Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Diakuinya Saksi Mahkota dalam Pembuktian Hukum Pidana Dalam Kuhap Baru  

2 March 2026 • 12:19 WIB

Pusdiklat Teknis MA RI Adakan Pelatihan Teknis Yudisial bagi 105 Hakim dari Tiga Lingkungan Peradilan

2 March 2026 • 11:09 WIB

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Prof. Komarudin hidayat: Membicarakan Kematian Membuat Hidup Lebih Produktif
Berita

Prof. Komarudin hidayat: Membicarakan Kematian Membuat Hidup Lebih Produktif

SyihabuddinSyihabuddin21 November 2025 • 12:35 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Semua Ada Batasnya

Sesi filsafat kali ini membahas “kematian”, topik yang mungkin bagi kebanyakan orang absurd untuk dibicarakan, tetapi bersama Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, ratusan Hakim muda mendengarkan dan mendiskusikan dengan cukup antusias dan tajam menghunjam selama lebih dari 3 jam.

Mengawali paparan, Prof. Komar mengajukan pertanyaan menggelitik: “Kapan waktu belajar paling produktif?” Jawabannya adalah saat waktu belajar dibatasi, atau saat kita hanya punya sedikit waktu untuk menghadapi ujian. Melalui Sistem Kebut Semalam, kita lebih produktif dalam belajar. Dalam lari marathon, ada garis finish. Pada permainan sepakbola, ada batasan waktu. Garis finish dan waktu 2 x45 menit tersebut, membuat pelari beradu sprint dan pemain bola bekerja sama dan berjuang keras bagiamana bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Demikian juga hidup ada batasnya. Orang menyebutnya dengan kematian. Kematian adalah misteri yang memunculkan banyak pertanyaan, diantaranya apakah hidup ini layak dijalani? Apa yang berharga dari hidup? Mengapa kematian ditakuti? Apakah ada kehidupan setelah kematian? Di sinilah kemudian muncul Filsafat Kematian, cabang filsafat yang mengkaji makna kematian dan dampaknya pada kehidupan manusia serta cara menghadapinya secara rasional dan bermakna. Pandangan umum menyatakan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak pasti, yang mendorong kita untuk menghargai hidup, mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian, dan memotivasi kita untuk menjalani kehidupan yang autentik. 

Pandangan Pesimis terhadap Kehidupan

Namun, tidak sedikit orang memaknai hidup ini sebagai kesengsaraan, selalu bergelut dengan masalah dan berakhir dengan kematian yang menyedihkan, sehingga ada orang yang memandang bahwa Live is terrible joke, hidup adalah lelucon yang mengerikan. Kehidupan penuh penderitaan, sia-sia, dan absurditas. “Lelucon yang mengerikan” bisa diartikan sebagai ironi eksistensial –bahwa  hidup “diberi hadiah” eksistensi, tapi eksistensi itu sendiri terasa seperti siksaan atau simulasi tanpa maksud yang indah. Mengenang masa lalu memunculkan penderitaan dan penyesalan, dan sebaliknya menatap masa depan, terbayang keadaan udzur, kelemahan, hilang ketampanan/kecantikan, sirna segala kekayaan dan berbagai macam pernghormatan dan perghargaan.

Pandangan Hidup Masih Ada Harapan

Kelompok lain memandang bahwa hidup adalah kesempatan dan harapan untuk menikmati kebahagiaan. Lebih lanjut, Guru Besar UIN Syarif Hidaytullah ini menjelaskan pandangan terhadap kebahagiaan, yaitu mulai dari Physical happiness (kebahagiaan dengan terpenuhinya kebutuhan fisikn), estetical happiness (konsep yang mengacu pada perasaan senang, kepuasan, atau kenikmatan yang timbul dari pengalaman estetika, yaitu mengapresiasi keindahan), intellectual happiness (seperti kebahagiaan saat mengajar, membaca buku, dll), moral happiness (merasa bahagia saat bisa berbagi dan memberi manfaat pada orang lain), dan puncaknya adalah spiritual happiness (adanya harapan kebahagiaan dari kehidupan yang berdimensi spiritual, yaitu pada kehidupan setelah kehidupan, live after live).

Istilah Kematian

Baca Juga  Peradilan Bermartabat, Negara Berdaulat,Mahkamah Agung Hadirkan Refleksi Akhir Tahun 2025

Prof. Komar memaparkan beberapa istilah tentang kematian, yaitu: (1) maut/mati: terminilogi yang menunjuk kepada berpisahnya ruh dengan jasad, sehingga jasad manusia yang mati disebut jenazah; (2) ‘ajal: ada batasnya, bahwa usia setiap manusia (ummat) ada batasnya, setelah sampai pada batasnya sampailah ‘ajalnya; (3) wafat: bermakna panen, disempurnakan. Orang yang wafat berarti sempurna. Orang yang telah lulus kuliah dan yudisium disebut wafat, telah memanen hasilnya dan telah sempurna pendidikannya; (4) raaji’un/berpulang: berpulang kepada Tuhannya. Orang yang berjumpa dengan kekasihnya tentu akan Bahagia, sebagaimana disitir  dalam QS. Al-Fajr ayat 27-28 yang artinya: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya”.

Pemikiran Komarudin Hidayat tentang kematian mengubah perspektif dari ketakutan menjadi optimisme. Ia menganggap kematian sebagai “pulang” ke Allah, pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih indah, dan hari panen atas segala amal perbuatan selama hidup di dunia. Bagi orang beriman, kematian bukanlah akhir, melainkan proses mendekat kembali kepada Sang Pencipta yang merupakan asal dan tujuan akhir. 

Konsep utama tentang kematian

Penulis buku Psikologi Kematian ini, kemudian memaparkan beberapa konsep utama tentang kematian, yaitu Pertama: Kematian sebagai “pulang”: Kematian diibaratkan seperti pulang dari perantauan untuk kembali ke rumah orang tua atau mudik saat berlebaran. Karena itu, kematian dipandang sebagai peristiwa yang dinantikan, damai, dan menyejukkan bagi orang yang beriman.

Kedua: Kematian sebagai pintu gerbang: Kematian adalah pintu gerbang menuju kehidupan baru yang lebih berkualitas. Kematian dianggap sebagai momen untuk menyempurnakan perjalanan dan meneruskan ke kehidupan abadi. Ketiga: Kematian sebagai hari panen: Bagi para sufi, kematian adalah hari di mana semua hasil dari perbuatan di dunia akan dituai. Ini menjadi motivasi untuk melakukan kebaikan agar mendapatkan hasil yang melimpah di akhirat. Dunia adalah tempat berladang, dan akhirat merupakan tempat menuai hasilnya;

Ketiga: Mengubah ketakutan menjadi optimisme: Komarudin Hidayat berupaya mengubah cara pandang manusia dari ketakutan akan kematian menjadi optimisme. Ia melihat bahwa rasa takut seringkali datang dari ketidaktahuan tentang apa yang akan terjadi setelah kematian dan hanya melihat sisi negatifnya saja, berdasarkan bayangan, imanjinasi, atau keyakinan masing-masing; dan Keempat: Setiap hari adalah hari kelahiran dan kematian: Ia juga berpendapat bahwa jika manusia dapat menghayati makna kehidupan secara intens, maka setiap hari adalah hari kelahiran (saat bangun tidur) dan kematian (saat tidur yang tidak sadar). Ini menjadi momen untuk bersyukur dan bertaubat, sehingga dengan demikian kehidupan manusia diliputi oleh ketenangan, kedamaian, keindahan, kebahagiaan, dan sikap optimis.

Baca Juga  Bentuk Konkret Pengaruh Pelaksanaan Peradilan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Kehidupan yang Optimis dan Produktif

Pada akhir diskusi, pria kelahiran Muntilan yang ditinggal ibunya sejak usia 9 tahun menyampaikan bahwa Tuhan mempunyai desain dan rencana dalam hidup kita. “Saya pernah merasakan hopeless, karena ditinggal orang tua tercinta, hingga saya  tidak betah tinggal di rumah dan akhirnya merantau ke Jakarta. Keadaan tersebut ternyata membahwa blessing in disgue. Saya melihat dari sisi lain, jadi tidak terpenjara dengan masalah. Pendidikan saya jadikan sebagai pelampiasan dan tangga menuju kesuksesan, sehingga saya bisa seperti saat ini.”

Lebih lanjut, Prof. Komar berpesan, hidup tidak berakhir dengan kematian. Live after live akan terwujud pada kehidupan paska kematian. Peristiwa mati hanya konstruksi saja, sejatinya hanya berpindah kehidupan. Ada Hakim yang Maha Adil yang akan memberikan keadilan yang hakiki. Reward and punishment pun akan diberikan. Rekaman amal kebajikan kita akan menjadi saksi. Oleh karenanya, apa saja yang dimiliki, investasikan dan pergunakan untuk kebaikan, menolong dan memberi manfaat untuk sesama. Pahit getir hidup dijalani, kita tumbuh dan berkembang karena ditempa oleh masalah. Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang. Jadikan problem sebagai guru dan teman yang akan menjadi batu bata yang menopang kesuksesan, dan jangan lupa jalan pulang.

Saat memberikan closing statemen, Pria yang hobi membaca dan menulis tersebut berpesan: “Sebagai wakil Tuhan, Hakim harus memiliki hati yang bersih, memperbanyak bacaan yang sehat dan menjauhkan dari konten hoaks. Kecerdasan intelektual penting, tetapi lebih penting lagi adalah ketajaman Nurani. Carilah rizki yang halal yang membawa kebaikan dan keberkahan. Hindarkan pendapatan yang tidak halal, karena itu akan menjerumuskan dan membawa mala petaka.” Bravo Hakim Indonesia! Salam Cadas!

Syihabuddin
Kontributor
Syihabuddin
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Pusdiklat Teknis MA RI Adakan Pelatihan Teknis Yudisial bagi 105 Hakim dari Tiga Lingkungan Peradilan

2 March 2026 • 11:09 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Diakuinya Saksi Mahkota dalam Pembuktian Hukum Pidana Dalam Kuhap Baru  

By Eliyas Eko Setyo2 March 2026 • 12:19 WIB0

Dahulu penggunaan saksi mahkota dalam perkara pidana,sering digunakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam pengajuan perkara…

Pusdiklat Teknis MA RI Adakan Pelatihan Teknis Yudisial bagi 105 Hakim dari Tiga Lingkungan Peradilan

2 March 2026 • 11:09 WIB

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Diakuinya Saksi Mahkota dalam Pembuktian Hukum Pidana Dalam Kuhap Baru  
  • Pusdiklat Teknis MA RI Adakan Pelatihan Teknis Yudisial bagi 105 Hakim dari Tiga Lingkungan Peradilan
  • Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim
  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

Recent Comments

  1. hello world on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.