Jakarta — Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah Musyawarah Nasional (Munas) ke-XXI Tahun 2025 menetapkan Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI masa bakti 2025–2028. Momentum ini ditandai dengan penutupan Munas oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Sunarto, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menilai pergantian kepemimpinan IKAHI sebagai proses penting dalam menjaga kesinambungan organisasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bukan hanya diukur dari program kerja, tetapi juga dari kemampuannya membangun regenerasi yang sehat dan berkelanjutan.
Mahkamah Agung juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum PP IKAHI periode 2022–2025, Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum., atas pengabdian dan capaian selama tiga tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan sebelumnya, IKAHI dinilai berkembang menjadi organisasi yang semakin besar dan modern, sejalan dengan tuntutan zaman.
Namun demikian, Mahkamah Agung mengingatkan bahwa kepengurusan baru akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dunia peradilan dituntut untuk terus memperkuat integritas hakim, meningkatkan kualitas putusan, serta menghadirkan pelayanan peradilan yang berkeadilan dan berwibawa.
“Kepemimpinan yang baru membutuhkan dukungan pemikiran, tenaga, dan kebersamaan seluruh anggota,” tegas Ketua Mahkamah Agung. Dukungan tersebut dinilai krusial agar IKAHI tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan profesi hakim di tengah sorotan publik.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


