Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa

October 29, 2026

PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan

October 29, 2026

Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti

October 29, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Tujuan Pemidanaan, Inovasi Pemaafan Hakim, dan Ragam Pidana dalam KUHP Nasional

Tujuan Pemidanaan, Inovasi Pemaafan Hakim, dan Ragam Pidana dalam KUHP Nasional

Anton Ahmad SogiriBy Anton Ahmad SogiriMarch 2, 2026 · 14:34 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Megamendung, 2 Maret 2026 – Berikut adalah lanjutan reportase Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman Pasal Tertentu KUHP bagi Hakim Peradilan Umum, Hakim Ad Hoc Tipikor, Ad Hoc Perikanan, dan Hakim Mahkamah Syariah Aceh yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Tujuan dan Pedoman Pemidanaan dalam KUHP Nasional

Tujuan pemidanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 51 KUHP Nasional mencerminkan sintesis dari berbagai teori pemidanaan, meliputi: (a) mencegah dilakukannya tindak pidana dengan menegakkan norma hukum demi perlindungan dan pengayoman masyarakat (teori pencegahan umum); (b) memasyarakatkan terpidana melalui pembinaan dan pembimbingan (teori rehabilitasi); (c) menyelesaikan konflik, memulihkan keseimbangan, serta mendatangkan rasa aman dan damai (teori restoratif); dan (d) menumbuhkan rasa penyesalan dan membebaskan rasa bersalah pada terpidana (teori efek jera).

Pasal 52 KUHP menegaskan bahwa pemidanaan tidak dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia, sejalan dengan asas-asas pemasyarakatan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 yang menempatkan kehilangan kemerdekaan sebagai satu-satunya penderitaan.

Lebih lanjut, Pasal 54 ayat (1) KUHP mewajibkan hakim mempertimbangkan secara eksplisit sebelas hal dalam pemidanaan, yaitu:

  1. Bentuk kesalahan pelaku;
  2. Motif dan tujuan melakukan tindak pidana;
  3. Sikap batin pelaku;
  4. Apakah tindak pidana dilakukan dengan direncanakan;
  5. Cara melakukan tindak pidana;
  6. Sikap dan tindakan pelaku sesudah melakukan tindak pidana;
  7. Riwayat hidup, keadaan sosial, dan ekonomi pelaku;
  8. Pengaruh pidana terhadap masa depan pelaku;
  9. Pengaruh tindak pidana terhadap korban atau keluarga korban;
  10. Pemaafan dari korban dan/atau keluarga korban; dan/atau
  11. Nilai hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Menurut Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Implementasi KUHP 2023 dan KUHAP 2025, pertimbangan-pertimbangan di atas bersifat alternatif-kumulatif. Hakim tidak lagi cukup hanya menyebut “hal-hal yang memberatkan dan meringankan” dalam satu atau dua kalimat. Pedoman ini mengharuskan uraian yang lebih sistematis dan terukur.

Khusus untuk korporasi, Pasal 56 KUHP menambahkan sejumlah pertimbangan spesifik seperti tingkat kerugian, tingkat keterlibatan pengurus, frekuensi tindak pidana, rekam jejak korporasi, dan kerja sama korporasi dalam penanganan tindak pidana.

Lembaga Pemaafan Hakim (Judicial Pardon): Inovasi dalam Sistem Peradilan Pidana

Putusan pemaafan hakim (rechterlijke pardon) diatur dalam Pasal 1 angka 19 jo Pasal 246 ayat (1) KUHAP serta Pasal 54 ayat (2) KUHP. Lembaga ini memberikan kewenangan kepada hakim untuk menyatakan terdakwa terbukti bersalah namun tidak menjatuhkan pidana atau tindakan, dengan mempertimbangkan segi keadilan dan kemanusiaan.

Syarat-syarat penerapan pemaafan hakim meliputi:

  1. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana;
  2. Perbuatan terdakwa bersifat ringan;
  3. Terdapat keadaan tertentu pada diri terdakwa;
  4. Terdapat keadaan tertentu pada waktu tindak pidana dilakukan;
  5. Terdapat keadaan tertentu yang terjadi kemudian;
  6. Adanya pertimbangan faktor keadilan dan kemanusiaan.

Yang dimaksud dengan “ringannya perbuatan” dapat didasarkan pada: ketentuan Pasal 70 ayat (1) KUHP yang berisi keadaan yang membuat pidana penjara sedapat mungkin tidak dijatuhkan; tindak pidana yang dikualifikasikan sebagai tindak pidana ringan (pencurian ringan, penggelapan ringan, penipuan ringan, dll); tindak pidana yang diancam pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak kategori III (Rp50 juta); kerugian korban tidak melebihi Rp2.500.000 atau tidak lebih dari UMR setempat; telah dipenuhinya kewajiban sanksi adat; atau tindak pidana merupakan delik aduan.

Baca Juga  Ketua MA Sampaikan “Representasi Dan Kepemimpinan Hakim Perempuan Adalah Bagian Dari Strategi Membangun Peradilan Yang Berwibawa” Dalam Pembukaan Kegiatan Orientasi Dan Pelatihan Mentoring Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia

Adapun “keadaan pada diri terdakwa” meliputi motif memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak (misalnya mencuri karena kelaparan), latar belakang mental dan intelektual, kondisi sosial ekonomi, serta bentuk kesalahan berupa kelalaian. Sementara “keadaan pada waktu dan setelah terjadinya tindak pidana” mencakup situasi yang menyebabkan keterbatasan pilihan rasional (krisis moneter, bencana alam), tindak pidana yang dipicu perbuatan korban, permintaan maaf terdakwa, pemaafan korban, serta upaya pemulihan akibat tindak pidana.

Perlu ditekankan bahwa pemaafan hakim berbeda dengan alasan penghapus pemidanaan. Pemaafan hakim tetap menyatakan seseorang bersalah namun tidak dijatuhi pidana, sedangkan alasan penghapus pemidanaan melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Kesalahan dalam menempatkan atau mempertukarkan antara alasan penjatuhan pemaafan hakim dengan alasan penghapus pemidanaan harus dihindari.

Lebih lanjut, pemaafan hakim tidak berlaku untuk tindak pidana tertentu seperti: keamanan negara, terorisme, korupsi, kekerasan seksual, kesusilaan (kecuali delik aduan), tindak pidana dengan ancaman 5 tahun atau lebih (kecuali kealpaan), tindak pidana terhadap nyawa (kecuali kealpaan), narkotika (kecuali pengguna), penyalahgunaan relasi kuasa, dan pengulangan tindak pidana.

Amar putusan pemaafan hakim dirumuskan sebagai berikut: pernyataan kesalahan terdakwa dan kualifikasi tindak pidana; pernyataan pemberian maaf hakim atas kesalahan terdakwa; pernyataan bahwa terdakwa tidak dijatuhi pidana atau tidak dikenakan tindakan; perintah pengeluaran terdakwa dari tahanan; penetapan status barang bukti; dan pembebanan biaya perkara.

Dalam konteks upaya hukum, putusan pemaafan hakim dapat diajukan banding ke pengadilan tingkat banding, namun tidak dapat diajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagaimana diatur dalam Pasal 299 Ayat (2) KUHAP.

Ragam Pidana dan Tindakan: Memperluas Opsi Sanksi

Jenis-jenis pidana dan tindakan dalam KUHP Nasional lebih variatif dibandingkan KUHP lama. Pidana pokok meliputi pidana penjara, pidana denda, pidana pengawasan, dan pidana kerja sosial. Pidana tambahan mencakup pencabutan hak tertentu, perampasan barang, pengumuman putusan, pembayaran ganti rugi, pencabutan izin tertentu, dan pemenuhan kewajiban adat. Tindakan lebih diarahkan pada perlindungan masyarakat dan perawatan pelaku, seperti konseling, rehabilitasi, pelatihan kerja, perawatan di lembaga, perbaikan akibat tindak pidana, dan penyerahan kepada seseorang atau pemerintah.

Pidana mati dalam KUHP Nasional ditempatkan sebagai pidana yang bersifat khusus dan hanya dapat dijatuhkan untuk tindak pidana tertentu yang digolongkan sangat serius. Pelaksanaannya tidak otomatis, melainkan didahului masa penundaan (masa percobaan) selama 10 tahun, di mana perilaku terpidana dapat menjadi dasar pengubahan menjadi pidana seumur hidup melalui mekanisme komutasi.

Penguatan pidana alternatif non-penjara menjadi salah satu karakteristik pembaruan KUHP Nasional. Kebijakan ini lahir dari kesadaran bahwa pidana penjara, apabila digunakan berlebihan, menimbulkan problem serius seperti overcrowding, biaya tinggi, dan dampak kriminogen. Dalam kebijakan kriminal modern, penjara ditempatkan sebagai sanksi yang harus digunakan secara selektif, terutama untuk tindak pidana serius atau pelaku berisiko tinggi.

Baca Juga  Cucurak/ Munggahan Warga Menpim Di Megamendung

Untuk pidana pengawasan, hakim dapat menjatuhkannya apabila pelaku dinilai tidak membahayakan secara signifikan jika tetap berada di masyarakat, terdapat program pembinaan atau mekanisme pengawasan yang realistis, dan tujuan pemidanaan (khususnya rehabilitasi) dapat dicapai lebih baik melalui pengawasan. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Implementasi KUHP 2023 dan KUHAP 2025 memberikan format amar pidana pengawasan yang mencakup syarat umum tidak mengulangi tindak pidana dan syarat khusus seperti menjalani program rehabilitasi, mengunjungi atau tidak mengunjungi tempat tertentu, wajib lapor, dan kewajiban atau larangan tertentu lainnya.

Pidana kerja sosial dimaksudkan untuk membuat pelaku “membayar” kesalahannya melalui kerja bermanfaat bagi masyarakat tanpa menjalani pidana penjara. Tujuannya menumbuhkan kesadaran sosial, mengurangi stigma, dan memberikan manfaat langsung bagi komunitas. Hakim perlu memperhatikan kesesuaian jenis pekerjaan dengan kemampuan fisik pelaku, potensi risiko terhadap masyarakat, dan mekanisme pengawasan.

Pidana denda dikembangkan dengan memperhatikan kemampuan ekonomi pelaku dan proporsionalitas. Denda yang terlalu ringan kehilangan efek jera, sementara denda terlalu berat dapat menjerumuskan pelaku dan keluarganya. Hakim disarankan mengumpulkan data kondisi ekonomi pelaku, menyusun argumentasi jumlah denda, dan menjelaskan konsekuensi jika denda tidak dibayar, termasuk penggantian dengan pidana lain.

Asas Lex Favor Reo dalam Masa Transisi

Penerapan asas lex favor reo (lex mitior) sangat penting selama masa transisi dari KUHP lama ke KUHP Nasional. Asas ini merupakan pengejawantahan prinsip keadilan dan kemanusiaan bahwa negara tidak boleh menghukum seseorang berdasarkan standar yang lebih berat dari standar yang kini diakui sebagai wajar.

Dalam praktiknya, hakim harus secara sistematis mengidentifikasi ketentuan KUHP lama yang menjadi dasar dakwaan, membandingkan dengan ketentuan sepadan dalam KUHP Nasional (termasuk jenis dan ancaman pidana), menilai mana yang secara konkret lebih menguntungkan terdakwa, serta menjelaskan dalam pertimbangan bahwa pilihan terhadap ketentuan tertentu didasarkan pada asas lex favor reo. Ketentuan terkait asas ini diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 618 KUHP Nasional.

Masa transisi membawa tantangan berupa perbedaan penafsiran dan potensi ketidakpastian. Hakim dituntut menguasai perbandingan antara kedua rezim hukum, menyusun pola pertimbangan yang konsisten, serta menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan bagi terdakwa maupun korban.

Penutup

Mengutip Oliver Wendell Holmes: “The life of the law has not been logic; it has been experience.” Kehidupan hukum bukanlah logika melainkan pengalaman. Hakim Indonesia saat ini bukan hanya penerap undang-undang, tetapi arsitek keadilan sosial. Putusan yang baik bukan hanya benar secara hukum, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara moral, konstitusional, dan sosial.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini diharapkan mampu membekali para hakim dalam mengimplementasikan KUHP dan KUHAP baru secara bijak dan berkeadilan. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap perubahan paradigma hukum pidana nasional, hakim diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai penjaga marwah peradilan dan kepercayaan bangsa.

Anton Ahmad Sogiri
Kontributor
Anton Ahmad Sogiri
Hakim Pengadilan Negeri Larantuka

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita inovasi KUHP Nasional pemaafan hakim Pemidanaan ragam pidana
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa

October 29, 2026

PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan

October 29, 2026

Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih

October 29, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa

By Mohammad Khairul MuqorobinOctober 29, 20260

Tanjung Redeb, Kabupaten Berau — Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menjatuhkan putusan lepas dari segala…

PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan

October 29, 2026

Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti

October 29, 2026

Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih

October 29, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa
  • PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan
  • Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  • Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih
  • Perkuat Benteng Integritas, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Teguhkan Komitmen Tertib Administrasi Perkara melalui Pembinaan Kadilmiltama

Recent Comments

  1. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  2. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  3. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  4. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  5. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.