Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilmil II-06 Jakarta Tampil Juara I, Turnamen Bola Voli Badilmiltun Teguhkan Sinergitas dan Sportivitas

October 3, 2026

Integritas yang Membumi: Pelajaran Abadi dari Kisah Luqmanul Hakim Bagi Aparatur Peradilan

October 3, 2026

Dekonstruksi Hukum Anak Hasil Zina

October 2, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Teori GONE (Greed, Opportunity, Needs, Exposure) dan Peran Faktor Keserakahan Pemicu Korupsi

Teori GONE (Greed, Opportunity, Needs, Exposure) dan Peran Faktor Keserakahan Pemicu Korupsi

Bintoro Wisnu PrasojoBy Bintoro Wisnu PrasojoFebruary 20, 2026 · 10:19 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Korupsi telah menjadi masalah yang merusak fondasi masyarakat, menghambat pembangunan, dan menciptakan ketidakadilan sosial. Di Indonesia, korupsi terus menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini, meskipun berbagai upaya pemberantasan telah dilakukan. Untuk memahami fenomena korupsi secara komprehensif, diperlukan kerangka analitis yang dapat menjelaskan berbagai faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan korup. Salah satu teori yang relevan dan komprehensif adalah Teori GONE (Greed, Opportunity, Needs, Exposure).

Pertanyaan Masyarakat semakin menyeruak Ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Katua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok B dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Pertanyaan beredar di Media Sosial Bukankah Gaji Hakim sudah dinaikkan oleh Presiden Prabowo apakah masih kurang sehingga masih Tergoda?

Hal ini berkaitan erat dengan teori GONE yang mengidentifikasi empat faktor utama yang berinteraksi dan memicu terjadinya korupsi: Keserakahan (Greed), Peluang (Opportunity), Kebutuhan (Needs), dan Paparan (Exposure). Meskipun keempat faktor ini saling terkait, saya berargumen bahwa faktor mental individu, terutama keserakahan dan kebutuhan psikologis yang sering kali menuntut gaya hidup mewah, merupakan pemicu utama yang paling dominan dalam perilaku korup.

Korupsi tidak terjadi secara kebetulan atau hanya karena ada kesempatan yang terbuka. Di balik setiap tindakan korup, terdapat proses mental yang kompleks yang melibatkan motivasi, rasionalisasi, dan keputusan individu. Ketika seseorang memiliki hasrat berlebihan untuk kekayaan materi, status sosial, atau gaya hidup mewah yang melebihi kemampuan finansialnya, faktor mental ini menjadi “sistem pengapian” yang mengaktifkan potensi korup yang ada dalam dirinya.


Teori GONE: Kerangka Analitis Korupsi

Teori GONE pertama kali dikembangkan sebagai kerangka untuk memahami berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecurangan dan korupsi dalam organisasi maupun masyarakat. Menurut perspektif GONE, korupsi tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan hasil interaksi dari empat elemen kunci: Keserakahan (Greed), Peluang (Opportunity), Kebutuhan (Needs), dan Paparan (Exposure). Berikut merupakan penjelasan GONE :

  1. Greed (Keserakahan)
    • Keserakahan merujuk pada hasrat individu untuk memiliki lebih banyak daripada yang dibutuhkan atau pantas diterima. Dalam konteks korupsi, keserakahan sering kali muncul dari dorongan psikologis untuk mengakumulasi kekayaan tanpa batas, mencari status sosial yang lebih tinggi, atau mendapatkan pengakuan melalui simbol-simbol materi. Keserakahan bukanlah sifat alamiah manusia, melainkan konstruksi sosial yang diperkuat oleh lingkungan dan nilai-nilai yang diinternalisasi individu.
  2. Opportunity (Peluang)
    • Peluang mengacu pada kondisi sistem atau organisasi yang memungkinkan terjadinya tindakan korup. Ini termasuk sistem pengawasan yang lemah, struktur organisasi yang kompleks, kurangnya transparansi, atau prosedur yang tidak jelas. Peluang menciptakan “celah” yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki motivasi untuk bertindak korup.
  3. Needs (Kebutuhan)
    • Kebutuhan dalam Teori GONE mencakup berbagai bentuk tekanan yang dialami individu, mulai dari kebutuhan finansial yang mendesak hingga tekanan sosial untuk mencapai standar hidup tertentu. Penting untuk dicatat bahwa “kebutuhan” di sini tidak terbatas pada kebutuhan dasar fisiologis, melainkan juga mencakup kebutuhan psikologis dan sosial yang sering kali bersifat relatif dan konstruktif.
  4. Exposure (Paparan)
    • Paparan mengacu pada tingkat keterpaparan individu terhadap lingkungan atau budaya korup. Ketika seseorang secara terus-menerus terpapar dengan praktik korup yang dianggap “normal” atau “lumrah” dalam lingkungannya, toleransi terhadap perilaku korup cenderung meningkat. Paparan juga dapat berupa pengaruh dari orang lain yang terlibat dalam korupsi, menciptakan efek “kontagion” atau penularan perilaku tidak etis.
    • Keempat elemen ini saling berinteraksi dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi timbulnya korupsi. Namun, seperti yang akan dijelaskan dalam artikel ini, tidak semua elemen memiliki bobot yang sama dalam memicu tindakan korup. Faktor mental individu, khususnya keserakahan dan kebutuhan psikologis, sering kali menjadi pemicu utama yang menggerakkan seseorang untuk memanfaatkan peluang yang ada dan merasionalisasi perilaku korup mereka.
Baca Juga  Palu di antara Cinta dan Hukum

Greed (Keserakahan): Akar Psikologis Korupsi

Dari keempat elemen Teori GONE, Keserakahan (Greed) merupakan faktor yang paling fundamental dan sering kali menjadi pemicu utama korupsi. Keserakahan bukanlah sekadar keinginan untuk memiliki lebih banyak, melainkan hasrat yang tidak terkendali untuk mengakumulasi kekayaan dan status jauh melebihi kebutuhan rasional. Secara psikologis, keserakahan berkaitan erat dengan konsep diri, narsisisme, dan kebutuhan akan pengakuan.

Keserakahan memiliki beberapa dimensi psikologis yang kompleks. Pertama, keserakahan sering kali berakar pada rasa ketidakcukupan diri atau inferioritas yang mendalam. Individu yang merasa tidak memiliki cukup pengakuan atau status dalam mungkin mencoba mengkompensasinya melalui akumulasi kekayaan materi. Kekayaan dan simbol-simbol kemewahan menjadi pengganti untuk rasa percaya diri yang sejati. Kedua, keserakahan terkait dengan konsep “narsisisme kolektif” di mana seseorang mengidentifikasi diri dengan kelompok elit yang memiliki standar hidup mewah. Dalam masyarakat konsumtif modern, media dan iklan terus-menerus menampilkan gaya hidup mewah sebagai sesuatu yang diidamkan, menciptakan keinginan untuk meniru pola konsumsi tersebut, bahkan jika harus melalui cara tidak etis. Ketiga, keserakahan juga dapat dipahami sebagai bentuk “kecanduan” terhadap sensasi memiliki dan mengkonsumsi. Seperti kecanduan lainnya, keserakahan menciptakan siklus di mana individu terus membutuhkan lebih banyak untuk merasa puas, yang pada akhirnya tidak pernah tercapai. Kondisi ini mendorong individu untuk mencari cara-cara ekstrem, termasuk korupsi, untuk memenuhi hasrat yang tidak terbatas ini. Salah satu manifestasi paling jelas dari keserakahan dalam konteks korupsi adalah keinginan untuk gaya hidup mewah yang melebihi kapasitas finansial yang sah. Fenomena ini sering kali terlihat pada kasus-kasus korupsi di Indonesia, di mana pelaku memiliki aset-aset mewah seperti mobil mewah, properti di lokasi elit, atau perhiasan mahal yang jelas-jelas tidak sebanding dengan penghasilan resmi mereka.

Dalam konteks Indonesia, fenomena ini diperburuk oleh budaya “gengsi” yang sangat menekankan pentingnya penampilan dan status sosial dalam masyarakat. Individu merasa tertekan untuk menunjukkan kesuksesan materi agar diakui dalam lingkungannya, bahkan jika harus melalui cara-cara tidak etis seperti korupsi.

Baca Juga  Kisah Dibalik Video Clip "Kau yang Teristimewa"

Studi Kasus: Keserakahan dalam Praktik

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik di Indonesia sering kali mencerminkan dinamika keserakahan ini. Misalnya, dalam analisis praktik korupsi aparat pemerintah di Indonesia, ditemukan bahwa banyak pelaku korupsi didorong oleh keinginan untuk menampilkan status sosial melalui gaya hidup mewah . Aset-aset mewah yang diperoleh dari hasil korupsi bukan sekadar untuk konsumsi pribadi, melainkan juga sebagai simbol status dan kekuasaan dalam lingkungan sosial mereka. Keserakahan juga sering kali muncul dalam bentuk “mentalitas bandar” di mana individu melihat jabatan atau posisi kekuasaan bukan sebagai amanat untuk melayani masyarakat, melainkan sebagai sarana untuk mengakumulasi kekayaan pribadi. Pandangan ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai etika publik dan prinsip-prinsip good governance, namun sayangnya masih banyak ditemukan dalam praktik birokrasi di Indonesia.

Terdapat beberapa alasan mengapa faktor mental individu (keserakahan dan kebutuhan psikologis) sering kali menjadi pemicu utama korupsi:

  1. Pertama, faktor mental adalah “sumber energi” yang mendorong perilaku. Tanpa motivasi internal yang kuat, individu tidak akan memiliki cukup dorongan untuk mencari dan memanfaatkan peluang korup, apalagi menghadapi risiko hukum dan sosial yang terkait dengan korupsi.
  2. Kedua, faktor mental menentukan bagaimana individu menanggapi peluang dan paparan. Dua individu yang dihadapkan pada peluang dan paparan yang sama mungkin merespons secara sangat berbeda tergantung pada tingkat keserakahan, tekanan kebutuhan psikologis, dan integritas pribadi mereka.
  3. Ketiga, faktor mental sering kali menjadi akar dari rasionalisasi yang memungkinkan individu untuk melanggar norma etis. Proses rasionalisasi ini penting untuk mengurangi ketegangan psikologis (cognitive dissonance) yang timbul ketika perilaku tidak sesuai dengan nilai yang dianut.

Korupsi tidak terjadi secara kebetulan atau hanya karena ada peluang yang terbuka. Di balik setiap tindakan korup, terdapat proses mental yang kompleks yang melibatkan motivasi, rasionalisasi, dan keputusan individu. Ketika seseorang memiliki hasrat berlebihan untuk kekayaan materi, status sosial, atau gaya hidup mewah yang melebihi kemampuan finansialnya, faktor mental ini menjadi “sistem pengapian” yang mengaktifkan potensi korup yang ada dalam dirinya.

Selain upaya perbaikan sistem untuk menutup peluang korupsi, diperlukan juga pendekatan yang menargetkan akar masalah psikologis dan kultural yang mendorong perilaku korup. Ini termasuk pendidikan karakter dan etika, promosi gaya hidup sederhana, reformasi kultural, dan intervensi psikologis jika diperlukan.Pada akhirnya, perjuangan melawan korupsi tidak hanya tentang memperbaiki sistem, tetapi juga tentang mentransformasi mentalitas dan nilai-nilai yang mendasari perilaku individu dan masyarakat.

Bintoro Wisnu Prasojo
Kontributor
Bintoro Wisnu Prasojo
Hakim Pengadilan Negeri Serui

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

korupsi roman teori GONE
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Palu di antara Cinta dan Hukum

September 22, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,508 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

Dilmil II-06 Jakarta Tampil Juara I, Turnamen Bola Voli Badilmiltun Teguhkan Sinergitas dan Sportivitas

By Ahmad JunaediOctober 3, 20260

Setelah berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan persaingan yang berlangsung sengit, Turnamen Bola Voli…

Integritas yang Membumi: Pelajaran Abadi dari Kisah Luqmanul Hakim Bagi Aparatur Peradilan

October 3, 2026

Dekonstruksi Hukum Anak Hasil Zina

October 2, 2026

PTUN Pekanbaru Gelar Diskusi “Dinamika Pengaturan Keuangan Negara dalam Pengelolaan BUMN”

October 2, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilmil II-06 Jakarta Tampil Juara I, Turnamen Bola Voli Badilmiltun Teguhkan Sinergitas dan Sportivitas
  • Integritas yang Membumi: Pelajaran Abadi dari Kisah Luqmanul Hakim Bagi Aparatur Peradilan
  • Dekonstruksi Hukum Anak Hasil Zina
  • PTUN Pekanbaru Gelar Diskusi “Dinamika Pengaturan Keuangan Negara dalam Pengelolaan BUMN”
  • Tiga Tahun Berkiprah, BPHPI Refleksikan Perjalanan dan Tantangan Hakim Perempuan di Era Digital

Recent Comments

  1. Anton Yikwa on Penganugerahan Lomba Layanan Pengadilan Tahun 2026: Membangun Budaya Kinerja dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  2. Syihabuddin on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  3. Tomas on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  4. Nancy on “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
  5. Yeheskel Haurissa on Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Muhammad Yunus Tazryan
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.