Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Petani, Pisang dan Monyet
Satire

Petani, Pisang dan Monyet

Firzi RamadhanFirzi Ramadhan26 November 2025 • 14:29 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Di suatu hari pada Negeri Khatulistiwa yang subur namun tak makmur hidup seorang petani bernama Marzuki, Marzuki tinggal di sebuah gubuk reot seluas 3m x 3m yang terbuat dari batang bambu dan anyaman daun nipah. Marzuki tinggal seorang diri karena istrinya telah meninggal saat melahirkan anak semata wayangnya sedangkan anak semata wayangnya juga meninggal saat berusia 4 (empat) bulan karena Malnutrisi.

Sebagai seorang Petani, keseharian Marzuki disibukkan dengan bercocok tanam khususnya pisang. Marzuki telah lama menekuni pekerjaan itu sejak kecil mengikuti jejak bapaknya-bapaknya-bapaknya sampai tak terhitung sudah generasi petani di dalam garis darah Marzuki. Namun sayang bertani pada zaman Marzuki tidak lebih baik daripada pendahulunya. Dahulu bapak Marzuki dapat memanen pisang dengan berat 1 Kwintal setiap bulan sedangkan Marzuki hanya 10 Kilogram setiap bulannya. Sungguh perbedaan yang drastis namun ada apakah sebenarnya?

Jika berbicara dengan perkembangan waktu tentunya Manusia yang sekarang lebih maju ketimbang yang dahulu, perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin baru memudahkan pekerjaan tak berlaku bagi Marzuki. Ternyata bukan karena Marzuki kurang berusaha, melainkan kerajaan Monyet telah berkembang pesat dan menguasai daerah tempat Marzuki tinggal maupun tempat berkebun pisang. Monyet itu dahulu memang telah ada sejak zaman bapaknya-bapaknya-bapaknya Marzuki, namun tak disangka Monyet-Monyet itu berkembang lebih cepat dan menjadi penjajah. Akhhh…… mungkin ini terjadi karena bapaknya-bapaknya-bapakku dahulu tidak tegas dan kurang mengayomi Monyet-Monyet itu begitulah yang terlintas di benak Marzuki.

Monyet-Monyet itu seringkali mencuri diam-diam, menipu, dan mengambil pisang Marzuki dengan paksa. Marzuki bisa saja melakukan perlawanan namun apalah daya, dirinya hanya seorang diri di wilayah itu dan melawan sama saja melakukan perbuatan sia-sia. Di pagi itu ketika sedang merenung, munculah ide dari Marzuki tentang “Bagaimana jika kuajari saja Monyet-Monyet itu tentang caranya menanam Pisang sehingga mereka tidak lagi mengambil Pisangku seenaknya saja” lalu bergegaslah Marzuki pergi ke Istana Monyet untuk menawarkan ilmu leluhurnya.

Baca Juga  Erosi Otoritas Yudisial: Disrupsi Opini Publik Terhadap Independensi Peradilan

Di Istana Monyet, Marzuki bertemu dengan Raja Monyet yang bertubuh paling besar, Marzuki menyampaikan “wahai Raja Monyet, tentulah aku datang dihadapanmu untuk memberikan sesuatu yang sangat berharga” lantas Raja Monyet bertanya “apa yang ingin kamu berikan kepada kami petani miskin? Sedangkan tak ada setandan pisang pun yang kamu bawakan kepadaku” kemudian Marzuki menjawab “setandan pisang tiada artinya untukmu Raja Monyet, yang kuberikan kelak adalah hamparan kebun pisang yang tiada habisnya untukmu dan 1000 keturunanmu” lantas Raja Monyet tertawa dan kembali bertanya “bagaimana caranya wahai petani miskin?” Marzuki kembali menjawab “akan kuajari kau ilmu leluhurku untuk menanam pisang di tanah yang subur ini” Raja Monyet terdiam sejenak lalu menjawab dengan nada tinggi “Hey kau Petani Miskin, sungguhlah lancang dirimu mengusik singgasanaku dengan omong kosongmu, bukankah kami semua para Monyet telah hidup tenang dan makmur berkat pohon pisang yang engkau tanam, untuk apa lagi kami menanamnya sendiri, kaulah yang seharusnya melakukan itu untuk kami sebagai upeti karena tinggal di tanah yang kami kuasai”, kemudian Raja Monyet menyuruh pengawalnya untuk mengusir Marzuki dari Istana.

Marzuki tidak menyerah ia mencoba meyakinkan kelompok Monyet-Monyet lain yang biasanya tidak sejalan dengan Raja Monyet namun usahanya sia-sia karena menanam bukanlah budaya Monyet, Monyet-Monyet lain menyampaikan bahwa budaya mereka adalah mengambil dan memetik dari alam dan apa yang alam berikan kepada mereka tidak akan habis. Sungguhlah bebal dan malas para Monyet ini ujar Marzuki di dalam hatinya”

Hari silih berganti, Marzuki tak ada lagi di bumi dan pohon pisang telah banyak yang mati karena usia sedangkan para Monyet yang populasinya membludak saling bertikai untuk memperebutkan pisang yang tersisa. Para Monyet saling melukai, saling membunuh atau yang paling ringan ada yang menjual kehormatannya. Raja Monyet pusing bukan main karena pemberontakan yang meluas dimana-mana menuntut Pisang untuk dimakan. Para Monyet yang sebelumnya bergantung pada alam tak lagi bisa mengisi perutnya karena keserakahannya yang mengeksploitasi Marzuki untuk menanam-menanam dan menanam pohon pisang di mayoritas hutan mereka hingga tak ada lagi pohon buah yang tersisa. Raja Monyet yang diawal benaknya enggan menyetujui tawaran Marzuki karena takut para Monyet akan hidup mandiri dan kekuatannya sebagai Raja Monyet tidak dianggap lagi baru sadar akan keegoisan dan keserakahannya. Pada akhirnya kerajaan Monyet runtuh dan Raja Monyet tewas terbunuh.

Baca Juga  High Public Officials’ Remuneration Coupled with Zero Tolerance Enforcement

Tulisan ini dipersembahkan kepada Guru-Guru Penulis pada peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2025, yang telah memberikan ilmu yang berguna bagi Penulis untuk menyongsong masa depan dan dapat berperilaku sebagaimana manusia seutuhnya yang mengutamakan keberlanjutan di masa yang akan datang dan kemanfaatan bagi orang banyak tidak seperti Monyet-Monyet dalam tulisan ini.

Firzi Ramadhan
Kontributor
Firzi Ramadhan
Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel hari guru moral satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan

1 March 2026 • 13:08 WIB

Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?

28 February 2026 • 07:52 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

By Aman2 March 2026 • 08:24 WIB0

Prolog Artikel ini membedah problematika krusial dalam penegakan hukum terhadap pembelaan terpaksa (noodweer) di tengah…

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim
  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.