Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Ikatan Yudisial: Penutupan Resmi Pelatihan Hakim Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal

28 April 2026 • 19:45 WIB

Keterbukaan Proses Persidangan: Sebuah Perbandingan dari Tanah Hindustan

28 April 2026 • 19:23 WIB

Menata Ulang Pembuktian di Era Digital: Pelajaran dari Sistem Bukti Elektronik di India

28 April 2026 • 19:08 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Doa di Atas Bukit Gundul
Features Satire

Doa di Atas Bukit Gundul

Khoerul UmamKhoerul Umam30 December 2025 • 09:23 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Malik mengenal bukit itu sebelum ia mengenal kitab kuning dan istilah-istilah besar tentang maslahat. Sejak kecil, bukit di belakang desanya adalah tempat ia belajar banyak hal tanpa sadar. Di sanalah ia berlari tanpa alas kaki, memanjat pohon jambu, dan berbaring memandang awan sambil menebak-nebak bentuknya. Bukit itu hijau, teduh, dan seperti penjaga desa yang diam namun setia. Kini, setiap kali Malik memandang ke arah yang sama, yang ia lihat hanyalah tanah merah dan bekas roda kendaraan berat.

Pagi itu, seperti pagi-pagi lainnya, Malik pergi menuju Lembaga Cahaya Umat dengan mengendarai sepeda ontel warisan bapaknya. Ia datang sebagai santri dan relawan, membantu apa saja yang dibutuhkan. Bangunan lembaga itu megah, lantainya dingin, dindingnya dipenuhi kaligrafi ayat tentang amanah dan keadilan. Dari pengeras suara, doa mengalun rapi, teratur, dan terdengar penuh arti. Malik sering bertanya dalam hati, apakah Tuhan benar-benar perlu diyakinkan setiap hari dengan rekaman yang diputar rutin tanpa tahu makna yang terkandung di dalam bacaannya?

Di halaman depan, mobil-mobil berpelat putih terparkir berjajar. Malik tahu, sebagian pemiliknya adalah orang-orang yang kerap berbicara tentang kesederhanaan. Mereka ramah, suka menepuk pundak, dan pandai memilih kata. Jika ada yang bertanya, jawaban mereka selalu lembut, penuh senyum, dan sulit disanggah. Di ruang pertemuan, Malik duduk di barisan belakang. Ia mendengarkan ceramah tentang manusia sebagai khalifah di bumi, tentang keseimbangan alam, tentang dosa merusak ciptaan Tuhan. Kata-kata itu indah, mengalir seperti air bersih. Namun setiap kali ia memejamkan mata, yang terbayang justru truk-truk tambang yang lewat di depan desanya, membawa tanah dari bukit yang dulu hijau.

Di belakang kantor lembaga itu, bukit yang sama berdiri tanpa suara. Dulu, para pembicara sering menunjuknya sebagai contoh kebesaran Tuhan. Kini, bukit itu jarang disebut. Jika disebut pun, dengan istilah baru yang terdengar canggih dan aman.

Baca Juga  Perjamuan di Meja Bundar: Saat Burung Beo Belajar Makan dengan Garpu Plastik

“Pengelolaan sumber daya,” kata mereka. “Pemberdayaan ekonomi umat,” tambah yang lainnya.

Malik mencoba memahami. Ia membaca, berdiskusi, dan berdoa. Ia ingin percaya bahwa semua ini benar. Namun setiap kali pulang ke desa, ibunya mengeluh air sumur berubah rasa. Ayahnya berhenti menanam karena tanah tak lagi ramah. Sungai kecil tempat Malik dulu mandi kini keruh dan sunyi.

Suatu sore, Malik memberanikan diri bertanya dalam sebuah forum kecil. Suaranya pelan, nyaris tenggelam oleh kipas angin dan batuk-batuk ringan.

“Kiai, kalau bumi ini amanah, mengapa ia dilukai atas nama doa?”, kata malik pelan.

Ruangan hening. Malik bisa merasakan beberapa pasang mata menoleh. Seorang kiai tersenyum, lalu menepuk pundaknya dengan gerakan yang terasa seperti penutup percakapan.

“Kamu masih muda,” katanya lembut. “Nanti juga paham. Agama itu luwes. Yang penting niat kita baik.” Pungkas sang kiai.

Malik mengangguk, meski di dadanya ada sesuatu yang tak ikut mengangguk.

Sejak hari itu, Malik mulai memperhatikan lebih saksama. Ia melihat rapat-rapat tertutup yang selalu dimulai dengan doa dan diakhiri dengan tanda tangan. Ia melihat proposal dengan sampul religius dan isi yang penuh angka. Ia mendengar kata-kata seperti maslahat dan keberkahan digunakan berulang-ulang, hingga maknanya terasa aus. Ia juga melihat ceramah tentang zuhud disampaikan dari podium mahal, dengan lampu terang dan pendingin ruangan. Di luar gedung, truk-truk tambang melintas tanpa henti. Debunya menempel di daun-daun yang tersisa, juga di pakaian warga desa.

Setiap kali ada kritik, jawabannya selalu sama. Ayat dibacakan. Nasihat disampaikan. Mereka yang bertanya terlalu keras disebut kurang adab. Mereka yang menolak disebut belum matang memahami realitas. Malik belajar bahwa dalam ruang tertentu, pertanyaan bisa dianggap gangguan. Di desa, perubahan terjadi pelan-pelan. Sumur menjadi asin sedikit demi sedikit. Daun menguning sebelum waktunya. Burung-burung jarang kembali. Namun di kota, gedung Lembaga Cahaya Umat bertambah satu lantai. Dana umat disebut meningkat. Program baru diumumkan dengan nama-nama indah, penuh kata cahaya, berkah, dan kesejahteraan. Foto-foto kegiatan dipajang rapi. Senyum tertata. Doa-doa diangkat tinggi.

Baca Juga  Sang Pemuja Tanah: Khotbah dari Singgasana Berdebu

Suatu malam, Malik berjalan sendiri ke bukit yang kini tinggal tanah merah. Ia duduk di sana, di tempat yang dulu penuh rumput. Angin membawa bau logam dan debu. Tak ada pengeras suara. Tak ada protokol. Malik hanya berdoa dengan kata-kata yang sederhana, seperti dulu ketika ia masih kecil.

“Ya Tuhan,” bisiknya, “jika nama-Mu dipakai untuk melukai ciptaan-Mu, apakah Engkau masih dipanggil, atau hanya disebut?”

Ia menunggu, bukan jawaban, melainkan ketenangan. Akan tetapi, yang datang justru suara mesin dari kejauhan, bekerja tanpa henti, seperti doa yang tak pernah selesai.

Keesokan harinya, lembaga mengadakan doa bersama untuk keselamatan tambang. Spanduk besar terbentang. Kata-kata suci ditulis dengan tinta emas. Kamera merekam dari berbagai sudut. Para tokoh berdiri rapi, tangan terangkat, suara amin bergema panjang.

Malik berdiri di pinggir, memperhatikan. Ia tak marah. Ia hanya merasa asing.

Di bawah doa-doa itu, bumi terus digali. Tanpa upacara. Tanpa ayat.

Malik mulai memahami sesuatu yang tak pernah diajarkan secara resmi. Bahwa kesalehan bisa tampil sangat rapi. Bahwa doa bisa menjadi tameng. Bahwa ayat bisa menjadi perisai. Dan bahwa agama, dalam keadaan tertentu, bisa dipinjam untuk urusan dunia, lalu dikembalikan ketika sudah selesai.

Hanya bumi yang tak pernah diajak bicara.

Ia tidak menolak.
Ia tidak menyela.
Ia hanya diam, rusak, dan menyimpan ingatan tentang siapa saja yang pernah menyebut nama Tuhan sambil melukainya. Malik menunduk. Ia tahu, suatu hari nanti, pertanyaan itu harus dijawab. Bukan di forum. Bukan di podium. Melainkan di hadapan Tuhan yang tak pernah membutuhkan pengeras suara.

Khoerul Umam
Kontributor
Khoerul Umam
Analis Perkara Peradilan Pengadilan Negeri Muara Teweh

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mempererat Ikatan Yudisial: Penutupan Resmi Pelatihan Hakim Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal

28 April 2026 • 19:45 WIB

Keterbukaan Proses Persidangan: Sebuah Perbandingan dari Tanah Hindustan

28 April 2026 • 19:23 WIB

Menata Ulang Pembuktian di Era Digital: Pelajaran dari Sistem Bukti Elektronik di India

28 April 2026 • 19:08 WIB
Demo
Top Posts

Mempererat Ikatan Yudisial: Penutupan Resmi Pelatihan Hakim Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal

28 April 2026 • 19:45 WIB

Keterbukaan Proses Persidangan: Sebuah Perbandingan dari Tanah Hindustan

28 April 2026 • 19:23 WIB

Menata Ulang Pembuktian di Era Digital: Pelajaran dari Sistem Bukti Elektronik di India

28 April 2026 • 19:08 WIB

Dr. Varun Kapoor : Ancaman Kejahatan Siber ada di sekitar kita. Bagaimana cara menyikapinya?

28 April 2026 • 19:04 WIB
Don't Miss

Mempererat Ikatan Yudisial: Penutupan Resmi Pelatihan Hakim Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal

By Irvan Mawardi28 April 2026 • 19:45 WIB0

Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti penutupan program short course bagi delegasi Mahkamah Agung Republik…

Keterbukaan Proses Persidangan: Sebuah Perbandingan dari Tanah Hindustan

28 April 2026 • 19:23 WIB

Menata Ulang Pembuktian di Era Digital: Pelajaran dari Sistem Bukti Elektronik di India

28 April 2026 • 19:08 WIB

PN Gresik Kembangkan Jurnal Ilmiah “Grissee Court”, Perkuat Tradisi Riset dan Epistemologi Hukum Peradilan

28 April 2026 • 19:05 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Ikatan Yudisial: Penutupan Resmi Pelatihan Hakim Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal
  • Keterbukaan Proses Persidangan: Sebuah Perbandingan dari Tanah Hindustan
  • Menata Ulang Pembuktian di Era Digital: Pelajaran dari Sistem Bukti Elektronik di India
  • PN Gresik Kembangkan Jurnal Ilmiah “Grissee Court”, Perkuat Tradisi Riset dan Epistemologi Hukum Peradilan
  • Dr. Varun Kapoor : Ancaman Kejahatan Siber ada di sekitar kita. Bagaimana cara menyikapinya?

Recent Comments

  1. Tipisnya Hidup dan Kematian dalam Perjalanan dari Jabalpur ke Bhopal: “Ketika Tasbih Mengalahkan Klakson” Suara BSDK Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy on Catatan Perjalanan: Dari Bhopal ke Jabalpur, “Roller Coaster” Darat Menuju Madhya Pradesh High Court
  2. Analisis Batas Fungsi Pengawasan DPR dan Prinsip Judicial Independence dalam Seruan Komisi III pada Kasus Vonis Bebas Amsal Sitepu - LP2KI FH-UH on Batas Kewenangan Konstitusional: Antara Fungsi Pengawasan DPR dan Kemandirian Kekuasaan Kehakiman
  3. is cenforce legal on Debu di Atas Map Hijau
  4. kamagra north sydney on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  5. what is vidalista 80 on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.