Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Walaupun Antar Penegak Hukum Sederajat Tapi Hakim Merupakan Sentra Penegakkan Hukum, Tegas Arsitek Utama Perancang KUHAP

24 February 2026 • 06:57 WIB

Kepemimpinan dan Manajemen Teknis Peradilan

23 February 2026 • 20:14 WIB

Di Hadapan Hakim Militer Matra Darat, Laut Dan Udara, Prof Eddy O Hiariej “KUHAP Dibentuk Bukan Untuk Memproses Pelaku Kejahatan & Haram Hukumnya Untuk Melakukan Tindakan Di Luar Apa Yang Tertulis”

23 February 2026 • 19:17 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » UNESCO Rumuskan 15 Prinsip Penggunaan AI dalam Proses Peradilan, ini Daftarnya!
Artikel Features

UNESCO Rumuskan 15 Prinsip Penggunaan AI dalam Proses Peradilan, ini Daftarnya!

Jatmiko WirawanJatmiko Wirawan23 February 2026 • 08:04 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian cepat dan merambah hampir semua bidang kehidupan, termasuk dunia peradilan. Di banyak negara, AI mulai digunakan untuk membantu pencarian yurisprudensi, pengelolaan perkara, hingga analisis risiko. Namun, di balik efisiensi dan kecepatan yang AI tawarkan, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana memastikan teknologi ini tidak merusak nilai keadilan itu sendiri?

Untuk menjawab kegelisahan tersebut, UNESCO menyusun Guideline for the Use of AI Systems in Courts and Tribunals. Pedoman ini tidak dimaksudkan untuk menolak teknologi, melainkan untuk memastikan bahwa penggunaan AI di pengadilan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan prinsip negara hukum.

Prinsip pertama dan paling penting dalam pedoman ini adalah Protection of Human Rights. Baik pada tahap perencanaan hingga penerapan, AI di lingkungan peradilan harus menghormati dan melindungi. 

UNESCO menekankan bahwa AI berisiko tinggi apabila menyentuh hak-hak dasar manusia. Karena itu, sistem semacam ini harus dilengkapi dengan mekanisme pengamanan yang kuat, termasuk penilaian dampak dan kejelasan tanggung jawab. Perlindungan juga harus diberikan secara khusus kepada kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, pengungsi, migran, dan kelompok minoritas yang selama ini kerap berada pada posisi lemah di hadapan hukum.

Dalam konteks peradilan, beberapa hak menjadi sangat krusial. Pertama adalah prinsip non-diskriminasi. AI harus dirancang secara adil dan tidak boleh menghasilkan atau memperkuat bias, baik berdasarkan ras, jenis kelamin, usia, agama, kondisi ekonomi, disabilitas, maupun latar belakang lainnya. 

Masih berkaitan dengan perlindungan Hak Asasi Manusia adalah kesetaraan di hadapan pengadilan. Penggunaan AI untuk mempermudah akses keadilan tidak boleh justru menciptakan hambatan baru. Tidak semua orang memiliki perangkat digital, keterampilan teknologi, atau kemampuan ekonomi yang sama. Prinsip leave no one behind menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak boleh meninggalkan siapa pun.

Selain itu, keadilan prosedural harus tetap dijaga. AI tidak boleh mengaburkan hak para pihak atas proses hukum yang jujur, terbuka, dan seimbang. Setiap penerapan teknologi perlu dievaluasi agar tidak menggerus prinsip peradilan yang adil.

Baca Juga  35 Tahun Peradilan Tata Usaha Negara Dan Pelindungan Ham

Perlindungan privasi dan data pribadi juga mendapat perhatian serius. Pengadilan mengelola data yang sangat sensitif. AI yang digunakan harus mampu menjaga kerahasiaan tersebut dan mencegah kebocoran atau akses tidak sah. Tanpa kepercayaan terhadap keamanan data, legitimasi peradilan dapat runtuh.

Prinsip Kedua yaitu Proportionality. UNESCO menegaskan bahwa penggunaan AI harus proporsional. Artinya, teknologi hanya boleh digunakan untuk tujuan yang sah dan sebanding dengan dampaknya. Tidak semua persoalan peradilan perlu diselesaikan dengan algoritma.

Prinsip Ketiga adalah Feasibility of Benefit. Sebelum mengadopsi AI, pengadilan juga harus memastikan adanya manfaat yang nyata dan dapat dicapai. AI seharusnya membantu kerja hakim, mempermudah pencari keadilan, dan meningkatkan layanan publik. Bukan sekadar mengikuti tren teknologi tanpa kesiapan institusi.

Prinsip Keempat adalah Safety dan Prinsip Kelima yaitu Information Security. Keamanan informasi menjadi syarat mutlak. Sistem AI harus aman, tidak menimbulkan kerugian, dan tahan terhadap ancaman siber. Yang terpenting, kendali atas data tetap berada di tangan pengadilan, bukan pihak ketiga.

Prinsip Keenam berbicara tentang Accuracy and Reliability. AI di pengadilan harus akurat dan andal, terutama dalam situasi nyata yang kompleks. Rekomendasi yang keliru dapat berdampak langsung pada hak dan kebebasan seseorang.

Oleh karena prinsip keenam berbicara tentang akurasi dan keandalan, tentu proses AI tersebut harus dapat dijelaskan. Maka dari itu Prinsip Ketujuh yang diatur adalah Explainability. Cara kerja AI harus dapat dijelaskan. Hakim dan pengguna lain perlu memahami bagaimana sistem tersebut menghasilkan suatu rekomendasi. AI tidak boleh menjadi “black box” yang hasilnya diterima begitu saja tanpa pemahaman yang memadai.

Selain dapat dijelaskan, sistem AI juga harus dapat diaudit. Pengawasan, baik teknis, administratif, maupun hokum, menjadi kunci untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan kepatuhan terhadap prinsip hukum. Hal ini menjadi Prinsip Kedepalan yang disebut dengan Auditability.

Prinsip Kesembilan adalah Transparent and Open Justice, Pedoman UNESCO menuntut transparansi. Masyarakat perlu tahu kapan dan bagaimana AI digunakan di pengadilan. Informasi mengenai tujuan, kemampuan, keterbatasan, dan potensi kesalahan AI harus disampaikan secara jelas, terutama jika keputusan tersebut berdampak pada hak seseorang. 

Baca Juga  Tajuk Redaksi : KUHP dan KUHAP Baru: Menjaga Arah Pembaruan

Yang tak kalah penting, keputusan yang diambil dengan bantuan AI tetap menjadi tanggung jawab manusia. Aparat Peradilan tidak boleh berlindung di balik teknologi. AI hanyalah alat bantu, bukan pengambil keputusan. Ini alasan kenapa UNESCO menempatkan Awareness and Informed Use pada sebagai Prinsip Kesepuluh dan Responsibility sebagai Prinsip Kesebelas yang sangat penting dalam penggunaan AI.

Prinsip Keduabelas adalah Accountability and Contestability, Peradilan harus melindungi hak pihak yang dirugikan untuk menggugat dan meminta pertanggungjawaban. Pihak yang terdampak berhak menantang, menguji, dan mempertanyakan hasil yang dihasilkan oleh AI.

Prinsip Ketigabelas dan Keempat belas adalah Human oversight and decision-making serta Human-centric and participatory design. UNESCO menegaskan bahwa AI harus dirancang dengan pendekatan yang berpusat pada manusia. Teknologi ini hadir untuk membantu peradilan bekerja lebih baik, bukan menggantikan peran hakim atau menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam putusan.

Multi-stakeholder governance and collaboration menjadi Prinsip Kelimabelas dalam pedoman ini. Pengembangan dan penerapan AI di pengadilan perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan kelompok rentan. Dengan cara itulah, AI dapat menjadi alat yang memperkuat keadilan, bukan justru menjauhkannya dari nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah derasnya arus teknologi, pedoman UNESCO ini menjadi pengingat bahwa keadilan bukan sekadar soal kecepatan dan efisiensi, melainkan tentang manusia, keadilan, dan kepercayaan terhadap proses hukum.

Jatmiko Wirawan
Kontributor
Jatmiko Wirawan
Hakim Pengadilan Negeri Sidikalang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

AI di Peradilan Akuntabilitas AI artificial intelligence Auditability Explainability Hak Asasi Manusia Human Oversight Teknologi dan Hukum Transparansi Peradilan UNESCO
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kepemimpinan dan Manajemen Teknis Peradilan

23 February 2026 • 20:14 WIB

Peningkatan Kesejahteraan Hakim sebagai Pintu Masuk Perbaikan Peradilan Berkelanjutan

23 February 2026 • 14:35 WIB

Mengawal Pembaruan Hukum Nasional: Penguatan Kompetensi Hakim Militer dan Hakim TUN dalam Implementasi KUHAP dan Sengketa Pertanahan 

23 February 2026 • 10:30 WIB
Demo
Top Posts

Kepemimpinan dan Manajemen Teknis Peradilan

23 February 2026 • 20:14 WIB

Peningkatan Kesejahteraan Hakim sebagai Pintu Masuk Perbaikan Peradilan Berkelanjutan

23 February 2026 • 14:35 WIB

Mengawal Pembaruan Hukum Nasional: Penguatan Kompetensi Hakim Militer dan Hakim TUN dalam Implementasi KUHAP dan Sengketa Pertanahan 

23 February 2026 • 10:30 WIB

UNESCO Rumuskan 15 Prinsip Penggunaan AI dalam Proses Peradilan, ini Daftarnya!

23 February 2026 • 08:04 WIB
Don't Miss

Walaupun Antar Penegak Hukum Sederajat Tapi Hakim Merupakan Sentra Penegakkan Hukum, Tegas Arsitek Utama Perancang KUHAP

By Rangga Lukita Desnata24 February 2026 • 06:57 WIB0

Tanpa ragu Prof. Eddy O Hiariej menyatakan “walaupun antar penegak hukum memiliki kedudukan yang sederajat…

Kepemimpinan dan Manajemen Teknis Peradilan

23 February 2026 • 20:14 WIB

Di Hadapan Hakim Militer Matra Darat, Laut Dan Udara, Prof Eddy O Hiariej “KUHAP Dibentuk Bukan Untuk Memproses Pelaku Kejahatan & Haram Hukumnya Untuk Melakukan Tindakan Di Luar Apa Yang Tertulis”

23 February 2026 • 19:17 WIB

Memaknai Kembali Konsep Hak Bangsa dan Hak Menguasai Negara di Tengah Dinamika Regulasi Pertanahan di Indonesia

23 February 2026 • 18:36 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Walaupun Antar Penegak Hukum Sederajat Tapi Hakim Merupakan Sentra Penegakkan Hukum, Tegas Arsitek Utama Perancang KUHAP
  • Kepemimpinan dan Manajemen Teknis Peradilan
  • Di Hadapan Hakim Militer Matra Darat, Laut Dan Udara, Prof Eddy O Hiariej “KUHAP Dibentuk Bukan Untuk Memproses Pelaku Kejahatan & Haram Hukumnya Untuk Melakukan Tindakan Di Luar Apa Yang Tertulis”
  • Memaknai Kembali Konsep Hak Bangsa dan Hak Menguasai Negara di Tengah Dinamika Regulasi Pertanahan di Indonesia
  • Kebijakan Dan Arah Pembaharuan Serta Asas-Asas Kuhap Baru (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025)

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com :  redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.