Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karakter Delik Materiil Tindak Pidana Korupsi Dalam Pasal 603 Dan 604 Kuhp Dan Implikasi Terhadap Pembuktian Kerugian Keuaangaan Negara

20 February 2026 • 13:13 WIB

Strategi Mahkamah Agung Kamboja Sikat Habis Mafia Judi Online Terungkap di Filipina

20 February 2026 • 12:07 WIB

Menakar Peran Data Analytics dan AI dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan

20 February 2026 • 10:23 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue
Features Roman

Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue

Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.20 February 2026 • 10:21 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Di ujung dunia yang dikelilingi oleh lautan tak berujung, di antara gelombang yang berbisik rahasia dari zaman kuno, tinggallah sebuah pulau kecil bernama Mantara Laut. Di sana, di bawah pohon beringin yang berusia ribuan tahun, duduk seorang manusia dengan mata yang seolah-olah menatap dasar laut. Namun, jangan salah ia bukan manusia biasa. Ia adalah pewaris dari nenek moyang yang pernah hidup bersama paus, berbicara dengan ikan pari, dan diberkati oleh bintang laut bercahaya yang muncul setiap malam di atas air.

Konon, ia bukan manusia biasa. Leluhurnya pernah hidup bersama paus raksasa di palung terdalam, berunding dengan ikan pari tentang arus musim, dan menyelamatkan karang-karang tua dari keserakahan kapal besi. Pada suatu malam ribuan tahun silam, seekor bintang laut bercahaya turun dari langit dan menyentuh dahi moyangnya. Sejak itu, garis keturunannya diberi satu amanah yakni menjaga keseimbangan antara manusia dan laut.

Dahulu ketika dunia masih baru dan laut belum dipetakan oleh manusia, lautan bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga tempat hukum dan keseimbangan. Di bawah laut, terdapat Wilayah Laut Kuno  wilayah tak tersentuh oleh zaman yang dijaga oleh para Pembawa Hukum Laut, manusia-manusia yang dipilih karena hatinya bersih dan jiwa mereka penuh dengan rasa hormat terhadap alam.

Setiap malam, saat ombak mereda dan angin membawa aroma asin yang lembut, bintang laut bercahaya itu muncul kembali di permukaan air—seperti mata langit yang mengawasi. Dan setiap kali cahaya itu berpendar lebih terang dari biasanya, itu pertanda: ada ketidakadilan yang harus diadili.

Suatu senja, nelayan-nelayan Mantara Laut datang dengan wajah muram. Ikan-ikan menghilang dari perairan dangkal. Terumbu karang rusak. Air menjadi keruh seperti hati yang menyimpan dusta.

“Wahai Hakim Bintang Laut,” kata seorang nelayan tua dengan suara bergetar, “laut tidak lagi memberi kami kehidupan. Ada yang salah.”

Baca Juga  RDP Komisi III DPR RI Bahas RUU Jabatan Hakim: Momentum Mendesak Menata Ulang Rekrutmen, Perlindungan, dan Martabat Hakim

Hakim Bintang Laut menutup mata. Ia meletakkan telapak tangannya di tanah, seakan mendengarkan denyut bumi. Dalam keheningan itu, terdengar bisikan samar – suara paus jauh di selatan, suara pari yang terluka, dan gemuruh kapal besar yang tak dikenal.

Ketika ia membuka mata, cahaya bintang laut di ufuk timur menyala merah kebiruan.

“Itu bukan murka laut,” ujarnya pelan. “Itu luka.”

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Hakim Bintang Laut berdiri meninggalkan beringin purba. Jubahnya berkibar tertiup angin asin. Di tangannya muncul tongkat kayu laut yang telah lama tersembunyi di akar-akar pohon. “Besok,” katanya, “kita akan mencari siapa yang menimbang keuntungan lebih berat daripada kehidupan.”

Dan ombak pun berhenti berbisik—seolah laut sendiri menahan napas, menunggu pengadilan dimulai.

5 Years Later ….

(di dalam Kalender Mantara Laut 1 Tahun terhitung 3,3 Tahun sesuai dengan siklus Komet Encke), yang hanya membutuhkan waktu sekitar 3,3 tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari)

Suatu hari di sebuah desa Kecil seorang putra dari desa nelayan kecil bernama Kalaan, bernama Tara Wisok seorang anak yang terpilih tapi oleh Warga desa kalaan dia dainggap dikutuk . Saat ia berusia 12 tahun, saat ombak menariknya ke tengah laut dalam malam bulan purnama ia dipanggil oleh nenek moyang laut: “Kau bukan anak dari tanah, melainkan keturunan bintang. Karena itu, kau yang akan jadi Hakim Bintang Laut.”

Namun, ada satu rahasia yang hanya diketahui oleh Hakim Bintang Laut: Kristal di dadanya bukan miliknya. Ia adalah penjaga. Kristal itu sebenarnya adalah jiwa dari sang Bintang Laut Raja, hewan mistis yang berbentuk seperti gurita raksasa dengan bintang di punggungnya, yang telah meninggal dalam perang melawan kemunafikan manusia ribuan tahun lalu. Kini, jiwanya hidup kembali dalam bentuk cahaya, dan hanya bisa dikuasai oleh yang berhati tak bersalah. Dan jika suatu hari jika cahaya di dadanya meletup dan menyerah pada kemarahan, kebencian, atau rasa ingin dikuasai… maka cahaya itu akan padam  dan seluruh laut akan kehilangan pengadilnya.

Baca Juga  Dari Nilai Keibuan Menuju Keadilan Substantif, BPHPI Suarakan Peran Hakim Perempuan di MPR RI

Sejak itu, ia membawa Cahaya Bintang Laut, sebuah kristal berwarna biru kehijauan yang tumbuh di dada seperti hati berdenyut. Kristal ini memberinya kekuatan untuk mendengar suara laut: ratapan ikan yang terluka, teriakan terumbu karang yang hampir mati, dan keluhan dari badai yang terus berubah karena manusia tak menghargai peraturan alam. Dan dia dianugerahi  pengetahuan Luar biasa mengenai Hukum Laut yang tidak tertulis diantaranya

  • Hakim Bintang Laut bukanlah seorang pengadil biasa. Ia tidak duduk di meja besar, tidak menggunakan pedang, tidak memakai mahkota. Ia memegang Kerang Hukum, sebuah kerang raksasa yang jika dibuka, akan menampilkan gambar-gambar dari semua keputusan yang pernah dikeluarkan oleh nenek moyangnya.
  • Setiap kali alam terganggu — nelayan yang menangkap ikan dengan jaring raksasa, kapal yang mencemari laut, atau manusia yang membunuh hiu dengan tanpa alasan — Hakim Bintang Laut akan turun ke permukaan laut. Ia akan menyebarkan cahaya dari dadanya, dan dari cahaya itu, muncul bayangan dari peradilan laut: ikan-ikan berbicara, terumbu karang mengadili, dan ombak membacakan hukuman.

Jika manusia berbuat zalim, maka hukumannya bukan penjara, tapi kutukan laut. Misalnya:

  • Nelayan yang berlebihan dalam menangkap ikan dan merusak Terumbu Karang akan berubah menjadi ikan kecil selama 7 tahun. Kapal pencemar akan tenggelam, namun tidak mati,  ia terus mengapung di laut, membawa sampahnya sebagai hukuman abadi.

Akhir dari Bagian 1… Bersambung

Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
Kontributor
Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
Hakim Pengadilan Negeri Serui

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

bintang laut hakim roman
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Karakter Delik Materiil Tindak Pidana Korupsi Dalam Pasal 603 Dan 604 Kuhp Dan Implikasi Terhadap Pembuktian Kerugian Keuaangaan Negara

20 February 2026 • 13:13 WIB

Strategi Mahkamah Agung Kamboja Sikat Habis Mafia Judi Online Terungkap di Filipina

20 February 2026 • 12:07 WIB

Menakar Peran Data Analytics dan AI dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan

20 February 2026 • 10:23 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Karakter Delik Materiil Tindak Pidana Korupsi Dalam Pasal 603 Dan 604 Kuhp Dan Implikasi Terhadap Pembuktian Kerugian Keuaangaan Negara

20 February 2026 • 13:13 WIB

Strategi Mahkamah Agung Kamboja Sikat Habis Mafia Judi Online Terungkap di Filipina

20 February 2026 • 12:07 WIB

Menakar Peran Data Analytics dan AI dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan

20 February 2026 • 10:23 WIB

Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue

20 February 2026 • 10:21 WIB
Don't Miss

Karakter Delik Materiil Tindak Pidana Korupsi Dalam Pasal 603 Dan 604 Kuhp Dan Implikasi Terhadap Pembuktian Kerugian Keuaangaan Negara

By Sudiyo20 February 2026 • 13:13 WIB0

Pendahuluan. Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang berdampak luas terhadap stabilitas…

Strategi Mahkamah Agung Kamboja Sikat Habis Mafia Judi Online Terungkap di Filipina

20 February 2026 • 12:07 WIB

Menakar Peran Data Analytics dan AI dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan

20 February 2026 • 10:23 WIB

Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue

20 February 2026 • 10:21 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Karakter Delik Materiil Tindak Pidana Korupsi Dalam Pasal 603 Dan 604 Kuhp Dan Implikasi Terhadap Pembuktian Kerugian Keuaangaan Negara
  • Strategi Mahkamah Agung Kamboja Sikat Habis Mafia Judi Online Terungkap di Filipina
  • Menakar Peran Data Analytics dan AI dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan
  • Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue
  • Teori GONE (Greed, Opportunity, Needs, Exposure) dan Peran Faktor Keserakahan Pemicu Korupsi

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com :  redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.