Tinggal mengitung hari, tamu agung yang selalu dinantikan oleh segenap umat Islam di seluruh penjuru dunia akan tiba yaitu bulan suci Ramadhan. Tentunya pada umumnya ketika tamu datang ke tempat kita tentu harus ada persiapan baik dari tempat makanan dan lain-lain.
Tamu yang akan datang bukan hanya sekedar tamu biasa tapi tamu yang akan mengubah seluruh aktivitas kita terutama yang berkaiatan dengan amal ibadah kita satu bulan penuh.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu kita siapakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Sebagai pijakan dalam kajian ini, berikut sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallah yaitu:

Artinya: “Rasulullah Saw memberi kabar gembira kepada para sahabatnya: ‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya. Di bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalang (dari kebaikan yang besar).”
Ada empat hal yang perlu disiapkan dalam rangka menyambut kedatngan Tamu Agung (Bulan Ramadhan) antara lain:
- Persiapan Ilmu Pengetahuan
Dengan memperdalam kembali pengetahuan terkait masalah puasa, mengapa puasa diwajibkan, rukun puasa, niat, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca kembali buku-buku atau mencari informasi terkait pelaksanaan puasa melalui Youtube, Kitab Kuning dan literatur yang berhubungan dengan puasa. - Persiapan Fisik: Kuat untuk Ibadah dan Kerja
Puasa yang optimal perlu tubuh yang siap, apalagi jika kita bekerja, banyak aktivitas, atau sering di luar rumah.- Atur pola makan sebelum Ramadan: kurangi minuman manis berlebihan, kopi berlebihan, dan kebiasaan begadang agar adaptasi puasa lebih ringan;
- Sahur bernutrisi: pilih karbohidrat kompleks (misalnya nasi merah/oat/ubi), protein (telur/ikan/tempe), lemak sehat secukupnya, plus buah dan sayur;
- Cegah dehidrasi: cukup minum antara berbuka–tidur, batasi makanan terlalu asin dan gorengan berlebihan;
- Olahraga ringan: jalan kaki 20–30 menit, atau stretching dan latihan ringan beberapa kali seminggu; waktu yang sering nyaman adalah menjelang berbuka atau setelah tarawih;
- Jaga kesehatan saat mobilitas tinggi: bawa air minum untuk malam hari, kurma/camilan sehat untuk berbuka, dan atur jam tidur supaya tidak “drop” di pekan pertama.
- Persiapan Rohani: Target Ibadah yang Realistis dan Terukur
Semangat saja sering tidak cukup; target yang jelas membuat Ramadan terasa bertumbuh dari hari ke hari. Target Ibadah yang Lebih Baik bangun semangat dengan target realistis, misalnya tadarus Al-Quran lebih banyak dari tahun lalu atau tambah amalan sunnah seperti tarawih, tahajud, dan sedekah.- Tentukan target inti: misalnya tadarus 1 juz per hari, atau 1 juz per 2 hari jika jadwal padat;
- Tetapkan amalan penguat: tarawih konsisten, tambah witir, perbanyak doa, dan sedekah harian (meski kecil tapi rutin);
- Buat “jam ibadah” yang konkret: contoh, 15 menit setelah subuh untuk zikir/tadarus, 10 menit sebelum berbuka untuk doa, 20 menit sebelum tidur untuk evaluasi diri;
- Kurangi pengganggu: pilih satu kebiasaan yang paling menguras waktu (scrolling, begadang, tontonan) lalu batasi dengan aturan sederhana.
Ilustrasi praktis: jika kita sulit mengejar target besar, maka sebaiknya pakai prinsip “minimal yang tidak bolong” misalnya setiap hari harus ada: tadarus 10 menit, sedekah 1 kali (sekecil apa pun), dan doa menjelang berbuka.
- Persiapan Niat: lurus dan Diperbarui Setiap Hari
Niat adalah pondasi amal. Menjelang Ramadan, kuatkan niat bahwa puasa dan ibadah dilakukan ikhlas karena Allah, bukan karena tren, tekanan sosial, atau sekadar rutinitas.- Lakukan “bersih-bersih hati”: taubat, istighfar, dan minta maaf kepada orang yang pernah tersakiti;
- Perbarui niat tiap malam: sederhana saja—“Ya Allah, aku berpuasa dan beribadah karena-Mu, mudahkan dan terima amalanku”;
- Jaga niat saat lelah: ketika target mulai terasa berat, kembali ke tujuan: mencari rida Allah dan memperbaiki diri, bukan mengejar pengakuan.
Persiapan Niat Ikhlas Hanya untuk Allah niat adalah pondasi utama, karena “setiap amal tergantung niatnya.” Pastikan puasa murni lillahi ta’ala agar kualitasnya sempurna di sisi-Nya. Perkuat dengan taubat dan istighfar sebelum Ramadan tiba. Hindari niat tercampur agar ibadah diterima penuh. Dengan persiapan matang ini, Ramadan 1447 H akan menjadi bulan penuh berkah dan transformasi spiritual. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimuliakan di dalamnya! Aamin.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


