam makna: rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati. Sebagai orang yang hadir langsung di ruang pelantikan, saya menyaksikan bukan hanya pengambilan sumpah dan pergantian jabatan, tetapi juga penegasan arah kepemimpinan peradilan yang disampaikan secara tenang, namun sangat mengunci, oleh Ketua Mahkamah Agung. Ada satu bagian sambutan yang membuat saya cukup terhenyak—bukan karena keras, tetapi justru karena kesederhanaannya. Tiga…
Rabu malam, (28/1), Mahan Agung, rumah Jabatan Gubernur Lampung itu bercahaya lebih hangat dari biasanya. Bangunan yang oleh masyarakat Lampung dimaknai sebagai Rumah Agung itu bukan sekadar rumah dinas, melainkan ruang simbolik tempat kehormatan, adat, dan arah masa depan kerap dipertemukan. Di sanalah saya kembali bertemu Rahmat Mirza Djausal, S.T., M.M., Gubernur Lampung ke-11 usia tergolong muda, namun gesturnya kian matang. Ia menyambut dengan pelukan hangat dan senyum lebar. “Uncu apa kabar? Pride Lampung,” sapanya, kalimat pendek yang kerap diucapkannya setiap kali bertemu saya dan bagi saya ucapannya terdengar seperti doa. Di Lampung, Mirza akrab disapa Kiyay atau Iyay, sebuah…
Pagi tadi, Kamis (29/1), berpendar bening. Sisa gerimis semalam masih menggantung di udara, seperti doa yang belum sepenuhnya jatuh ke bumi. Di ruang sidang utama Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, langkah seorang lelaki melambat bukan karena lelah, melainkan karena hormat pada waktu. Drs. Sahruddin, S.H., M.H.I., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, berjalan diapit para Hakim Tinggi, mengenakan toga hijau kebanggaan warna pengabdian yang telah ia rawat selama tiga puluh tujuh tahun sebagai aparatur peradilan dan hakim. Ia tahu sejak mula, setiap pelayaran memiliki dermaga, setiap kapal akan tiba pada saatnya untuk menambat. Inilah hari ketika ia melepaskan profesi dengan…
Jakarta — Ikatan Hakim Indonesia akan memasuki babak kepengurusan baru. Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI) masa bakti 2025–2028 akan dilantik pada Selasa, 30 Desember 2025, di Ruang R.201 Tower Mahkamah Agung RI, Jakarta. Pelantikan tersebut akan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia selaku Pelindung PP IKAHI. Acara ini menjadi agenda penting organisasi profesi hakim sebagai penanda berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya dan dimulainya kepengurusan baru. Dalam struktur kepengurusan yang akan dilantik, Prof. Dr. H. Yanto, S.H., M.H. akan mengemban amanah sebagai Ketua Umum PP IKAHI, menggantikan Dr. Yasardin yang memimpin IKAHI pada periode sebelumnya. Pergantian Ketua Umum…
Oleh : Syamsul Arief, Kepala BSDK MA Bayangkan sejenak: di sebuah gedung pengadilan yang dindingnya penuh putusan dan lorongnya sarat bisik perkara, berdiri sebuah koperasi. Bukan koperasi simpan pinjam biasa, bukan pula toko kelontong yang menjual sabun dan mi instan. Melainkan koperasi para hakim, anggota Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), yang lahir bukan dari kebutuhan pragmatis, tetapi dari kesadaran kolektif: bahwa keadilan juga butuh penyangga ekonomi yang adil. Ini tentu hanya seandainya. Karena hingga hari ini, gagasan itu terdengar hampir seperti satire. Hakim dan Asketisme yang Dipaksakan Hakim di Indonesia kerap diposisikan sebagai figur asketik: hidup sederhana, bicara seperlunya, tak boleh…
Esai Syamsul Arief Ketika dingin Korea menetes perlahan dari langit seperti jarum-jarum perak menusuk di pipi, aku berhenti dihadapan barisan pohon saat tiba di taman di depan Judicial Research and Training Institute, Badan Diklat-nya para Hakim di Korea. Setiap pagi selama seminggu terakhir aku berada di Kota Goyang Provinsi Gyeonggi, 20 menit perjalanan dari Kota Seoul guna studi tentang MA, Peradilan, Badiklat, Hukum dan keadilan. Pohon-pohon itu berdiri tidak seperti pohon, tetapi seperti para biksu tua dalam meditasi abadi. Aku terpukau melihat batang-batang Pinus dan Ginko itu dibungkus anyaman jerami padi, rapi dan bersahaja, seakan mengingatkan mereka untuk tetap hangat,…
Suarabsdk – Seoul, Delegasi Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Peradilan Indonesia 8-13 Desember 2025 di Judicial Research and Training Institute (JRTI) Korea. Pelatihan ini merupakan bagian dari program International Judicial Cooperation JRTI. Sebelum Indonesia, beberapa negara ASEAN seperti Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura juga telah mengikuti program serupa. Delegasi BSDK dipimpin langsung oleh Kepala Badan, Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H., didampingi Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan (Pusdiklat Menpim), D. Y. Witanto, S.H., serta enam Hakim Yustisial: Dr. I Made Sukadana, S.H., M.H.; Raden Heru Wibowo Sukaten,…
Kuching, Malaysia — Di halaman Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Sabtu pagi itu (6/12/2025), suasana haru membaur dengan rasa lega. Sebanyak 102 pasangan WNI migran menanti giliran memasuki ruang sidang, bukan untuk mencari putusan sengketa, melainkan untuk meneguhkan kembali pernikahan mereka secara sah menurut hukum negara. Di hadapan mereka berdiri sosok sentral dari pelayanan hukum keluarga Indonesia: Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. Ia memimpin langsung rangkaian Sidang Itsbat Nikah Terpadu, sebuah program lintas kementerian/lembaga yang selama beberapa tahun terakhir menjadi jembatan kepastian hukum bagi WNI di luar negeri. Mengapa Itsbat Nikah…
“Dokumen bukan fakta, dokumen hanyalah klaim tentang fakta” Syamsul Arief Dalam setiap perkara yang masuk ke ruang sidang, hakim seharusnya menyadari bahwa ia tidak sedang mengadili tumpukan dokumen. Melainkan sedang bergulat dengan persoalan manusia, yang sering kali merupakan miniatur persoalan sosial yang lebih besar. Dibalik satu tindakan individu, terselip jejak ketidakseimbangan kekuasaan, disparitas ekonomi, kelemahan institusi, hingga distorsi politik yang bisa diperbaiki melalui putusan yang jernih dan bertanggung jawab. Hukum, sebagaimana dikatakan Roscoe Pound, adalah “a tool of social engineering”, alat untuk membentuk kehidupan bersama, bukan mesin administratif yang menelan berkas dan memuntahkan putusan. Asas Kesalahan dan Batas Pengecualiannya Hukum…

