Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tujuan Pemidanaan, Inovasi Pemaafan Hakim, dan Ragam Pidana dalam KUHP Nasional

2 March 2026 • 14:34 WIB

Mengawal Transisi Paradigma Hukum Pidana Menuju Keadilan Substantif

2 March 2026 • 14:34 WIB

Pentingnya Integritas dan Keterampilan Disampaikan dalam Pembekalan Hakim Tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara  Seluruh Indonesia sebagai Kunci Mewujudkan Keadilan yang Bermartabat

2 March 2026 • 14:22 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Sudah Punya Nama, Jangan Cari Muka
Features Satire

Sudah Punya Nama, Jangan Cari Muka

Tri IndroyonoTri Indroyono3 January 2026 • 14:05 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Realitas Kehidupan

Di sebuah ruang kerja yang dindingnya penuh slogan motivasi Integritas, Profesionalisme, Akuntabilitas, hidup sekelompok manusia yang setiap pagi tampak sibuk, tetapi tak selalu bekerja. Mereka datang tepat waktu, duduk rapi, membuka komputer, lalu membuka jendela lain yang lebih penting dari pekerjaan: jendela untuk menilai orang lain.

Tokoh utama kita sebut saja Aku bukan siapa-siapa. Sudah punya nama di kartu identitas, sudah punya muka di cermin, dan karena itu tak berniat mencari muka di hadapan siapa pun. Prinsipnya sederhana: bekerja secukupnya dengan sungguh-sungguh, bicara seperlunya dengan jujur, dan berharap hasil pada Allah SWT, bukan pada tepuk tangan manusia.

Namun prinsip sederhana itu sering dianggap aneh di ruang kerja ini.

Di sini, ada tradisi tak tertulis: bekerja bukan untuk hasil, melainkan untuk terlihat. Siapa yang paling sering mengkritik, dialah yang dianggap paling peduli. Siapa yang paling lantang menilai, dialah yang disebut paling berintegritas. Anehnya, mereka yang rajin menilai jarang terlihat menyelesaikan pekerjaan sendiri.

“Pekerjaan si A lambat,” kata seseorang sambil menyeruput kopi.

“Laporan si B banyak salah,” timpal yang lain sambil membuka media sosial.
“Kalau saya yang pegang, pasti beres,” ujar yang ketiga, meski pekerjaannya sendiri belum pernah benar-benar selesai.

Aku mendengarkan, tersenyum, lalu kembali menatap layar. Dalam hati Aku bergumam: “Betapa mudahnya menilai pekerjaan orang lain, dan betapa beratnya menilai kinerja sendiri”.

Cermin Bermuka Dua

Satire kehidupan kantor memang sering lucu sekaligus menyedihkan. Banyak orang sibuk menambal kekurangan diri dengan menyoroti kesalahan orang lain. Seolah dengan menemukan cacat pada sesama, lubang pada dirinya akan tertutup rapi. Padahal, kekurangan itu bukan hilang hanya disembunyikan di balik suara kritik.

Aku pernah bertanya pada diri sendiri: “Mengapa manusia begitu gemar mencari kesalahan orang lain?” Jawabannya sederhana: “Karena menilai orang lain lebih ringan daripada memperbaiki diri sendiri. Mengkritik tidak membutuhkan disiplin, sedangkan memperbaiki diri menuntut kejujuran dan kerja keras.”

Baca Juga  Sekretaris Pengadilan: Dari Administrator Menuju Role Model dan Penggerak Perubahan Utama di Institusi Pengadilan

Dalam satu rapat evaluasi, seorang rekan berdiri dengan penuh semangat. Ia menyampaikan daftar panjang kesalahan tim lain. Slide demi slide dipenuhi kata “kurang”, “tidak optimal”, dan “perlu diperbaiki”. Ketika giliran laporan timnya sendiri, layar “mendadak mati”. Ia tersenyum dan berkata, “Untuk tim kami, rasanya sudah cukup baik.”

Aku menunduk. Bukan menahan tawa, tetapi menahan sedih. Sebab di situlah satire itu berdiri telanjang: mencari kebenaran saat menilai orang lain, tetapi mencari pembenaran saat menilai diri sendiri.

Padahal, dalam iman yang kami yakini bersama, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Manusia diciptakan dengan keterbatasan, dengan cela, dengan potensi salah. Lalu mengapa kita begitu berambisi tampil sempurna di hadapan sesama, sementara lupa memperbaiki diri di hadapan-Nya?

Aku teringat satu nasihat lama yang sering terdengar klise: “Jangan mencari kesalahan orang lain, lebih baik mengisi dan melengkapi kekurangannya.” Nasihat itu terdengar sederhana, tetapi sulit dijalankan di dunia yang lebih menghargai kritik daripada kontribusi.

Sudah Punya Nama, Tak Perlu Cari Muka

Di ruang kerja ini, orang yang bekerja diam-diam sering kalah pamor dengan mereka yang pandai berbicara. Mereka yang menuntaskan tugas tanpa banyak cerita sering luput dari perhatian. Tetapi Aku belajar satu hal: “Bekerja tanpa berharap balas budi adalah bentuk kemerdekaan batin. Ketika tidak berharap pujian, kita tidak kecewa saat dilupakan. Ketika tidak mengejar sanjungan, kita bebas bekerja dengan jujur.”

Aku memilih jalur yang mungkin tidak populer: bekerja mandiri, berusaha inovatif, dan tetap inspiratif setidaknya bagi diri sendiri. Bukan berarti menutup mata pada kesalahan, tetapi memilih cara yang lebih beradab untuk menyikapinya. Bukan dengan mengumumkan kekurangan orang lain, melainkan dengan menawarkan solusi dan kebersamaan.

Sebab pada akhirnya, kinerja yang berarti bukanlah kinerja yang paling terlihat, melainkan yang paling berdampak. Bukan yang paling sering dibicarakan, tetapi yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Suatu hari, seorang rekan mendekat dan bertanya, “Kenapa kamu jarang ikut mengkritik di rapat?”

Baca Juga  Jejak Siber sebagai Identitas Permanen: Hak untuk Dilupakan dan Peran Hukum di Era Digital

Aku menjawab pelan, “Karena saya masih sibuk memperbaiki pekerjaan saya sendiri.”

Rekan tersebut terdiam, lalu tertawa kecil. Mungkin menganggap jawabanku sebagai satire. Padahal, itu adalah pengakuan paling jujur yang bisa kusampaikan. Sebab Aku sadar, kesalahan dan kekurangan diri kita sering kali belum diketahui orang lain, hanya karena semata Allah SWT menutupinya. Di hadapan Yang Maha Kuasa, semua kekurangan dan cela terpampang jelas dan tercatat sangat rinci.

Mencari kebenaran berarti berani bercermin. Mencari pembenaran berarti memecahkan cermin agar tak melihat pantulan sendiri. Banyak orang memilih yang kedua, karena lebih nyaman. Namun kenyamanan itu semu. Ia hanya menunda perjumpaan dengan kenyataan.

Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, seharusnya kebersamaan menjadi kekuatan. Tidak ada manusia yang cukup hebat bekerja sendirian. Tidak ada institusi yang berhasil karena satu orang paling vokal. Kinerja yang berarti, lahir dari saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan.

Di akhir cerita ini, ruang kerja itu masih sama. Slogan di dinding belum berubah. Orang-orang masih datang dan pergi. Sebagian masih sibuk menilai, sebagian mulai belajar bekerja. Aku tetap di mejaku, menuntaskan tugas, memperbaiki kekurangan, dan berdoa agar pekerjaanku bernilai ibadah.

Aku percaya, prestasi sejati bukan tentang siapa yang paling terlihat benar, tetapi siapa yang paling sungguh-sungguh berusaha. Bukan tentang siapa yang paling pandai bicara, tetapi siapa yang paling jujur bekerja.

Dan dalam sunyi itu, aku mengulang satu kalimat sebagai pengingat diri:
Sudah punya nama, jangan cari muka. Sudah punya amanah, tunaikan dengan sebaik-baiknya. Sisanya, serahkan pada Allah SWT.

Tri Indroyono
Kontributor
Tri Indroyono
Panitera Pengadilan Negeri Garut

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ASN cari muka dunia peradilan pengadilan profesionalisme
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Tujuan Pemidanaan, Inovasi Pemaafan Hakim, dan Ragam Pidana dalam KUHP Nasional

By Anton Ahmad Sogiri2 March 2026 • 14:34 WIB0

Megamendung, 2 Maret 2026 – Berikut adalah lanjutan reportase Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman…

Mengawal Transisi Paradigma Hukum Pidana Menuju Keadilan Substantif

2 March 2026 • 14:34 WIB

Pentingnya Integritas dan Keterampilan Disampaikan dalam Pembekalan Hakim Tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara  Seluruh Indonesia sebagai Kunci Mewujudkan Keadilan yang Bermartabat

2 March 2026 • 14:22 WIB

Diakuinya Saksi Mahkota dalam Pembuktian Hukum Pidana Dalam Kuhap Baru  

2 March 2026 • 12:19 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tujuan Pemidanaan, Inovasi Pemaafan Hakim, dan Ragam Pidana dalam KUHP Nasional
  • Mengawal Transisi Paradigma Hukum Pidana Menuju Keadilan Substantif
  • Pentingnya Integritas dan Keterampilan Disampaikan dalam Pembekalan Hakim Tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara  Seluruh Indonesia sebagai Kunci Mewujudkan Keadilan yang Bermartabat
  • Diakuinya Saksi Mahkota dalam Pembuktian Hukum Pidana Dalam Kuhap Baru  
  • Pusdiklat Teknis MA RI Adakan Pelatihan Teknis Yudisial bagi 105 Hakim dari Tiga Lingkungan Peradilan

Recent Comments

  1. hello world on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.