Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

2 March 2026 • 08:24 WIB

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Saat Janji Rumput Menguap, Keadilan Runtuh diterkam Kepentingan
Satire

Saat Janji Rumput Menguap, Keadilan Runtuh diterkam Kepentingan

Mohammad Khairul MuqorobinMohammad Khairul Muqorobin1 December 2025 • 11:54 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Prolog: Pesta Demokrasi dan Auman Janji Manis

Di Kerajaan Alasnusa yang megah, pesta demokrasi baru saja usai. Dengan gemuruh sorak-sorai yang memecah langit, Sang Singa terpilih sebagai Penguasa Tertinggi. Di atas Batu Orationis, tempat segala janji diumbar, aumannya bergema memenuhi sudut-sudut kerajaan. “WARGAAAA ALASNUSA YANG KUCINTAI!” gertaknya, dada membusung penuh wibawa. “Kepada Sang Kambing penegak keadilan, dengarlah suaraku! Kami AKAN MELIPATGANDAKAN pasokan rumput kalian RATUSAN KALI LIPAT! Setiap tetes keringat kejujuran dan integritas kalian, akan kami tukar dengan gunungan rumput hijau yang menjulang hingga menyentuh awan! PERCAYALAH PADAKU!”

Sorak-sorai membahana. Para kambing menari-nari kegirangan, melompat-lompat, dan para bersuit riang. Janji itu begitu manis, namun hingga kini tetap menggantung di udara bagai khayalan indah yang tak ingin mereka lupakan.

Babak 1: Rapat Anggaran, di Mana Janji Dikubur dalam Kompromi

Beberapa bulan berlalu. Di Balai Markas Beruang, ruangannya harum oleh aroma madu dan kekuasaan. Sang Beruang duduk empuk di singgasananya, mencakar-cakar setumpuk dokumen sambil sesekali menyeruput madu murni dari guci bertuliskan “Dana Aspirasi Strategis”. Sang Kambing masuk dengan langkah gontai, membawa proposal anggaran yang telah ia susun semalaman. Matanya berkaca-kaca.

“Yang Terhormat Pimpinan Beruang dan Sang Singa yang Tegas,” mulainya dengan suara bergetar namun berusaha tegas. “Janji pelipatgandaan pasokan rumput sudah waktunya direalisasikan. Musim kemarau datang. Rekan-rekan kami di perbatasan mulai kelaparan. Rekan kami yang berada di lereng bukit hanya bisa memakan kulit kayu. Bagaimana mereka bisa menegakan keadilan jika perut mereka keroncongan dan fokusnya terpecah belah?”

 Sang Singa, yang baru saja selesai menyisir bulu tengkuknya, menghela napas dramatis. “Kambing, Kambing… Kau itu selalu terlalu teknis, bahkan cenderung filosofis. Tapi yaa sesuailah sama profesimu itu,” ujarnya, suara berat penuh bas. “Kamu harus realistis juga.  Janji itu suci, tapi realisasi butuh proses yang elegant. Anggaran harus feasible, measurable, dan… tidak mengganggu existing programs.”

Beruang mengetukkan cakarnya yang besar ke meja. “Setuju (seperti kalimat template yang sering diucapkan dalam ruang rapat)! Kita harus prioritaskan program yang lebih visioner. Seperti proyek “Pengeras Auman Nasional” untuk Sang Singa, agar wibawanya terdengar hingga ke sarang semut. Atau program “Peningkatan Kapasitas Cakar Berpikir” untuk para staf dewan saya. Itu baru investasi jangka panjang!”

“Tapi” bantah Kambing.

Tidak ada tapi!” sela Singa tiba-tiba, matanya menyala. “Bagaimana dengan program “Makan Daging Gratis untuk Anak-Anak Karnivora”? Itu sangat populis dan mendesak daripada melipatgandakan rumput kalian! Atau kau sudah tidak peduli pada generasi penerus?”

Baca Juga  Dari Penempatan ke Pengabdian: Jalan Sunyi Seorang Hakim

Proposal anggaran rumput Kambing hanya naik satu ton saja tahun depan. Alasan resminya: “Efisiensi Anggaran dan Pemprioritasan Program Strategis Nasional.” Sebagai gantinya, disetujui dana fantastis untuk proyek “Peningkatan Ketajaman Indera Para Serigala sang Pembasmi kejahatan dan para macan tutul sang eksekutor” yang lebih jauh di atas pasokan kambing. Aksi mereka lebih nyata di hadapan para hewan. Baru-baru ini macan tutul berhasil menyelamatkan kerugian kerajaan dan memulihkannya di hadapan Singa sang penguasa. Di sisi lain, serigala yang citranya kian memburuk karena represifitasnya tetap dinaikan pasokan dagingnya untuk tahun depan. Ya karena mereka mudah dikontrol oleh singa sang penguasa dan secara struktur jadi alat penguasa.

Babak 2: Pengadilan dan Timbangan yang Dijungkirbalikkan

Seekor Kelinci tua dengan bulu kusam dan mata sembap menghadap Sang Kambing, yang sedang duduk di Balai Yustisia.

“Yang Mulia,” ratap Kelinci sambil membungkuk. “Lahan warisan keluarga kami, yang penuh wortel terbaik, dirampas paksa oleh Ceetah! Dia bilang, itu sudah menjadi wilayah perburuan kerajaan atas perintah Sang Singa!”

Kambing memeriksa bukti dengan cermat. Ada peta warisan, kesaksian para tupai, bahkan coretan anak kelinci di tanah. Setelah berhari-hari merenung, dengan hati berat ia memutuskan: “Ceetah terbukti melakukannya dan bersalah. Lahan dikembalikan kepada Kelinci. Ceetah harus menjalani hukuman kurungan di Gua Gelap selama 14 hari karena perbuatannya yang sewenang-wenang!”

Keputusan itu mengguncang Alasnusa. Tapi, sebelum Keluci sempat mengangkat wortel sebagai rasa syukur, Sang Singa sudah berdiri gagah di atas Hak Prerogatif.

“Warga Alasnusa” aumnya, disiarkan langsung oleh Burung Gagak dari  NNC Alasnusa. “Keputusan ini… PICIK! Tidak mencerminkan rasa keadilan hewani dan berpotensi mengganggu stabilitas nasional! Maka, dengan berat hati… saya ANULIR! Saya bebaskan Ceetah dari hukuman”

Langsung, kerumunan hewan bersorak, “HIDUP SINGA! PAHLAWAN KITA!”

Media sosial ramai. Tagar #KambingTidakAdil,  dan #SingaPenyelamat menjadi trending. Tak ada yang peduli pada dokumen putusan Kambing yang detail dan penuh makna. Yang mereka lihat adalah Singa yang “berani membela ceetah yang tak bersalah” Kambing pun kembali ke habitatnya yang sederhana. Jatah rumputnya jadi berkurang, jangankan janji lipatganda pasokan direalisasi, yang ada justru dipotong lagi, dengan alasan “kinerja tidak memuaskan”. Ia memandang lesu ke padang rumput yang kian gersang, sambil berpikir bagaimana memberi makan anaknya yang sakit dengan gajinya yang habis untuk “kebutuhan sehari-hari, bayar hutan, sewa kendang dan lain sebagainya”.

Baca Juga  Doa di Atas Bukit Gundul

Babak 3: Sekolah Malam dan Kebenaran yang Diterbangkan Angin

Di atas Pohon Kebijaksanaan, di Sekolah Malam Burung Hantu, sang Guru yang tua dan bijak bertanya pada murid-muridnya yang bersinar matanya dalam gelap.

“Anak-anakku”, sang Burung Hantu mengembangkan sayapnya. “Sang Singa dan Sang Beruang sengajaa mendudukkan Kambing di kursi keadilan, lalu mengikatnya dengan tali anggaran. Mereka menyuruhnya berlari cepat, sambil merantai kakinya. Mereka memaksamu melihat keseimbangan diantara mereka, dimana yang ada hanya ketundukan satu dengan lainnya. Inilah yang disebut… ILUSI KEKUASAAN!”

“Lalu apa solusinya, Guru?” tanya salah satu anak Burung Hantu.

Suasana hening sejenak sebelum sang Guru menjawab, suaranya bergetar penuh keyakinan:

“POTONG KUKU SINGA YANG TELAH TERLALU PANJANG MENCENGKRAM PARA MUSUH YANG TIDAK TERMASUK GOLONGANNYA! TUMPULKAN TARING BERUANG YANG TAJAM NAMUN TIDAK MENDENGAR ANSPIRASI PARA HEWAN YANG ADA MENGUNTUNGKAN KRONI-KRONINYA! DAN… ASAH TANDUK KAMBING HINGGA RUNCING DAN BERKILAU, AGAR IA TAK LAGI BISA DIREMEHKAN. ITU LAH KEKUASAAN YANG IDEAL!”

Saat Fajar Menyingsing, dan Rumput Tetap Menguap

Dan demikianlah, roda waktu berputar tanpa peduli. Di padang savana yang semakin gersang, janji-janji yang pernah bergema di Batu Orationis akhirnya benar-benar menguap, tertiup angin panas musim kemarau dan dilupakan dalam hiruk-pikuk proyek mercusuar baru. Sang Singa dan Beruang tetap perkasa. Proyek lain tetap berjalan mulus, suara auman kini menggema hingga ke liang tikus, membungkus semua keluhan dalam balutan wibawa yang tak terbantahkan.  Sang Kambing? Ia masih duduk di kursi keadilannya, tetapi tanduknya mulai terasa gatal. Dalam kesunyian malam, ia memandangi bulan dan mengingat nasihat Burung Hantu. Mungkin suatu saat nanti, ia harus mempertajam tanduknya bukan untuk menyerang, tetapi untuk membela kebenaran yang semakin terpojok. Atau mungkin, ia akan tetap menjadi simbol keadilan yang tak berdaya, diikat oleh tali pasokan makanan dan dibungkam oleh auman kekuasaan. Pada akhirnya janji tetaplah janji yang tak tahu kapan terealisasi.

Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Memaknai Perjanjian Utang Piutang Baru

30 January 2026 • 13:06 WIB

Dari Penempatan ke Pengabdian: Jalan Sunyi Seorang Hakim

27 January 2026 • 11:04 WIB

Gimana sih Reaksi Manusia ketika Hukum “Nempel”di Tubuh Kita?

17 January 2026 • 14:12 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

By Aman2 March 2026 • 08:24 WIB0

Prolog Artikel ini membedah problematika krusial dalam penegakan hukum terhadap pembelaan terpaksa (noodweer) di tengah…

Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama

1 March 2026 • 21:32 WIB

Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong

1 March 2026 • 20:57 WIB

Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik

1 March 2026 • 20:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim
  • Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  • Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  • Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  • Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.