Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Samara dan Siluman Matu

5 September 2026 • 14:08 WIB

Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum

4 September 2026 • 17:53 WIB

Memperkuat Integritas dan Pengetahuan Hukum: PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi SEMA, PERMA, Hingga SK KMA Bersama Aparat Penegak Hukum

4 September 2026 • 14:46 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » CATATAN KEHILANGAN

CATATAN KEHILANGAN

Ira SoniawatiIra Soniawati19 November 2025 • 20:55 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Namaku Mira, hakim di Pengadilan Agama Kutamaya. Dua minggu lalu, Allah mengujiku dengan keguguran di usia kandungan empat belas minggu. Aku seharusnya masih menjalani istirahat, tapi daftar sidang tidak mengenal belas kasihan. Perkara hari itu menyangkut perceraian kumulasi harta bersama. Seorang istri menggugat cerai suaminya yang divonis mandul dan ingin mendapatkan harta bagiannya sebagai kompensasi dari tidak adanya keturunan. Ironis, aku harus memutus nasib orang lain di saat nasibku sendiri sedang retak.

Suamiku, Ardi, juga hakim — di pengadilan negeri. Kami sering bergurau bahwa kami pasangan yang lengkap: dia memutus perkara peradilan umum, aku memutus perkara agama. Dulu aku merasa itu romantis, sekarang aku tahu itu berarti kami terbiasa menimbang, tapi jarang memeluk.

Hari itu, sesaat setelah buang air kecil, aku seolah-olah melihat bayangan anak kecil di belakang cermin toilet ruang hakim. Mungkin itu bayangan dari lukaku yang belum sembuh. Aku menatap cermin itu lama. Aku harus memilih — duduk dan menangisi, atau melangkah dan melanjutkan hidupku. Aku memilih yang kedua. Bayangan anak kecil itu terus menghantuiku bahkan ketika aku mencoba membuat putusan.

Sepulang dari kantor, aku langsung mandi dan berganti pakaian. Sebagaimana layaknya seorang istri, aku membersihkan rumah dan  memasak makan malam untukku dan Ardi. Sayangnya aku malah mendapat pesan singkat darinya:

“Aku masih harus lembur sidang pembunuhan bayi. Mungkin pulang malam.”

Nafsu makanku mendadak hilang. Aku ingin membuang semua makanan yang kumasak malam itu, tapi aku tahu itu perbuatan mubazir yang dibenci Allah. Akhirnya semua makanan itu kuberikan untuk kucing jalanan.

Aku masih menunggu Ardi sampai jam sebelas malam. Namun, dia tak kunjung pulang ke rumah. Penantianku terasa sia-sia. Aku akhirnya melakukan kebiasaan yang kulakukan sejak hari pertama keguguran, menulis catatan harian.

[Catatan Harian, 12 Juli]

Hari ini aku kembali ke kantor lebih cepat dari yang seharusnya. Semua orang bersikap sopan, tapi mata sebagian dari mereka seolah menghakimiku. Ruang sidang tetap dingin seperti biasa. Aku memutus perkara orang lain, tapi di dalam diri sendiri, belum ada putusan. Mungkin kehilangan tidak bisa dibacakan dalam amar. Ia hanya bisa dirasakan, disembunyikan, dan ditulis diam-diam seperti ini.

Aku sempat berpikir bahwa menulis catatan harian atau diary itu hanya untuk orang kurang iman yang tidak berani menghadapi kerasnya kehidupan. Nyatanya kegiatan menulis catatan harian justru menenangkanku sejak kejadian keguguran itu. Ardi masih belum pulang ketika aku selesai menulis catatan harianku.

Waktu terasa begitu cepat berlalu ketika akhirnya perkara perceraian kumulasi harta bersama yang ku tangani berakhir damai.  Mereka bahkan mencabut perkara yang sudah didaftarkan. Mengurangi jumlah perkara yang harus aku sidangkan di tahun itu. Aku mengetuk palu dengan penuh syukur, menetapkan bahwa perkara selesai karena dicabut.

 Di dalam diriku, sesuatu ikut terbelah. Mendadak teringat akan rumah tanggaku sendiri. Semenjak aku kembali ke kantor, aku dan Ardi jarang bertegur sapa dan tidur seranjang.

Baca Juga  Kisah Dibalik Video Clip "Kau yang Teristimewa"

Di sisi lain aku bersyukur karena malam harinya Ardi pulang lebih cepat. Kami akhirnya bisa makan malam bersama.

Ardi menatapku lama di meja makan. “Kamu kelihatan pucat,” katanya. “Aku sudah bilang, jangan dulu masuk kantor.”

“Di kantorku aku jadi hakim tunggal. Kalau aku absen, jadwal kacau,” jawabku sambil berusaha tersenyum.

“Biar saja,” ucapnya datar tapi tegas. “Kamu bukan mesin. Dua minggu lalu kamu kehilangan bayi, Mira. Tubuhmu belum siap.”

“Ketika bekerja di kantor setidaknya aku merasa berguna.” ada rasa sesak di dadaku ketika aku mengucapkannya.

“Berguna bukan berarti memaksa diri,” katanya lebih pelan. “Aku tahu kamu kuat, tapi kekuatan juga butuh istirahat.”

Aku menatap wajahnya, mencoba menahan gemetar di ujung suara. “Kamu memang tidak pernah mengerti aku ya?”

Ardi menatapku lama sebelum menjawab, suaranya nyaris berbisik. “Apa kamu bilang? Aku ambil cuti demi kamu, Mira. Aku habiskan cuti tahunanku. Suami mana yang lakukan itu, padahal bukan dia yang keguguran?”

“Kamu merasa jadi pahlawan dengan bersikap begitu?”

“Mira,” suaranya meninggi, “Aku sudah berusaha memeluk dan menenangkanmu. Aku mengerjakan semua pekerjaan rumah selama kamu beristirahat! Di mana salahku? Kamu bahkan lebih sering bercerita pada catatanmu daripada kepadaku, suamimu sendiri!” Ardi tiba-tiba bangkit dan mengambil piring.

Perkataan Ardi seolah menusukku. Dalam suara serak dan mata letih itu, aku tiba-tiba sadar — mungkin tak mudah juga baginya. Dunia tidak mengajarkan laki-laki untuk menangis, apalagi untuk berduka atas kehilangan yang bukan terjadi di tubuhnya. Mungkin selama ini aku terlalu sibuk melindungi lukaku sendiri, sampai lupa bahwa ia juga terluka, hanya saja tidak punya ruang untuk menunjukkannya.

Suara jam dinding terdengar begitu jelas. Kami tidak melanjutkan percakapan itu.

Ardi menunduk, menatap makanan yang sudah dingin.Aku menahan air mata yang menggumpal di tenggorokan. Malam itu entah malam keberapa kami tidur terpisah, Ardi tidur di sofa ruang tamu, sementara aku di kamar kami berdua. Seusai shalat isya dan membaca Al-Quran, aku menuliskan semua perasaanku di catatan harian.

[Catatan Harian, 27 Juli]

Ardi tidak salah. Kami sama-sama sedang menuduh waktu yang tidak bisa kami gugat. Tapi kalau aku berhenti menulis, aku takut hilang arah. Aku menulis untuk mengingat bahwa aku masih hidup, bahkan tanpa detak kecil di perutku. Di sisi lain aku masih membutuhkan dia. Aku rindu Ardi yang hangat dan selalu menenangkanku.

*

Beberapa hari kemudian, aku ditunjuk menjadi mediator dalam perkara perceraian pasangan yang sudah menikah sepuluh tahun tapi belum dikaruniai anak. Istri duduk di depanku dengan mata bengkak; suaminya menatap lantai lebih banyak daripada menatap wajah pasangannya.

“Kami sudah mencoba segalanya, Yang Mulia,” kata sang istri. “Obat, pengobatan, doa… tapi hasilnya tetap sama, rumah ini makin sunyi.”

Baca Juga  Menghadirkan Ilmu dan Hati Nurani dalam Putusan Pengadilan

Aku menatap mereka, dan di antara kalimat-kalimat hukum yang seharusnya kuucapkan, ada suara lain di kepalaku sendiri: aku juga tahu rasanya sunyi yang seperti itu.

“Kadang,” kataku perlahan, “Ketenangan tidak selalu datang bersama jawaban. Tapi kadang, ketenangan muncul ketika dua orang berhenti saling menyalahkan.”

Mereka terdiam lama. Aku sendiri terkejut ketika mengetahui bahwa kata-kataku itu menjadi penentu keberhasilan mediasi. Tapi hari itu, untuk pertama kalinya sejak keguguran, aku merasa bisa bicara dengan hati tanpa melanggar etika profesi.

Seusai mediasi, aku pulang lebih cepat. Aku dan Ardi berjanji untuk kontrol ke dokter kandungan di kota sebelah sore harinya. Di halaman rumah, aku melihat Ardi sedang menggali tanah kecil di pojok halaman.

“Untuk apa?” tanyaku.

“Untuk pohon kenanga,” jawabnya. “Katanya, kalau ditanam di tempat yang pernah kehilangan, aromanya jadi doa.”

Aku berjongkok di sebelahnya, ikut menimbun tanah. “Pohon ini tidak akan menggantikan bayi kita.”

“Aku tahu,” katanya pelan. “Tapi mungkin nanti, kalau aromanya merebak, kita akan ingat bahwa kehilangan pun bisa tumbuh.”

Seusai dari dokter kandungan, aku kembali menulis catatan harian.

[Catatan Harian, 1 Agustus]

Dokter kandungan bilang rahimku sudah bersih dan tidak ada jaringan yang tersisa. Aku refleks menggenggam tangan Ardi karena bahagia. Hari ini untuk pertama kalinya kami tersenyum bersama seperti pasangan suami istri yang harmonis. Tentu saja dokter kandungan pada akhirnya melakukan promosi tentang program kehamilan. Ardi hanya tersenyum simpul dan mengatakan ia mau ikut program jika aku sudah siap. Aku bilang aku perlu waktu untuk memutuskan.

*

Hari itu aku mencium aroma kenanga pertama kali. Ardi mendekat perlahan, seolah takut menyentuh sesuatu yang rapuh. Aku masih menatap tanah di sekitar batang kenanga itu—lembap, dengan beberapa kelopak kering yang menempel. Lalu ia memelukku. Tanpa kalimat, tanpa penjelasan.

Tubuhku sempat kaku; sudah lama sekali tidak ada pelukan yang terasa begini nyata. Entah bagaimana, semua hal yang selama ini kupendam—rasa bersalah, kehilangan, kemarahan—mengalir begitu saja bersama air mata yang tak lagi bisa kutahan.

Untuk pertama kalinya sejak keguguran itu, aku menangis. Bukan karena lemah, tapi karena akhirnya aku bisa menerima bahwa rasa sakit ini tidak perlu terus kusembunyikan.

Ardi tidak berkata apa-apa. Tangannya hanya mengusap punggungku, pelan, seolah mengatakan: kita sudah cukup kuat berduka, sekarang saatnya berdamai. Kami berdua tetap diam, tapi kali ini diamnya terasa hangat.

*

Sejak saat itu, setiap kali aku mengetuk palu di ruang sidang, aku ingat kenanga di halaman belakang. Aromanya lembut, menenangkan. Mungkin di sanalah, sebagian kehilangan kami perlahan tumbuh menjadi pengertian. Semoga dari pengertian itu, Allah tumbuhkan ketenangan yang menjadi doa bagi yang telah pergi.

Ira Soniawati
Kontributor
Ira Soniawati
Hakim Pengadilan Agama Tanjungbalai

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

roman
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Samara dan Siluman Matu

5 September 2026 • 14:08 WIB

Jejak Langkah Sang Penggagas : Dari Megamendung ke Medan Merdeka Utara

2 September 2026 • 10:05 WIB

Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah

25 August 2026 • 08:35 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Menanam Nilai, Menjaga Masa Depan

1 September 2026 • 13:29 WIB

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB
Don't Miss

Samara dan Siluman Matu

By Syamsul Arief5 September 2026 • 14:08 WIB0

Sains dan puisi pada suatu hari yang sunyi, berjanji untuk bertemu di altar yang sama.…

Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum

4 September 2026 • 17:53 WIB

Memperkuat Integritas dan Pengetahuan Hukum: PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi SEMA, PERMA, Hingga SK KMA Bersama Aparat Penegak Hukum

4 September 2026 • 14:46 WIB

Membuka Sosialisasi Perma Nomor 2 Tahun 2026, Wkma Bidang Yudisial Tekankan Independensi Hakim Harus Berjalan Bersama Akuntabilitas

4 September 2026 • 14:42 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Samara dan Siluman Matu
  • Menelaah Subjek Kalimat dalam Bahasa Hukum
  • Memperkuat Integritas dan Pengetahuan Hukum: PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi SEMA, PERMA, Hingga SK KMA Bersama Aparat Penegak Hukum
  • Membuka Sosialisasi Perma Nomor 2 Tahun 2026, Wkma Bidang Yudisial Tekankan Independensi Hakim Harus Berjalan Bersama Akuntabilitas
  • Plt. Kepala BSDK MA RI Sampaikan Laporan Penyelenggaraan Sosialisasi PERMA Nomor 2 Tahun 2026 di Bali

Recent Comments

  1. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  2. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  3. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  4. Abdul Hafid PP PA Sleman on Alumni Bersuara dari PA Sleman : Diklat Panitera Pengganti Harus Update, Merata, dan Berbasis Praktik
  5. kumalasari on Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Ferdian Permadi
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.