Acara yang semula adem menjadi bergemuruh sekaligus syahdu. Bergemuruh, lantaran ke-25 orang mahasiswa itu antusias berbagi pengalaman juga syahdu karena mereka menyadari tidak lama akan kembali ke masyarakat saat wisuda. Lulus dari padepokan pendidikan dengan gembira. Gauedeamus igitur. “Ayo bergembira. Merayakan ilmu pengetahuan. Lazimnya padepokan, yang terminologi awal didefinisikan sebagai tempat para pendekar untuk berlatih dan belajar, maka Universitas Muhammadiyah Kisaran dan Pengadilan Negeri Kisaran dapat sinergis menjadi tempat berlatih dan belajar bagi tumbuh kembang dunia pendidikan” Kata Jimmy lagi.
Coaching Clinic Yang Enerjik & Enigmatik
Kegiatan klinis hukum atau kuliah lapangan yang berlangsung sejak 30 September 2025 dijadikan sarana agar para mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Asahan bisa menjadi pendulum yang mengukur keseimbangan antara teori dan praktik. ”Sebagai persiapan mahasiswa semester akhir untuk mematangkan ilmunya dengan berpraktik langsung di pengadilan. Agar tidak kaget bila ada perbedaan antara teori dengan praktek di lapangan” Ujar Sofian, S.H.,M.H, Dekan Fakultas Hukum, saat memberi sambutan. Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Negeri Kisaran banyak menerima mahasiswa klinis hukum. Selain Universitas Muhammadiyah Asahan, ada juga Universitas Asahan, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Padang Sidempuan), Universitas Amik Royal, Universitas Malikussaleh (Lhokseumawe).
Seremoni penutupan yang direncanakan singkat, ternyata berlanjut dalam waktu agak panjang. Para mahasiswa menyampaikan pendapatnya terhadap proses magang yang mereka ikuti. Sahrul Gunawan misalnya, mahasiswa angkatan 2022 memaparkan pengalamannya saat ikut bersidang. “Begitu bapak/ibu hakim masuk ruang sidang dengan tegas dan bersemangat, sepertinya situasi berubah menakuktkan terutama untuk para terdakwa yang mau disidang ya Pak” Kata Sahrul sambil terkekeh singkat. Sahrul dan kawan-kawan mahasiswa meyakini, masih ada “misteri” yang belum mereka pahami dari kedalaman batin para hakim saat memulai persidangan sampai pada amar putusan Mengadili.

Begawan Utara Yang Mewarnai Hukum Indonesia
Mengakhiri sambutannya, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kisaran menyampaikan harapan besar. Sejarah Indonesia telah mencatat dengan tinta emas bahwa Sumatera Utara melahirkan banyak Begawan, pemikir dan pendekar hukum yang berperan dalam sistem hukum Indonesia. Yang hari-hari belakangan, karyanya dijadikan pegangan mahasiswa fakultas hukum, penegak hukum maupun seluruh Masyarakat Indonesia. Sebut saja beberapa nama misalnya: Sutan Muhammad Amin Nasution (Pelopor Sumpah Pemuda 1928, Gubernur I Sumatera Utara yang juga Hakim), Adnan Buyung Nasution, Asmara Nababan, Marsilam Simanjuntak, Bismar Siregar, Yahya Harahap, Todung Mulya Lubis dan masih banyak nama lainnya. “Maka, bukan tidak mungkin nama berikutnya yang akan menambah panjang daftar begawan dan tokoh hukum Sumatera Utara adalah mahasiswa fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Asahan yang hari ini telah selesai melakukan praktek kerja lapangan di Pengadilan Negeri Kisaran” tutup Jimmy.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


