Pelatihan Teknis Yudisial Filsafat Hukum menjadi salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan program Pusdiklat Teknis Peradilan sepanjang tahun 2025. Sebagai pelatihan baru, program ini mendapat respons luar biasa dari aparatur peradilan. Dari rencana awal hanya 80 peserta, jumlah peminat melonjak hingga 716 orang, sehingga pelatihan ini akhirnya diselenggarakan dalam dua gelombang, yakni Gelombang I dengan 296 peserta dan Gelombang II dengan 420 peserta. Tingginya antusiasme tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan aparatur peradilan terhadap penguatan pemahaman filosofis dalam penegakan hukum.

Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 Pusdiklat Teknis Peradilan mencatat capaian yang membanggakan dalam pelaksanaan berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Berdasarkan laporan rencana dan realisasi kegiatan, jumlah peserta yang mengikuti program pendidikan dan pelatihan mencapai 6.689 orang, jauh melampaui target awal sebanyak 1.900 peserta. Dengan capaian tersebut, persentase realisasi kegiatan mencapai 352,05 persen.
Capaian ini didorong oleh pelaksanaan sejumlah Program Nasional yang berjalan optimal. Berbagai kegiatan sertifikasi, seperti Sertifikasi Niaga, Mediasi, Lingkungan Hidup (LH), SPPA, hingga Sertifikasi Tipikor, tidak hanya memenuhi kuota yang direncanakan, tetapi juga mencatatkan jumlah peserta yang melebihi target. Program kerja sama PS HKI (MA–JICA) juga terlaksana sesuai rencana dengan realisasi penuh.
Selain Pelatihan Teknis Yudisial Filsafat Hukum, antusiasme peserta juga terlihat pada berbagai Pelatihan Teknis Yudisial lainnya. Program Pelatihan Teknis Yudisial KUHP Nasional Gelombang 1 sampai dengan 6 menjadi pelatihan dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai 3.706 orang. Sementara itu, Pelatihan Teknis Yudisial Dispensasi Kawin mencatat realisasi signifikan dengan 511 peserta, meskipun kuota awal hanya 40 peserta. Pelatihan lainnya, seperti Pelatihan Teknis Yudisial Koneksitas, Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, Pelatihan Teknis Yudisial Sengketa Tindakan Pemerintah, serta Pelatihan Teknis Yudisial Eksekusi Perdata (Agama), turut berkontribusi terhadap tingginya capaian realisasi pelatihan sepanjang tahun.
Di samping pelatihan teknis yudisial, Pusdiklat Teknis Peradilan juga memberikan perhatian khusus pada penguatan kapasitas aparatur kepaniteraan dan kejurusitaan. Pelatihan Panitera dan Panitera Pengganti diikuti oleh 564 peserta, sementara pelatihan Jurusita dan Jurusita Pengganti berhasil menjaring 323 peserta, jauh melampaui kuota yang telah ditetapkan.
Keberhasilan pelaksanaan program tahun 2025 tidak terlepas dari dukungan berbagai lembaga kerja sama, baik nasional maupun internasional. Pusdiklat Teknis Peradilan menjalin kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, antara lain Ditgakum Kemenkeu RI, Kejaksaan RI, Kementerian Huku, Kepolisian RI, PPATK, BI, OJK, ICEL, JICA, LEIP, UNODC, dan CDS. Melalui kerja sama tersebut, total peserta yang terlibat tercatat sebanyak 701 orang. Dengan capaian yang melampaui target serta tingginya antusiasme terhadap pelatihan baru Pelatihan Teknis Yudisial Filsafat Hukum, Pusdiklat Teknis Peradilan meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia peradilan. Ke depan, berbagai program pelatihan dan sertifikasi akan terus dikembangkan agar semakin relevan dengan kebutuhan aparatur peradilan serta dinamika hukum yang terus berkembang.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


