Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas
Artikel Features

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

Herjuna Praba WiesesaHerjuna Praba Wiesesa13 January 2026 • 16:35 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Penyatuan Hukum Acara Tipiring dan Pelanggaran Lalu Lintas

Bergantinya tahun menandai lahirnya era baru dalam hukum acara pidana Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru). Pembaruan ini membawa semangat penyederhanaan dan percepatan proses peradilan pidana, salah satunya melalui pengaturan acara pemeriksaan cepat. Dalam konteks tersebut, KUHAP Baru tidak lagi memisahkan secara struktural antara acara pemeriksaan tindak pidana ringan (Tipiring) dan acara pemeriksaan perkara pelanggaran lalu lintas sebagaimana dikenal dalam KUHAP Lama pada bab acara pemeriksaan cepat. 

Tulisan ini berangkat dari pembacaan ulang terhadap norma KUHAP Baru dengan menempatkan acara pemeriksaan cepat sebagai satu rezim prosedural yang utuh. Dengan pendekatan tersebut, akan ditunjukkan bahwa pengaturan mengenai kehadiran terdakwa maupun upaya hukum dalam acara pemeriksaan cepat pada dasarnya bersifat konsisten, baik untuk perkara Tipiring maupun pelanggaran lalu lintas.

Kehadiran Terdakwa dalam Acara Pemeriksaan Cepat

Pasal 258 ayat (3) KUHAP Baru menyatakan bahwa penyidik atas kuasa penuntut umum menghadapkan terdakwa ke persidangan dalam waktu paling lama tiga hari sejak berita acara pemeriksaan selesai. Rumusan ini sering dibaca sebagai kewajiban mutlak untuk menghadirkan terdakwa secara fisik di persidangan. Namun, jika dicermati, norma tersebut tidak menggunakan frasa yang bersifat memaksa terhadap terdakwa, melainkan mengatur kewajiban prosedural aparat penegak hukum untuk membawa perkara ke pengadilan secara cepat.

Pada saat yang sama, Pasal 265 KUHAP Baru dengan tegas memberikan hak kepada terdakwa untuk menunjuk seseorang dengan surat untuk mewakilinya dalam pemeriksaan di sidang pengadilan. Lebih jauh, Pasal 266 ayat (1) KUHAP Baru bahkan membuka kemungkinan bahwa terdakwa atau wakilnya tidak hadir di sidang, dan dalam keadaan demikian pemeriksaan perkara tetap dilanjutkan dan putusan dijatuhkan secara in absentia. Dengan konstruksi ini, jelas bahwa KUHAP Baru secara tegas memberikan fleksibilitas kehadiran terdakwa dalam acara pemeriksaan cepat.

Jika ketentuan-ketentuan tersebut dibaca secara sistematik norma-norma tersebut justru saling melengkapi: negara berkewajiban membawa perkara ke pengadilan, sementara terdakwa tetap diberikan otonomi prosedural dalam menentukan bentuk kehadirannya. Fleksibilitas ini berlaku umum dalam acara pemeriksaan cepat, tanpa pembedaan antara Tipiring dan pelanggaran lalu lintas.

Baca Juga  IKU Menjaga Arah, Menyelaraskan Tujuan

Upaya Hukum dalam Acara Pemeriksaan Cepat

Konsistensi yang sama juga tampak dalam pengaturan upaya hukum. Pasal 258 ayat (5) KUHAP Baru menentukan bahwa apabila dalam acara pemeriksaan cepat dijatuhkan pidana perampasan kemerdekaan, terdakwa berhak mengajukan upaya hukum banding. Ketentuan ini berlaku dalam situasi di mana terdakwa atau wakilnya hadir di persidangan dan putusan dijatuhkan secara kontradiktoir.

Sebaliknya, Pasal 266 ayat (4) KUHAP Baru mengatur mekanisme perlawanan dalam hal putusan dijatuhkan tanpa kehadiran terdakwa maupun wakilnya. Dalam keadaan in absentia tersebut, apabila terdakwa dijatuhi pidana perampasan kemerdekaan dan bermaksud menempuh upaya hukum, instrumen yang tersedia bukanlah banding melainkan perlawanan. Bahkan, apabila dalam pemeriksaan perlawanan terdakwa kembali dijatuhi pidana perampasan kemerdekaan, terhadap putusan perlawanan tersebut terdakwa masih dapat melakukan upaya hukum banding.

Dengan demikian, garis pembeda upaya hukum dalam acara pemeriksaan cepat bukanlah jenis perkara (Tipiring atau lalu lintas) seperti KUHAP Lama, melainkan keadaan kehadiran terdakwa atau wakilnya pada saat putusan dijatuhkan. Selama terdakwa atau wakilnya hadir, banding tetap terbuka. Sebaliknya, apabila putusan dijatuhkan tanpa kehadiran terdakwa atau wakilnya, maka perlawanan menjadi mekanisme koreksi yang disediakan oleh undang-undang. Konstruksi ini menunjukkan konsistensi internal KUHAP Baru dan menegaskan bahwa tidak terdapat tumpang tindih antara banding dan perlawanan.

Perbandingan dengan Pengaturan KUHAP Lama

Dalam KUHAP Lama (Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981), acara pemeriksaan cepat dibangun di atas pembedaan yang tegas antara acara pemeriksaan tindak pidana ringan (tTpiring) dan acara pemeriksaan perkara pelanggaran lalu lintas jalan. Pembedaan ini tidak hanya bersifat sistematika bab, tetapi sekaligus menentukan kehadiran terdakwa dan konsekuensi upaya hukum yang tersedia.

Dalam perkara pelanggaran lalu lintas melalui Pasal 213, KUHAP Lama secara eksplisit membuka kemungkinan bahwa terdakwa tidak hadir sendiri di persidangan. Terdakwa dapat menunjuk seseorang dengan surat untuk mewakilinya, dan pemeriksaan dapat dilanjutkan tanpa kehadiran terdakwa. Konstruksi ini selaras dengan karakter perkara lalu lintas yang bersifat massal dan administratif. Konsekuensinya, apabila dalam perkara pelanggaran lalu lintas tersebut dijatuhkan pidana perampasan kemerdekaan, upaya hukum yang disediakan bukanlah banding, melainkan perlawanan.

Baca Juga  Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

Sebaliknya, dalam perkara tindak pidana ringan, KUHAP Lama tidak mengatur secara tegas kemungkinan terdakwa untuk diwakili atau diperiksa tanpa kehadirannya. Ketentuan mengenai perwakilan terdakwa secara eksplisit tidak ditemukan dalam bagian Tipiring. Kondisi ini menempatkan kehadiran terdakwa dalam perkara tipiring pada posisi yang secara implisit dianggap penting, meskipun tidak dirumuskan secara normatif sebagai kewajiban mutlak. Sejalan dengan konstruksi tersebut, apabila dalam perkara Tipiring dijatuhkan pidana perampasan kemerdekaan, upaya hukum yang tersedia adalah banding.

Dengan demikian, dalam KUHAP Lama, perbedaan antara Tipiring dan pelanggaran lalu lintas berfungsi sebagai dasar pembeda sekaligus penentu: perkara lalu lintas mengenal fleksibilitas kehadiran terdakwa dan mekanisme upaya hukum atas perampasan kemerdekaan ialah perlawanan, sedangkan perkara Tipiring cenderung menempatkan kehadiran terdakwa sebagai asumsi prosedural dengan konsekuensi upaya hukum berupa banding.

KUHAP Baru meninggalkan pola pembedaan berbasis jenis perkara tersebut. Penyatuan Tipiring dan pelanggaran lalu lintas ke dalam satu rezim acara pemeriksaan cepat diikuti dengan penegasan norma mengenai kehadiran terdakwa dan wakilnya, serta penataan ulang mekanisme upaya hukum berdasarkan keadaan kehadiran tersebut. Dengan cara ini, KUHAP Baru tidak lagi menggantungkan perbedaan hak dan konsekuensi prosedural pada klasifikasi perkara, melainkan pada pilihan kehadiran terdakwa dalam proses persidangan.

Penutup

Pada akhirnya, perubahan pendekatan dalam KUHAP Baru dengan menyatukan Tipiring dan pelanggaran lalu lintas dalam satu kerangka acara pemeriksaan cepat lebih tepat dipahami sebagai upaya penyederhanaan hukum acara pidana. Pengaturan mengenai kehadiran terdakwa dan upaya hukum menunjukkan konsistensi normatif yang memadai. Tantangan ke depan bukan terletak pada kekosongan norma, melainkan pada kemampuan aparat penegak hukum untuk menerapkan ketentuan tersebut secara seragam dan berimbang, agar tujuan utama pembaruan KUHAP benar-benar terwujud dalam praktik peradilan pidana.

Herjuna Praba Wiesesa
Kontributor
Herjuna Praba Wiesesa
Hakim Pengadilan Negeri Nanga Bulik

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel KUHAP
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB

Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

1 March 2026 • 18:56 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

By Aman2 March 2026 • 08:24 WIB0

Prolog Artikel ini membedah problematika krusial dalam penegakan hukum terhadap pembelaan terpaksa (noodweer) di tengah…

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim
  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.