Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan Apresiasi dan Refleksi Akhir Tahun 2025 di Balairung Mahkamah Agung RI pada 30 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum evaluasi atas capaian kinerja peradilan sepanjang tahun serta penegasan komitmen terhadap reformasi peradilan menuju layanan yang semakin modern, transparan, dan terpercaya.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung RI, Yang Mulia Sunarto, menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan penutup fase ketiga Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010–2035, sekaligus fase transisi menuju Grand Design Reformasi Birokrasi 2025–2045. Berbagai transformasi digital di lingkungan peradilan disebut telah membawa lompatan besar dalam pelayanan hukum kepada masyarakat.
Sepanjang tahun ini, Mahkamah Agung berhasil mencatatkan sejumlah prestasi nasional. Di antaranya Opini WTP ke-13 berturut-turut, predikat Informatif pada Anugerah KIP, penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM, serta apresiasi dari Kementerian Keuangan dalam pengelolaan sertifikasi perbendaharaan. MA juga memperoleh penghargaan atas penyelesaian disparitas data pegawai dengan kategori sangat tinggi.
Selain itu, Mahkamah Agung meluncurkan berbagai inovasi layanan digital, seperti Aplikasi Laskar Kediklatan, Smart Majelis Tingkat Pertama, RESPEK, E-HUM, SMART-TPM, e-Akta Cerai, Badilum Learning Center, Ruang Tamu Virtual, SIMETRI, WASKITAMA, dan sistem digital lain yang mendukung percepatan penyelesaian perkara dan akses layanan publik berbasis teknologi.
Dari aspek penanganan perkara, MA mencatat lebih dari 37 ribu perkara berhasil diputus dengan produktivitas mencapai 99 persen, serta peningkatan signifikan pada minutasi elektronik. Transformasi ini terbukti menekan biaya perkara, menghemat penggunaan kertas, dan mempercepat distribusi putusan kepada masyarakat.
Dalam momentum refleksi akhir tahun ini, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan pesan moral bagi seluruh aparatur peradilan untuk menjaga integritas dan ketulusan dalam bekerja.
Teruslah mengabdi tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi tanpa mengharap apresiasi. Jangan menunggu sempurna untuk melayani secara paripurna. Justru di tengah keterbatasan, tulusnya pengabdian akan semakin berkesan,” tegasnya.
Acara ini juga diwarnai pemberian anugerah kepada satuan kerja dan pemenang lomba foto peradilan 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan peradilan.
Melalui refleksi ini, Mahkamah Agung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepercayaan publik, memperkuat integritas, serta melanjutkan langkah pembaruan menuju peradilan yang modern, bersih, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, Mahkamah Agung menutup tahun 2025 dengan optimisme menyongsong tahun 2026 dan agenda pembaruan peradilan berikutnya.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


