Dalam ruang organisasi yang dinamis, pendapat tak selalu sejalan, cara pandang tak selalu serupa, dan gagasan sering kali lahir dari sudut yang berbeda. Namun dari keberagaman itulah sebuah organisasi menemukan arah, warna, dan kekuatannya. Sebab, sebagaimana disampaikan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, kekompakan bukanlah ketiadaan perbedaan, melainkan seni untuk mengelola perbedaan secara dewasa, bijak, dan konstruktif, demi kepentingan organisasi dan profesi hakim itu sendiri
Pesan ini mengemuka dalam prosesi pelantikan Pengurus Pusat IKAHI Masa Bakti 2025–2028, di mana IKAHI ditegaskan bukan semata wadah berhimpun, tetapi rumah besar yang mempersatukan para hakim di seluruh Indonesia. Rumah yang menjaga martabat, kehormatan, dan profesionalisme; tempat ide bertemu, argumen berdiskusi, dan keputusan bermuara pada kepentingan bersama.
Dalam kehidupan organisasi, wajar jika perbedaan hadir. Ada suara muda yang bersemangat, ada pengalaman senior yang matang, ada gagasan progresif yang menantang kenyamanan. Namun sebagaimana amanat Ketua Mahkamah Agung, kedewasaan dalam berorganisasi terletak pada kemampuan merawat ruang dialog. Bukan untuk menyatukan semua pikiran menjadi satu, tetapi untuk menjadikan perbedaan sebagai energi yang menggerakkan organisasi ke arah yang lebih baik.
IKAHI, sebagai satu-satunya organisasi profesi hakim di Indonesia, memikul tanggung jawab besar, menjaga integritas, memperkuat solidaritas, meningkatkan keilmuan, sekaligus membangun budaya intelektual yang sehat di kalangan hakim. Perbedaan gagasan justru memperkaya, memperluas sudut pandang, dan melahirkan keputusan yang lebih bijaksana jika diolah dalam semangat kebersamaan.
Dalam konteks itu, Suara BSDK hadir sebagai ruang penyebaran informasi, edukasi, dan publikasi positif peradilan. Melalui pemberitaan, dokumentasi, dan narasi reflektif, Suara BSDK menjadi kanal yang menjembatani komunikasi antarpemangku kepentingan, menghidupkan ruang gagasan, serta turut mengawal perjalanan IKAHI dalam masa bakti ke depan. Suara BSDK akan terus menjadi suara yang merekam langkah organisasi profesi hakim, mengabarkan arah kebijakan, serta menyuarakan nilai-nilai luhur lembaga peradilan.
Karena pada akhirnya, kekompakan bukanlah tentang siapa yang benar atau siapa yang lebih banyak. Kekompakan adalah ketika semua duduk bersama, saling mendengar, saling menghormati, dan sepakat untuk memilih yang terbaik bagi organisasi.
Dan bila integritas adalah napas profesi hakim, maka kebersamaan adalah langkahnya. Langkah yang membawa IKAHI tidak hanya menjadi organisasi yang besar, tetapi rumah yang matang dalam berpikir, dewasa dalam bersikap, dan solid dalam menjaga kehormatan peradilan.
“Perbedaan memperkaya. Kekompakan menguatkan. Bersama, kita menjaga marwah hakim Indonesia.“
~ Prof. Dr SUNARTO, Ketua Mahkamah Agung RI
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


