Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » IKAHI DAN KEPEDULIAN SOSIAL
Liputan Khusus Munas IKAHI 2025

IKAHI DAN KEPEDULIAN SOSIAL

Redpel SuaraBSDKRedpel SuaraBSDK14 December 2025 • 20:25 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

[Artikel ini adalah Artikel yang pernah dibuat oleh Syamsul Arief, Pimpinan Umum suarabsdk.com pada tahun 2018 di portal rilis.id  sebagai refleksi kritis dan harapan agar IKAHI tetap memiliki arti dan manfaat bagi anggotanya para hakim diseluruh Nusantara. Redaksi suara bsdk.com memuatnya kembali dalam liputan khusus munas IKAHI untuk mengingatkan agar IKAHI menjadi organisasi perjuangan hakim dan memiliki daya guna tinggi untuk tegaknya keadilan, kemanusiaan dan kesejahteraan]

Suarabsdk.com, Ancol – ketika bencana datang bertubi-tubi di beberapa daerah dan yang menjadi korban adalah warga pengadilan di beberapa kabupaten/kota provinsi di Nusantara. Cerita bencana itu hanya menjadi urusan getir bagi para korban dan keluarganya sendiri.

Mahkamah Agung RI (MA) sebagai Lembaga peradilan tertinggi maupun Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) sebagai paguyuban profesi di pengadilan nir empati. Biar pun sekadar memberi ucapan keprihatinan atas musibah yang telah terjadi.

Memang zaman itu revolusi teknologi informasi belum sedahsyat saat ini. Tapi, setidaknya ada televisi dan ada pula media cetak lokal maupun nasional yang harusnya dapat dipakai untuk menyampaikan pesan empati.

Boro-boro mau datang sendiri pejabat-pejabat itu untuk melihat anakbuahnya yang remuk-redam, hancur tertimpa bencana saat menjalankan tugas di daerah. Bahkan memanfaatkan televisi dan koran sambil berdiri sedih di depan kamera dan juru tinta, lalu menyampaikan bahwa lembaga dan organisasi prihatin dan ikut merasa larut dalam duka mendalam, hal tersebut tidak dilakukan.

Mungkin saja ada dalih saat itu sesungguhnya sudah dilakukan. Tapi saya dan mungkin warga pengadilan di daerah lainnya tidak mendengar, membaca dan merasakan dalih itu. Mungkin saya saat itu sosok yang terlalu pelosok untuk mendapat pesan solidaritas lembaga dan organisasi waktu itu.

Dari hakim yang hilang diculik sekelompok separatis Aceh saat menjalankan tugas pada tahun 2000, yang menjadi _trigger_ eksodusnya puluhan hakim Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama (PA), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan militer di wilayah Aceh.

Jasad maupun makam hakim PN Tapaktuan Koento Hadi Poernomo SH simpang-siur keberadaannya hingga kini. Anaknya tidak akan pernah tahu sosok ayahnya karena saat Koento berangkat ke Aceh ia meninggalkan istrinya di Jawa dalam kondisi hamil.

Hanya kesedihan level dewa yang bisa dirasakan anaknya yang kini telah dewasa jika malam-malam rapuh tiba. Nalurinya terketuk mencari sosok ayah yang tidak pernah dilihatnya sejak lahir, tapi dirasakan kehadiran ayahnya mengalir di pembuluh darah. Tidakkah itu dulu dipikirkan? Tidakah kesedihan seorang anak yang merindukan bapak hanya melalui foto usang itu dirasakan IKAHI saat itu?

Dulu, ya dulu sekali, kita belajar menghapus cerita getir hakim Koento di memori dengan mengganti cerita getir lainnya tentang kisah Hakim Agung Ketua Muda Bidang Pidana MA Syafiudidin Kartasasmita yang merenggang nyawa ditembak mati di jalanan tahun 2001.

Memaklumi situasi itu dalam simplikasi jika hakim agung saja bisa tewas dalam bertugas, apalagi hakim tingkat pertama di daerah. Kala itu peristiwa seperti itu minim simpati kelembagaan organisasi dan menjauhkan diri kita dari hikmah solidariti. Yang dimunculkan malah sisi gelap pribadi hakim yang tewas itu secara sepihak, seolah kematiannya layak ditanggungnya sendiri.

Baca Juga  Ketua MA Singgung IKAHI Sebagai Wadah Tunggal Organisasi Profesi Bagi Hakim Dalam Pembukaan Munas IKAHI ke-XXI Tahun 2025 Ancol

Ada cerita berbuku-buku. Cerita tentang hakim dan keluarga pengadilan baik di PN, PA, dan PTUN/militer, yang berjuang dalam pengungsian. Bahkan merasakan sedih dan penyesalan tak berkesudahan karena kehilangan keluarga yang dicintai akibat bencana gempa dan tsunami saat bertugas di daerah seperti Lampung, Bengkulu, Aceh, Nias, Yogyakarta, dan Padang.

Dulu, tapi itu dulu sekali saya dan mungkin warga pengadilan lainnya tidak merasakan hadirnya lembaga dan organisasi di tengah-tengah kesedihan itu. Mungkin saya terlalu besar harapan, terlalu cengeng hingga mengeluhkan, terlalu lemah menerima kenyataan.

Bahwa sebagai orang yang berprofesi siap ditempatkan di mana saja, bekerja layaknya peladang berpindah, harusnya sadar sedari awal tentang risiko pekerjaan. Hingga saya dan mungkin warga pengadilan lainnya kemudian meneguhkan bahwa memang nasib demikian, terima saja, hadapi dan rasakan sendiri sebagai bagian dari hidup dalam tahapan.

Lalu kini, ya kini, saya melihat dan merasakan sendiri bagaimana solidaritas dari lembaga hadir dan peduli di tengah-tengah bencana yang dirasakan keluarga pengadilan saat tertimpa musibah. Hal yang sangat sederhana misalnya, IKAHI selalu mengirimkan karangan bunga duka cita ke alamat rumah duka jika ada kabar hakim berpulang ke rahmatullah.

Karangan bunga memang sederhana tapi pesan yang disampaikan organisasi melalui papan bunga ucapan duka (menyusul ucapan duka dan simpati dari media sosial lainnya), tentu mewakili pesan ratusan ribu hakim di Nusantara. Bahwa, MA dan IKAHI ikut larut dalam duka mendalam atas kesedihan dan memetik hikmah suatu saat datang giliran.

Kini, ya kini, cerita tentang solidaritas lembaga dan organisasi makin lebih baik. Pada September 2018 lalu Mahkamah Agung Ri dan IKAHI di tengah-tengah keriuhan merayakan Turnamen Tenis warga pengadilan di Bali, masih menyempatkan waktu untuk menyalurkan donasi atas musibah gempa di Lombok.

Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali bersama wakil ketua MA dan unsur pimpinan MA serta para pejabat eselon I MA hadir langsung melihat kondisi bencana di lapangan. Mereka menyerahkan donasi yang dikumpulkan dari MA dan warga pengadilan seluruh nusantara berjumlah total sebesar Rp1,58 miliar.

Dana sebesar Rp 800 juta telah disalurkan secara tunai kepada sebagian warga pengadilan di wilayah hukum Lombok dan sebagian lagi kepada masyarakat lainnya melalui Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhamad Amin.

Sedangkan sisa donasi lainnya diberikan dalam bentuk barang berupa enam unit tenda pleton ukuran 6 x 14 meter, 50 tenda keluarga, 400 lembar selimut, sarung, matras, dan sleeping bag. Waktu itu saya ada di Bali dan baru beberapa hari pulang dari bertugas menjadi Relawan 69, yakni kelompok relawan kemanusiaan lintas profesi di Lombok.

Baca Juga  WACANA “ONE MAN, ONE VOTE” DALAM PEMILIHAN KETUA UMUM PP IKAHI

Saya sangat antusias dengan apa yang dilakukan oleh MA dan IKAHI tersebut. Dalam hati, saya merasa baru kall itulah saya berada dalam puncak rasa bangga sebagal warga MA dan anggota IKAHL Haru melihat pimpinan lembaga dan organisasi tempat saya bekerja dan bernaung melakukan aksi solidaritas dan kemanusiaan secara langsung kepada warganya sendiri dan masyarakat lainnya. Sungguh jauh berbeda dengan masa-masa yang lalu.

Kebanggaan saya makin bertambah terhadap Mahkamah Agung dan IKAHI ketika terjadi kehancuran akibat bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Donggala, dan Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. MA dan IKAHI memobilisasi dan mengorganisasi bantuan dari seluruh penjuru warga pengadilan di tanah air melalui rekening donasi Mahkamah Agung, IKAHI, dan Dharmayukti Karini, organisasi perempuan warga pengadilan.

Bantuan kemanusian tersebut diberikan dalam bentuk dana ratusan juta rupiah, makanan, tenda, dan pakaian kepada warga pengadilan serta warga Sulteng lainnya.

Beberapa minggu usai bencana di Sulawesi Tengah tersebut kemudian IKAHI sebagai organisasi yang menaungi hakim seluruh Indonesia itu, mengirimkan belasan tim relawan IKAHI yang terdiri dari hakim-hakim muda untuk turun langsung melakukan aksi heroik dan kemanusiaan. Menyalurkan bantuan dari Mahkamah Agung dan IKAHI di titik Bencana di Palu, Donggala, dan Sigi.

Belasan Relawan IKAHI tersebut begabung bersama para hakim dan warga pengadilan lainnya di Sulawesi Tengah dengan bergotong-royong membangun puluhan hunian sementara (huntara), trauma healing korban, dan memberi bantuan medis dengan menggandeng dokter-dokter dari keluarga pengadilan.

Kini ya kini, Mahkamah Agung dan IKAHI makin responsif dan sudah tidak canggung lagi. Di media sosial dan televisi saya melihat begitu cepat dan tanggapnya lembaga dan organisasi ini dalam merespons situasi krisis dan bencana.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI Dr H Suhadi SH MH dengan jajaran pengurus terasnya langsung menggelar rapat dan pers rilis sesaat setelah empat orang hakim yang berada di antara 189 penumpang pesawat Lion Air GT 610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan laut Tanjung Kerawang pada Senin (29/10/2018).

IKAHI langsung menyampaikan simpati dan kesedihan yang mendalam mewakili ratusan ribu warga pengadilan di Indonesia atas peristiwa jatuhnya pesawat, yang hingga kini masih terus dilakukan pencarian tehadap jasad-jasad korban.

IKAHI menyerukan untuk memasang pita hitam sebagal simbol duka mendalam dan kehilangan atas empat orang hakim yang berada dalam pesawat tersebut. Pengurus pusat IKAHI juga mengirimkan relawan ke Pelabuhan JICT Tanjung Priok untuk bertugas membantu keluarga pengadilan yang menjadi korban, mendapat pelayanan dan informasi akurat dalam pencarian korban jatuhnya pesawat tersebut.

Seruan dan aksi yang sederhana dari IKAHI ini tentu membangkitkan solidaritas dan merajut kembali kecintaan terhadap lembaga Mahkamah Agung RI dan organisasi IKAHI

Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H.
Syamsul Arief Kepala BSDK MA
Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ikahi
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

PP IKAHI gelar Donor Darah dalam rangka HUT IKAHI ke -73

5 February 2026 • 11:17 WIB

Urgensi Perpanjangan Usia Pensiun Hakim dalam Perspektif Komparatif dan Analisis Opsi RUU Jabatan Hakim

30 December 2025 • 22:33 WIB

Hakim Muda Progresif dalam Kepengurusan IKAHI 2025-2028

30 December 2025 • 14:51 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

By Aman2 March 2026 • 08:24 WIB0

Prolog Artikel ini membedah problematika krusial dalam penegakan hukum terhadap pembelaan terpaksa (noodweer) di tengah…

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim
  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.