Mega Mendung, 26 November 2025 — Suasana sejuk di ketinggian 700 Mdpl Mega Mendung Kabupaten Bogor, menyertai pertemuan di Ruang Rapat K9 saat BSDK Mahkamah Agung RI menerima kunjungan Departemen Kehakiman Amerika Serikat melalui Kantor Pengembangan, Bantuan, dan Pelatihan Kejaksaan Luar Negeri, USDOJ/OPDAT.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama pelatihan bagi hakim dan aparat penegak hukum, khususnya terkait isu penanganan kasus satwa liar dan lingkungan hidup, tema penting dalam lanskap peradilan terkini.
Pertemuan dipimpin oleh Dr. Andi Akram, S.H., M.H., selaku Kepala Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan BSDK, didampingi Hakim Yustisial Raden Heru Wibowo Sukaten, S.H., M.H., dan Syihabuddin, S.H., M.H., serta unsur struktural dan pelaksana dari Pusdiklat Teknis Peradilan. Sementara dari OPDAT hadir Kathleen O’Leary, Penasehat Hukum Tetap Departemen Kehakiman AS untuk Penanggulangan Perdagangan Satwa Liar di Asia Tenggara, Kedutaan Besar AS Vientiane–Laos, serta Cut Yunita, Spesialis Hukum USDOJ/OPDAT kedutaan Besar AS Jakarta.
Dialog berlangsung cair namun tetap substantif, membahas kemungkinan desain pelatihan bagi hakim terkait penanganan kasus satwa liar, termasuk peluang keterlibatan jaksa dan unsur penegak hukum lainnya. Dalam paparannya, Dr. Andi Akram menegaskan kesiapan BSDK dengan dukungan sarana dan prasarana pelatihan yang selama ini menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional maupun internasional. Ini menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi lintas negara yang visioner dan berorientasi pembaruan.
Suasana bertambah kaya ketika Raden Heru Wibowo Sukaten, selaku pengampu Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup Tahun 2025, memaparkan perjalanan program yang sejak 2017 telah memasukkan modul khusus mengenai satwa liar, termasuk pembahasan kasus aktual yang menjadi rujukan para hakim di lapangan.

Perspektif internasional semakin menguat dengan pemaparan Kathleen O’Leary, yang berbagi pola penanganan kejahatan satwa liar di Amerika Serikat serta mekanisme pelatihan yang telah diterapkan. Lebih dari itu, ia juga menawarkan sejumlah pelatihan tambahan yang relevan dengan konteks Indonesia, mengingat kekayaan biodiversitas nasional yang luar biasa dan tantangan penegakan hukumnya yang kompleks.
Menambahkan arah tindak lanjut, Taufikurrahman, Kepala Sub Bidang Program dan Kerjasama, menyampaikan pentingnya pembahasan lanjutan dengan pimpinan untuk merumuskan jenis pelatihan yang akan diselenggarakan, termasuk penyusunan topik dan kurikulum pembelajaran sebagai panduan pelaksanaan yang terarah dan terukur.
Dipandu dengan hangat oleh Hakim Yustisial Syihabuddin, acara ditutup dengan kunjungan langsung ke ruang pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup yang tengah berlangsung. Para Delegadi berkesempatan meninjau fasilitas BSDK sekaligus berdiskusi dengan peserta pelatihan dalam suasana akrab dan inspiratif.
Pertemuan ini tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga optimisme—bahwa sinergi antar lembaga dan antar negara dapat membuka jalan bagi penegakan hukum lingkungan yang lebih kuat, modern, dan berkeadilan. Sebuah langkah kecil, namun bermakna, menuju masa depan green justice yang terintegrasi dan bermartabat.
Pusdiklat Teknis Peradilan – BSDK MA RI
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


