Rabu Sore (4/3) ditengah hujan yang terus menerus turun di dataran tinggi Mega Mendung, namun tak menyurutkan antusiasime Warga BSDK dalam berkumpul di Aula Utama. Kegiatan buka bersama yang diisi oleh Tausyah diawali dengan sambutan oleh Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H. Dalam sambutannya disampaikan latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini. “Kegiatan berbuka bersama ini bukan karena BSDK uangnya banyak melainkan karena orang-orang pesedekah apalagi hakim hakimnya. Bukber Buka Bareng ini sudah menjadi yang kedua di bulan Ramadhan ini.” Ujarnya disambut tepuk tangan jemaah yang hadir.
Kegiatan Bukber ini diikuti oleh seluruh warga BSDK dan juga peserta pelatihan yang sedang berlangsung diantaranya peserta pelatihan teknis yudisial kewenangan pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara seluruh Indonesia sejumlah 30 orang, peserta pelatihan teknis yudisial sengketa waris bagi peradilan agama seluruh Indonesia sejumlah 40 orang, pelatihan teknis yudisial tindak pidana narkotika bagi peradilan umum seluruh Indonesia sejumlah 36 orang. Tidak kurang 400 peserta memadati auditorium BSDK tempat dilaksanakannya tausyah yang mengangkat tema Menjemput Nuzulul Quran yang bertepatan pada 14 Ramadhan 1447 H.
Pukul 16. 51 KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) hadir di kampus Corporate University BSDK. Dalam permulaan tausyahnya Aa Gym memberikan rumus kehidupan ini Surat Al Anbiya Surat 35 setiap yang bernyawa pasti menemui maut. Ada 3 hal berkaitan dengan meninggal waktu tempat, cara. Jika datang waktunya tidak bisa dimajukan maupun tidak bisa dimundurkan, saya sering lihat terpidana mati malah hakimnya meninggal duluan, kedua tempat, caranya (Jelasnya di hadapan ratusan jemaah yang hadir).
Kemudian lanjutnya “Karena waktunya, tempatnya, caranya kita tidak tahu makanya kita siapkan. Mudah-mudahan kapan saja kita meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah. Seperti Imam Ali Khameini waktunya tepat, tempatnya disitu dan caranya seperti itu. Mudah-mudahan mendapatkan Syahid. Siapa yang paling bagus diantaranya orang beriman lihat saja akhlaknya. Siapa yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak ingat kematian dan yang paling bagus mempersiapkan kehidupan setelah mati.”
Aa Gym terus menlanjutkan uraian mengenai ujian yang berat adalah ujian yang paling mudah melalaikan Allah dan berbuat dosa. Saya pernah pergi ke Tanah Suci menggunakan pesawat pulang pergi. Pada saat pesawat yang pertama banyak penumpangnya yang berdzikir sepanjang perjalanan. Namun ketika pulangnya rata-rata penumpangnya banyak yang istirahat. Apa yang membedakan ternyata pesawat yang pertama banyak turbulensi dan goncangan. Makanya supaya kita selalu bertaqwa harus banyak goncangan.
“Hakim yang adil bener-bener keren di akhirat, tapi kalau tidak adil makan akan habis. Nanti akan diadili seadil adilnya. Ini tolong pak pimpinan disini pesan saya para pesertanya diingatkan mati.” Kalau perlu hakim hakim dibawa ke Penjara untuk merasakan gimana kehidupan di penjara.” Kelakarnya. “Tahu ga kenapa hakim dipanggil Yang Mulia?, karena Allah menutup aib-aibnya. Kalau dibuka yang terjadi bisa sebaliknya dicemooh bahkan diludahi apabila di buka aib-aibnya. Itu lah saya hadir memenuhi undangan ini untuk memberikan pesan itu.” Buka bersama ditutup dengan doa bersama ketika jarum jam telah menunjukkan pukul 18.10 WIB.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


