Pernahkah kita merasa sedikit tertegun saat asisten digital di ponsel memberikan jawaban yang sangat pas untuk kegalauan kita? Atau mungkin saat ia tiba-tiba bisa melengkapi kalimat seolah-olah ia tahu apa yang sedang ada di kepala kita? Di saat-saat seperti itu, sulit bagi kita untuk tidak berhenti sejenak dan bertanya: Apakah kita sedang berbicara dengan mesin, atau dengan sesuatu yang benar-benar punya “nyawa”? Kita hidup di masa di mana batas itu semakin kabur. AI sekarang bukan lagi sekadar alat hitung yang kaku; ia bisa bercanda, memberi saran kehidupan, hingga menciptakan puisi yang menyentuh hati. Kehebatannya membuat kita sering kali lupa bahwa…
Read More