Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menjaga Amanah Waktu » Page 8
Features Satire

Menjaga Amanah Waktu

Kumpulan Cerpen Reflektif Aparatur Peradilan
Tri IndroyonoTri Indroyono7 January 2026 • 11:06 WIB29 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

#Segmen 7 – Doa Seorang Petugas Keamanan

Ia selalu datang paling pagi dan pulang paling akhir. Seragamnya rapi, sepatu hitamnya mengilap meski telah lama dipakai. Namanya jarang disebut, wajahnya jarang diperhatikan. Namun hampir semua orang yang datang ke gedung itu pernah melewati hadapannya.

Petugas keamanan.

Aku sering melihatnya berdiri di dekat pintu masuk, menyapa setiap orang dengan senyum yang sama baik mereka datang dengan wajah marah, cemas, ataupun lelah. Ia tidak bertanya perkara apa yang dibawa. Ia hanya memastikan semua berjalan tertib, aman, dan manusiawi.

Suatu sore, setelah magrib, aku melihatnya duduk di bangku ruang tunggu yang kosong. Tangannya menengadah, bibirnya bergerak pelan. Ia berdoa.

Aku tidak berniat menguping. Namun keheningan membuat doa itu terdengar seperti bisikan yang jujur.

“Ya Allah,” katanya lirih, “Jika hari ini aku menjaga rumah keadilan ini, maka jagalah pula hatiku agar tetap lurus.”

Kalimat itu sederhana, tetapi menghujam. Aku tersadar, pengabdian tidak selalu berdiri di balik meja atau di atas mimbar persidangan. Ada yang berdiri di pintu, menjaga agar keadilan bisa masuk dan keluar dengan selamat.

Ia pernah bercerita singkat kepadaku, tanpa keluhan. Tentang panas matahari saat apel pagi, tentang dinginnya malam ketika harus berjaga lembur, tentang wajah-wajah manusia yang datang dengan emosi tak menentu.

“Tugas saya cuma satu, Pak,” katanya suatu ketika. “Jangan sampai orang yang sudah berat bebannya, pulang dengan hati yang lebih luka.”

Aku terdiam. Kalimat itu mengandung kebijaksanaan yang tidak tercantum dalam SOP mana pun.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).

Petugas keamanan itu mungkin tidak menulis putusan, tidak memberi layanan administrasi, tidak pula berbicara tentang pasal. Namun manfaatnya nyata menenangkan, menjaga, dan memastikan keadilan tidak kehilangan wajah manusianya.

Baca Juga  Saat Janji Rumput Menguap, Keadilan Runtuh diterkam Kepentingan

Pernah suatu hari, seorang pengunjung datang dengan suara tinggi dan langkah tergesa. Emosinya nyaris meledak. Ia berdiri di depan pintu, menuntut masuk. Petugas keamanan itu tidak meninggikan suara. Ia hanya berkata pelan, “Silakan duduk sebentar, Pak. Kita tarik napas dulu.”

Anehnya, kalimat itu bekerja. Lelaki itu duduk. Amarahnya mereda. Seolah ia diingatkan bahwa di tempat ini, keadilan tidak dibangun dengan teriakan.

Aku melihat kejadian itu dari jauh dan berpikir: beginilah seharusnya keadilan dijaga dengan ketenangan, bukan kekuasaan.

Di sela tugasnya, petugas keamanan itu menyimpan doa-doa kecil. Doa agar tidak terjadi keributan. Doa agar aparatur diberi kesabaran. Doa agar pencari keadilan pulang dengan harapan, bukan dendam.

Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang bersabar demi mencari keridaan Tuhan mereka…” (QS. Ar-Ra’d: 22)

Kesabaran itu tampak pada caranya berdiri berjam-jam tanpa mengeluh. Pada caranya menegur dengan santun. Pada caranya tetap tersenyum meski sering disalahpahami.

Suatu malam, sebelum pulang, aku melihatnya kembali berdo’a. Kali ini lebih lama. Setelah selesai, ia berdiri dan berkata padaku, “Saya cuma takut satu hal, Pak.”

“Apa itu?” tanyaku.

“Takut kalau saya menjaga gedung ini dengan baik, tapi lupa menjaga niat saya sendiri.”

Aku menunduk. Ketakutan itu bukan milik satu profesi. Ia adalah kegelisahan semua aparatur yang masih hidup nuraninya.

Doa seorang petugas keamanan mungkin tidak tercatat dalam laporan kinerja. Namun aku yakin, doa itu dicatat di tempat yang lebih tinggi. Ia menjadi penyangga sunyi bagi tegaknya keadilan.

Malam itu, saat lampu-lampu kantor dipadamkan satu per satu, aku menyadari: keadilan tidak hanya dijaga oleh mereka yang duduk di ruang sidang atau di balik meja pelayanan. Ia juga dijaga oleh mereka yang berdiri di pintu, dengan doa yang tidak pernah diumumkan.

Baca Juga  Panduan Menjadi Pejabat yang Nyaris Kompeten

Dan barangkali, doa-doa itulah yang paling jujur.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
satire
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Demo
Top Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Don't Miss

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

By Muhammad Adiguna Bimasakti15 January 2026 • 08:06 WIB

Sistem peradilan di Indonesia pada awalnya dirancang sederhana, dengan seluruh jenis perkara ditangani oleh Pengadilan-Pengadilan…

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire SuaraBSDK Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Abdul Ghani
  • Abiandri Fikri Akbar
  • Agus Digdo Nugroho
  • Ahmad Junaedi
  • Anderson Peruzzi Simanjuntak
Lihat semua →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.