Selasa Pagi (13/01) dalam rangkaian kegiatan Orientasi Dan Pelatihan Mentoring Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia yang diselenggarakan bertempat di Hotel Holiday Inn Jakarta Gajah Mada, Ketua MA sampaikan pesan “representasi dan kepemimpinan hakim perempuan adalah bagian dari strategi membangun peradilan yang berwibawa, bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik, dan bagian dari tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar dirasakan oleh semua orang. Tanpa terkecuali. Untuk itulah, saya (Ketua MA Prof Sunarto) ingin mengajak kita semua, baik laki-laki maupun perempuan, untuk melihat isu ini bukan sebagai agenda kelompok tertentu, melainkan sebagai agenda kelembagaan Mahkamah Agung.”
Acara ini dimaksudkan untuk melakukan orientasi dan pelatihan bagi calon mentor gelombang pertama hakim perempuan sekaligus kegiatan peluncuran buku panduan mentoring bagi para mentor sebagai bagian rencana implementasi program mentoring sebagai alah satu program kerja (BPHPI) dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan hakim perempuan dengan tujuan memperkuat kepemimpinan berbasis integritas, meningkatkan profesionalistas teknis peradilan menavigasi tantangan structural dan bias gender serta membangun jaringan professional bagi hakim perempuan.
Dalam lanjutan penyampaian Keynote Speech Ketua MA juga menyampaikan “Inilah yang menyebabkan Pimpinan Mahkamah Agung sejak tahun 2023, mendorong dan mendukung langkah-langkah hakim perempuan untuk menunjukkan kiprahnya, mengambil peran, serta berkontribusi lebih besar secara kelembagaan untuk badan peradilan Indonesia. Langkah-langkah tersebut kami refleksikan dengan melakukan survei kepemimpinan hakim perempuan di tahun 2023, mengutus delegasi hakim perempuan untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil survei tersebut dalam konferensi dua tahunan International Association of Women Judges (IAWJ), di Maroko pada Mei 2023, dan sesudahnya, membentuk wadah khusus hakim perempuan di dalam tubuh Ikatan Hakim Indonesia, sehingga lahir lah Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) pada 27 September 2023.”
Acara tersebut juga turut mengundang dan dihadiri oleh YM Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, YM Wakil Ketua MA Bidang No Yudisial, Para Ketua Kamar Hakim Agung, YM Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia, Ketua Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia, Nicola Campion, Minister-Counsellor for Political and Strategic Communications, Australian Embassy, Para Pejabat Eselon I di lingkungan MARI, Craig Ewers, Team Leader AIPJ, Ibu Cate, Ibu Leisha selaku penasihat AIPJ, Dr. Wiwiek Awiati, S.H., M.H., Penasihat Pembaruan Peradilan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


