Cerita tentang IKU di BSDK
Pada suatu forum internal di lingkungan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI, muncul refleksi sederhana namun mendalam: bagaimana memastikan seluruh kerja BSDK benar-benar bermuara pada kepentingan publik dan tujuan besar Mahkamah Agung? Dari pertanyaan inilah kisah Indikator Kinerja Utama (IKU) menemukan maknanya.
Apa itu Indikator Kinerja Utama?
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007, Indikator Kinerja Utama Instansi Pemerintah adalah ukuran keberhasilan utama yang menggambarkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. IKU disusun secara terbatas namun esensial, berorientasi pada hasil (outcome), serta mencerminkan tugas dan fungsi utama organisasi. Dengan IKU, kinerja tidak lagi dinilai dari banyaknya aktivitas, melainkan dari sejauh mana aktivitas tersebut memberi manfaat nyata bagi publik.
Mengapa IKU menjadi penting?
Bagi BSDK, IKU adalah kompas. Tanpa kompas, sebuah perjalanan berisiko tersesat meski ditempuh dengan penuh kesungguhan. IKU memastikan bahwa seluruh upaya pengembangan kebijakan, pendidikan, dan pelatihan hukum dan peradilan berjalan terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat pencari keadilan.
Siapa yang bergerak dan di mana arah itu dituju?
Dalam sistem pemerintahan, arah besar organisasi dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian/Lembaga. Renstra menetapkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis jangka menengah. IKU hadir sebagai terjemahan operasional dari Renstra tersebut. Di sinilah seluruh unit kerja, termasuk BSDK, bergerak bersama dalam satu garis tujuan yang sama, memastikan tidak ada langkah yang berjalan sendiri-sendiri.
Mengapa diterbitkan SK IKU BSDK?
Sebagai bagian dari penataan tersebut, Kepala BSDK menerbitkan Surat Keputusan Nomor 195/BSDK/SK.OT1.6/X/2025 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama pada BSDK Mahkamah Agung RI. Keputusan ini menjadi penanda penting bahwa IKU BSDK ditetapkan secara resmi sebagai acuan kinerja, dasar penyusunan rencana dan perjanjian kinerja, serta instrumen evaluasi capaian kinerja secara berkelanjutan. Dengan demikian, setiap program dan kegiatan BSDK memiliki tolok ukur yang jelas dan terhubung langsung dengan tujuan strategis organisasi.
Satu Tujuan dalam Satu Tatanan
IKU BSDK tidak disusun secara terpisah, melainkan selaras dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 168/KMA/SK.RA.1.3/IX/2025 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025–2029. Keselarasan ini memastikan bahwa kontribusi BSDK menjadi bagian utuh dari pencapaian kinerja Mahkamah Agung secara keseluruhan. Setiap capaian BSDK adalah bagian dari capaian institusi induk, dan setiap langkah kecil di BSDK ikut menentukan wajah besar peradilan Indonesia.
Dari Gagasan Ideal ke Tindakan Nyata
Dalam pemikiran Plato, tatanan yang baik lahir dari keselarasan antara gagasan ideal dan tindakan nyata. Plato mengajarkan bahwa organisasi –seperti halnya negara– akan berjalan adil dan tertib apabila setiap unsur melaksanakan perannya sesuai tujuan dan berada di bawah tuntunan rasio (logos). Renstra dapat dipahami sebagai gambaran tujuan ideal organisasi, sementara IKU adalah alat rasional yang memastikan tujuan tersebut hadir dalam praktik sehari-hari.
Dalam konteks BSDK, IKU berfungsi menjaga harmoni organisasi: setiap unit mengetahui perannya, setiap kinerja diukur secara objektif, dan setiap capaian diarahkan pada kebaikan bersama. Inilah esensi public sentris—bahwa kinerja birokrasi bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi publik.
Kinerja sebagai Jalan Menuju Kepercayaan
Pada akhirnya, IKU bukan sekadar daftar indikator. Ia adalah cerita tentang bagaimana BSDK menjaga arah, menyelaraskan tujuan, dan memastikan bahwa setiap kerja memiliki makna. Sebagaimana Plato menekankan pentingnya keteraturan dan keadilan dalam tatanan bersama, IKU menjadi sarana bagi BSDK untuk menghadirkan kinerja yang rasional, selaras, dan berorientasi pada kepentingan publik. Di sanalah kinerja menemukan nilainya, dan kepercayaan publik tumbuh dengan sendirinya.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

