Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Refleksi Sambut Tahun Baru 2026
Artikel Features Filsafat

Refleksi Sambut Tahun Baru 2026

SyihabuddinSyihabuddin31 December 2025 • 13:01 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Time Flies

Tanpa terasa kita sudah berada di penghujung akhir 2025. Rasanya baru kemarin memasuki tahun di mana terdapat 1451 Hakim baru dikukuhkan oleh YM Ketua Mahkamah Agung di hadapan Presiden. Itu lah waktu, bergerak pelan, berjalan lambat, merangkak perlahan tapi pasti. Waktu akan terus berlalu dan berganti, tanpa ada yang dapat menghentikannya, kecuali Sang Pencipta Waktu itu sendiri. Demikianlah ketetapan Allah, sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya.

Pada umumnya pergantian masa atau waktu ditandai dengan berbagai peristiwa yang khas. Pergantian jam ditandai dengan dentingan bunyi lonceng atau bel. Pergantian siang ke malam ditandai keluarnya kelelawar dari sarangnya. Sebaliknya, kehadiran pagi yang menggantikan malam ditandai dengan berkokoknya ayam jantan. Demikian seterusnya, sehingga tidak mengherankan bila di masyarakat berkembang tradisi untuk merayakan pergantian tahun dengan berbagai peristiwa dan aktivitas yang indah dan mengesankan sebagai tanda pergantian tahun.

Lantas bagaimana sikap kita yang tepat dalam menyambut tahun baru? Merayakan tahun baru dengan berbagai kegiatan yang meriah tidaklah salah, asalkan tidak melanggar syariat (aturan). Namun yang terpenting dari itu adalah bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari kehidupan di masa lalu sebagai pelajaran untuk memasuki tahun baru. Sebagaimana diingatkan oleh Al Qur’an Surat Al Hasyr [59] ayat 18: “Hendaklah setiap orang memperhatikan perbuatan yang ia lakukan untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui segala yang kamu lakukan.”

Introspeksi Diri

Perjalanan hidup manusia tidak ada yang dapat meramalkan. Bahkan sebuah Hadits Rasul mengingatkan kita, “bahwa seseorang yang di pagi hari masih berstatus beriman, tidak mustahil sore harinya menjadi kafir. Sebaliknya, ada yang di sore hari berpredikat beriman, tetapi pagi harinya telah menjadi kafir” (HR. Muslim). Itulah sebabnya, kita diperintahkan untuk muhasabah (introspeksi diri), menilai dan mengevaluasi aktivitas kita. Jangan sampai tergelincir pada keburukan atau kenistaan, sedang diri kita tidak menyadarinya.

Untuk itu, sudah semestinya kita membiasakan bercermin pada diri sendiri, sudahkah tepat sikap dan tingkah laku selama ini? Sudahkah kita menerapkan prinsip kejujuran, integritas dan akhlak mulia lainnya? Hasil muhasabah ini penting untuk mengatur dan merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kesibukan sehari-hari tanpa sadar kadang mematikan hati. Kemarahan, kebencian, keangkuhan, kesombongan serta berbagai penyakit hati lainnya bila dibiarkan akan mendarah daging dan menjadi tabiat. Akibatnya kehidupan akan senantiasa diliputi oleh kesempitan dan kerupekan serta nihil dari ketenangan.

Baca Juga  Causa Essendi, Causa Cognoscendi, dan Tugas Hakim Menyelesaikan Problem Hukum

Banyak orang penting dan yang merasa sok penting di negeri ini ingin mengubah negara ini, tetapi mengubah anaknya sendiri tak kuasa. Mereka menginginkan negeri ini berubah, namun mengapa mengubah sikap bawahan atau bahkan suami/isteri sendiri saja tidak sanggup? Kenapa hal demikian bisa terjadi? Jawabnya barangkali adalah kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri.

Karenanya, kita perlu merenung, mungkin selama ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Terlalu banyak energi yang dikeluarkan untuk memikirkan selain diri kita, baik itu dalam bentuk kesalahan, keburukan, ataupun kelalaian orang lain. Namun ternyata sikap yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Akibatnya usaha untuk melakukan perubahan yang dikehendakipun, hasilnya nihil sama sekali.

Berani Mengakui Kesalahan

Kesalahan dan kekhilafan adalah suatu hal yang manusiawi. Tetapi entah kenapa tidak banyak orang yang secara lantang berani mengakui kesalahannya. Ketakutan mengakui kesalahan ini tidak jarang akan mendorong sikap kekerdilan. Ketika berbuat salah, melemparkan kesalahan pada orang lain. “Melempar sembunyi tangan”, demikian kata pepatah. Ujung-ujungnya ia akan melakukan segala cara untuk menutupi kesalahannya. Tindakan tersebut akan kontraproduktif, karena sepandai-pandai orang menyembunyikan bau busuk, akhirnya akan tercium juga. Kesalahan bukan untuk disembunyikan, tetapi untuk diubah, diperbaiki, dan disempurnakan.

Pemimpin besar manapun akan terhina manakala tidak mempunyai keberanian untuk mengubah dirinya. Orang sukses manapun akan ambruk kalau tidak memiliki keberanian untuk mengubah dirinya. Kata kuncinya adalah keberanian, Berani mengejek itu gambang, apalagi ngrumpiin di belakang. Berani menghujat itu gampang, apalagi kalau ramai-ramai. Yang langka adalah orang yang berani melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang-orang sukses sejati.

Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain itu tidak istimewa. Sebab, itu bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya apa-apa sekalipun. Tetapi kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang kekurangan itu secara sistematis, lalu ia membuat sistem untuk melihat dan memperbaiki kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.

Jadi bolehlah kita banyak bicara, sah-sah saja kita mengkritik orang dan atasan. Bahkan kita diperintahkan untuk “meluruskan” kesalahan dan kekhilafan orang lain. Tetapi perlu diingat, itu mesti dilaksanakan dalam kerangka amar ma’ruf nahi mungkar. Disampaikan  dengan penuh hikmah, atau melalui mauidloh hasanah, dan bila diperlukan perdebatan, maka mesti “billatii hiya ahsan” (dengan cara yang santun). Dan yang terpenting dari itu semua, sudahkan kita memiliki keberanian untuk melihat kekurangan dan keburukan diri sendiri? Sudahkan kita yakin berada pada jalan yang lurus? Jangan-jangan upaya kita untuk meluruskan orang lain itu dilaksanakan hanya untuk kepuasan diri atau malah bertujuan menyakiti orang tersebut. Jangan sampai terjadi kita ingin menyapu kotoran di lantai dengan menggunakan sapu yang kotor, maka bukan kebersihan yang akan kita hasilkan, tetapi sebaliknya, kita malah mengotori tempat lain.

Baca Juga  Penegakan Hukum Antara Kebijakan dan Keadilan: Perspektif Panitera Pengadilan Umum

Sampai di sini kita perlu merenungi puisi indah yang disadur oleh Komaruddin Hidayat (Penulis Buku Psikoloi KEmatian) yang dinukil dari puisi yang dipahat di sebuah makam di Westminster yang diberi judul “Hasrat untuk Berubah”:

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,
lalu kuputuskan untuk mengubah negeriku,
namun tampaknya, hasrat itupun tiada hasilnya.
Ketika usiaku telah semakin senja,
dengan semangat yang masih tersisa,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya, merekapun tidak mau diubah.
Dan kini,
sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
tiba-tiba kusadari:
“Andaikata yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
mungkin akan bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi akupun mampu memperbaiki negeriku;
Kemudian siapa tahu,
aku bahkan bisa mengubah dunia”.

Keberanian untuk mengubah diri dengan sadar tidak hanya berbuah positif bagi diri sendiri, tetapi itu juga dapat mendorong perubahahan pada diri orang lain. Walau kita tidak mengucap sepatah katapun, untuk perubahan itu, perbuatan kita sudah menjadi ucapan yang sangat fasih (baca: berarti) bagi orang lain. Bahasa agamanya itu adalah dakwah bil haal. Dengan kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat dan merasakannya. Semoga renungan ini bisa mengantarkan kita pada perubahan menuju kebaikan dan kesuksesan! Selamat tahun baru 2026! Salam CADAS!

Syihabuddin
Kontributor
Syihabuddin
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

2026 artikel Refleksi
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB

Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

1 March 2026 • 18:56 WIB

Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan

1 March 2026 • 13:08 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

By Teguh Setiyawan1 March 2026 • 21:32 WIB0

BOGOR – Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Badan Strajak Diklat…

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB

Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

1 March 2026 • 18:56 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  • Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.