Prolog
Buku ini lahir dari ruang-ruang sunyi yang jarang terdengar. Dari kursi Panitera Pengganti yang sering luput dari sorot, namun tak pernah absen dari tanggung jawab. Dari ketukan palu yang terdengar tegas, dan dari risalah sidang yang ditulis dalam senyap, tetapi menentukan arah keadilan.
“Khayalan dan Pengalaman Seorang Panitera Pengganti” bukan sekadar kumpulan cerpen, melainkan serpihan perenungan seorang aparatur peradilan yang mencoba berdialog dengan dirinya sendiri. Antara aturan dan rasa, antara kewajiban dan keikhlasan, antara rutinitas dan makna pengabdian.
Khayalan dalam buku ini bukanlah pelarian, melainkan cara untuk bertahan. Cara untuk menjaga nurani agar tidak tumpul oleh berkas, tidak lelah oleh jadwal sidang, dan tidak kering oleh formalitas. Pengalaman yang dituangkan di sini adalah pengalaman manusia biasa yang belajar jujur di tengah godaan, belajar sabar di tengah tekanan, dan belajar rendah hati di balik jabatan.
Sebagai aparatur peradilan, penulis menyadari bahwa keadilan tidak hanya diukur dari putusan, tetapi juga dari proses yang dijalani dengan amanah. Dari kata-kata yang dicatat dengan jujur. Dari waktu yang dijaga dengan disiplin. Dari sikap yang tetap manusiawi, meski dibalut seragam negara.
Buku ini dipersembahkan bagi para aparatur peradilan yang setiap hari bekerja dalam diam, bagi mereka yang menjaga keadilan tanpa banyak bicara, dan bagi siapa pun yang percaya bahwa pengabdian adalah jalan sunyi yang mulia. Jika cerpen-cerpen ini mampu mengajak pembaca berhenti sejenak, merenung, dan menata kembali niat dalam bekerja, maka buku ini telah menemukan maknanya.
Akhirnya, semoga setiap halaman menjadi pengingat bahwa jabatan hanyalah titipan, waktu adalah amanah, dan keadilan adalah tanggung jawab yang kelak dipertanggungjawabkan bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Adil.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


