Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Ironi Dibalik Sejarah Adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum”
Artikel

Ironi Dibalik Sejarah Adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum”

Oleh : Raja Bonar Wansi Siregar
Raja Bonar Wansi SiregarRaja Bonar Wansi Siregar20 November 2025 • 20:24 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Teringat untuk pertama kalinya mendengar adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum“, ketika masih duduk di bangku kuliah fakultas hukum. Ungkapan klasik yang sering diucapkan bahkan dijadikan slogan bagi organisasi intra kampus. Bahkan dalam dunia praktisi adagium tersebut sering digunakan sebagai dasar untuk mengajukan argumentasi moral hukum. Namun tahukah Anda, sejarah adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum” tidak seindah maknanya?

Diawali dari kisah Kaisar Alexander Agung yang merupakan Raja Makedonia kuno kedatangan seorang pelaut. Kaisar Alexander Agung bertanya kepada pelaut tersebut: “apa yang paling kamu takuti di dunia ini?” Si Pelaut pun menjawab: “saya tidak bisa membayangkan jika langit runtuh dan bintang-bintang berjatuhan menimpa kita”. Alexander terkejut, mendengar jawaban pelaut tersebut. Selama ini ia berpikir hanya dirinyalah yang paling ditakuti di dunia ini. Ternyata pelaut tersebut membuka pikirannya, ternyata ada hal lain yang ditakuti manusia pada zaman itu, yaitu jika langit runtuh. Pemikiran tersebut sangat beralasan karena manusia pada masa itu beranggapan bahwa bumi berada di atas pundak Atlas dan jika Atlas merasa lelah, ataupun sakit, maka bumi akan terjatuh dari atas pundaknya, yang kemudian menumbuk langit, yang akhirnya mengakibatkan langit akan runtuh dan bintang-bintang berjatuhan mengenai manusia.

Sejak saat itu, kisah antara Alexander dan si pelaut menyebar hingga seluruh wilayah kekuasaan Romawi, sehingga dalam kalangan orang Romawi sering mengatakan: “Quid si nuc caelum ruat?” (Bagaimana jika sekarang langit akan runtuh?). Adanya perumpamaan langit runtuh tersebut menunjukkan sesuatu hal yang paling ditakuti orang saat itu, yang menandai kondisi paling buruk di dunia.

Pemahaman terhadap perumpamaan tersebut berlangsung lama, hingga dahulu kala ada seorang gubernur Romawi bernama Lucius Calpurnius Piso Caesoninus, pada tahun 43 SM, menyampaikan pidatonya di hadapan rakyatnya. Sebagaimana dikisahkan oleh Seneca dalam naskah drama yang berjudul “Piso’s Justice”, pada bagian sub judul “De Ira” (kemarahan), menceritakan Piso pada suatu hari memberikan izin kepada 3 orang Prajurit untuk mengambil cuti untuk mengunjungi keluarganya, dengan perintah setelah masa cuti berakhir, para Prajurit harus menghadap dirinya sebagai laporan kembali bekerja. Setelah masa cuti berakhir, yang datang menghadap hanya satu orang Prajurit. Kemudian Prajurit tersebut ditanya kemana kedua orang rekannya tersebut yang juga diperintahkan untuk menghadap kepada dirinya. Prajurit tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan Piso. Akhirnya Piso marah besar dan langsung mengadakan sidang atas Prajurit tersebut. Sidang memutuskan bahwa Prajurit tersebut dianggap telah menghilangkan nyawa kedua orang rekan kerjanya sehingga dihukum dengan hukuman mati. Ketika Prajurit tersebut hendak dihukum mati dengan cara dipancung kepalanya oleh Algojo, tiba-tiba kedua orang rekannya yang diduga telah terbunuh tadi datang. Si Algojo pun mengambil insiatif menunda eksekusi dan melapor kepada Piso dengan harapan agar hukuman yang telah dijatuhkan tersebut ditunda.

Baca Juga  Kesejahteraan Ditinggikan, Integritas Harus Dijaga Lebih Tinggi

Atas penundaan eksekusi tersebut, Piso pun naik mimbar dan berpidato. Dalam pidatonya dengan suara keras ia mengatakan hukum telah dijatuhkan dan “Fiat Justitia Ruat Coelum” (Keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh). Akhirnya Prajurit tetap dihukum mati, bahkan si Algojo pun ikut dihukum mati karena menunda eksekusi. Hal yang sama juga dialami oleh kedua orang Prajurit yang diduga mati tersebut, akhirnya dihukum mati, karena terlambat menghadap, sehingga mengakibatkan rekannya dihukum mati.

Sejak saat itu adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum” menjadi tersohor. Dalam perkembangannya, ungkapan Piso tersebut telah dijadikan prinsip bagi para pejabat Diktator guna melakukan kesewenang-wenangan asalkan “hukumnya telah ditetapkan”. Jadi makna ungkapan “Fiat Justitia Ruat Coelum” menurut Piso adalah “apapun yang terjadi, suatu keputusan hukum tetap harus dilaksanakan!”. Tidak peduli apakah hukum yang dijatuhkan tersebut dilandasi suatu kebenaran atau tidak, karena yang dinamakan keadilan adalah apa yang telah diputuskan oleh Penguasa melalui persidangan. Hal ini demi menjaga kewibawaan hukum dan pemerintahan.

Dalam versi-versi selanjutnya dari kisah tersebut, adagium ini dikenal sebagai “keadilan Piso”, sebuah istilah yang memiliki ciri khas hukuman yang dijatuhkan sebagai pembalasan. Dikarenakan adagium tersebut sangat popular, sehingga Kaisar Kerajaan Roma, Ferdinand I, meniru dengan membuat semboyan kerajaan, “Fiat justitia et pereat mundus” (tegakkan keadilan sekalipun semua penjahat di dunia musnah).

Walaupun sejarah dari adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum” berasal dari kisah kelam, namun kita harus mengartikan kalau keadilan yang harus ditegakkan sebagaimana maksud dari adagium tersebut adalah keadilan yang sejati yang berpihak kepada kebenaran (true justice that stands for truth).

Baca Juga  2026: Tahun Penuh Harap Bagi Para Hakim dan Momentum Menulis Ulang Sejarah Kehormatan Lembaga Peradilan

Sumber referensi:

  1. https://agustiansiagian.wordpress.com/2015/01/05/sejarah-kelam-dibalik-ungkapan-fiat-justitia-ruat-coelum/
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Fiat_justitia_ruat_caelum
Raja Bonar Wansi Siregar
Kontributor
Raja Bonar Wansi Siregar
Hakim Pengadilan Negeri Cianjur

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB

Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

1 March 2026 • 18:56 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

By Aman2 March 2026 • 08:24 WIB0

Prolog Artikel ini membedah problematika krusial dalam penegakan hukum terhadap pembelaan terpaksa (noodweer) di tengah…

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim
  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.