Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Sang Pemuja Tanah: Khotbah dari Singgasana Berdebu
Features Satire

Sang Pemuja Tanah: Khotbah dari Singgasana Berdebu

Syailendra Anantya PrawiraSyailendra Anantya Prawira9 January 2026 • 11:23 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Prolog: Oratur Ulung Bernama Ozymandias

Di atas podium yang wangi kayu cendana, Ozymandias berdiri dengan dagu terangkat—seolah-olah seluruh garis khatulistiwa adalah miliknya. Bibirnya yang basah oleh sisa anggur mahal semalam kini bergerak lincah, memuntahkan kata “Rakyat” dengan frekuensi yang melampaui detak jantungnya sendiri. Ia adalah sang orator ulung, seorang penyair palsu di panggung demokrasi, yang tangannya begitu fasih melukis surga di awan sementara kakinya sedang menginjak leher bumi hingga sesak napas.

Litani Dusta di Siang Bolong

“Demi kesejahteraan kalian!” teriaknya, sembari mengepalkan tangan ke udara. Di balik jas wol Italia yang menyembunyikan keringat dingin ketakutan akan audit, ia tampak seperti pahlawan dalam epos kuno. Namun, mari kita telisik lebih dalam ke balik kancing emas itu. Di sana, di balik saku dadanya, terselip akta pendirian perseroan terbatas dengan nama-nama samaran yang diambil dari kitab suci, seolah Tuhan merestui setiap inci ekskavator yang merobek perut hutan.

Ia berbicara tentang kedaulatan pangan, namun di laci mejanya, ia menandatangani konsesi tambang yang mengubah sawah menjadi lubang-lubang maut berwarna pirus beracun. Ia adalah seorang alkemis terbalik; ia tidak mengubah logam menjadi emas, melainkan mengubah hijaunya oksigen menjadi hitamnya batu bara, lalu mengubah hitamnya batu bara menjadi saldo rekening di Swiss yang tak tersentuh doa-doa orang miskin.

“Rakyat adalah tuan kami,” katanya dalam sebuah wawancara televisi. Tentu saja, tuan yang baik adalah tuan yang diam saat tanahnya dicaplok, rumahnya dirobohkan, dan rakyat yang paling ia cintai adalah rakyat yang cukup bodoh untuk percaya bahwa debu silika di paru-paru mereka adalah “bau kemajuan.”

Puisi di Balik Alat Berat

Ada semacam puitisitas yang mengerikan dalam caranya menghancurkan alam. Lihatlah bagaimana ia memandang peta konsesi. Baginya, itu bukan sekadar hamparan hutan lindung atau sumber mata air bagi ribuan penduduk desa. Bukan. Baginya, peta itu adalah selembar kulit perawan yang siap dirajah oleh mata bor. Setiap kontur tanah adalah lekuk tubuh yang menjanjikan keuntungan; setiap sungai adalah pembuluh darah yang siap ia sumbat dengan limbah tailing agar pundi-pundinya membengkak.

Baca Juga  Gimana sih Reaksi Manusia ketika Hukum “Nempel”di Tubuh Kita?

Ia mencintai keluarganya, tentu saja. Cinta itu mewujud dalam bentuk saham yang diatasnamakan istri, anak, hingga sepupu jauh yang bahkan tak tahu bedanya nikel dan kerikil. Baginya, nepotisme adalah bentuk tertinggi dari kasih sayang keluarga. Ia sedang membangun dinasti di atas tumpukan tanah yang dikeruk, menciptakan istana dari air mata para petani yang kehilangan tanah ulayatnya.

Betapa puitisnya, melihat seorang anak muda pewaris tahta politik berbicara tentang environmental sustainability di forum internasional, sementara perusahaan ayahnya baru saja meratakan satu bukit di Konoha untuk mengambil jantung hitamnya. Itu adalah ironi yang begitu tajam hingga bisa memotong nurani—jika saja mereka masih memilikinya.

Perjamuan di Atas Bangkai Bumi

Ozymandias adalah hibrida yang menakjubkan: di siang hari ia adalah pelayan publik yang santun, di malam hari ia adalah predator ekstraktif yang haus darah. Ia makan dari dua piring yang berbeda namun dengan sendok yang sama. Piring pertama adalah pajak rakyat yang ia kelola dengan penuh “ketelitian” (baca: potongan sana-sini), dan piring kedua adalah keuntungan dari eksploitasi alam yang tak pernah dilaporkan ke LHKPN secara jujur.

Mari kita bayangkan meja makannya. Di sana tersedia hidangan yang bumbunya berasal dari keringat buruh tambang yang dibayar murah. Air minumnya jernih, diambil dari mata air pegunungan yang ia pagari kawat berduri agar penduduk lokal tak bisa menyentuhnya. Ia mengunyah dengan perlahan, menikmati tekstur kekuasaan yang terasa manis di lidah, sementara di luar sana, langit berubah kelabu karena asap pembakaran lahan yang sengaja ia “kondisikan.”

Ozymandias tidak takut pada neraka, karena ia merasa telah membeli kavling di sana dengan harga diskon menggunakan izin usaha pertambangan (IUP) yang ia terbitkan sendiri. Baginya, Tuhan hanyalah kosmetik politik—sesuatu yang disebut dalam pidato penutup agar terlihat saleh, namun dilupakan total saat menghitung bagi hasil dengan investor asing di ruang remang-remang.

Baca Juga  Keadilan Sejati Memvonis Pelaku Deforestasi dan Guncangan Bursa Saham

Epilog: Warisan Debu dan Air Mata

Pada akhirnya, Ozymandias akan pensiun dengan penuh kehormatan. Ia akan mendapat plakat penghargaan sebagai “Bapak Pembangunan,” sementara desanya tenggelam dalam banjir bandang karena hutan di hulu telah ia sulap menjadi lapangan golf dan tambang terbuka.

Ia akan mewariskan dunia yang rusak kepada cucu-cucunya, namun ia tak peduli. Mengapa? Karena ia telah membekali mereka dengan cukup uang untuk membeli pulau pribadi di belahan bumi lain yang masih hijau—pulau yang belum sempat ia hancurkan sendiri.

Inilah satir paling pahit dari negeri kita: kita dipimpin oleh para tukang gali yang menyamar sebagai arsitek. Mereka tidak sedang membangun bangsa; mereka sedang menggali liang lahat untuk masa depan kita, sambil meminta kita bertepuk tangan atas kecepatan mereka bekerja.

“Terima kasih atas dukungannya,” ucapnya sambil menjabat tangan rakyatnya yang kasar dan pecah-pecah. Ia segera mencuci tangannya dengan hand sanitizer mahal setelah itu, takut kalau-kalau kemiskinan adalah penyakit menular yang bisa merusak kenyamanannya.

Selamat datang di pesta para pengeruk. Silakan duduk, tapi jangan harap ada kursi untuk Anda, karena semua kayu hutannya sudah mereka ekspor menjadi furnitur mewah di apartemen simpanan mereka.

Syailendra Anantya Prawira
Kontributor
Syailendra Anantya Prawira
Hakim Pengadilan Negeri Bantaeng

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

By Teguh Setiyawan1 March 2026 • 21:32 WIB0

BOGOR – Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Badan Strajak Diklat…

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB

Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

1 March 2026 • 18:56 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  • Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.