Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menjaga Amanah Waktu » Page 10
Features Satire

Menjaga Amanah Waktu

Kumpulan Cerpen Reflektif Aparatur Peradilan
Tri IndroyonoTri Indroyono7 January 2026 • 11:06 WIB29 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

#Segmen 9 – Lorong yang Tidak Pernah Tercatat

Lorong itu tidak pernah muncul dalam denah resmi gedung. Ia tidak memiliki papan nama, tidak pula tercantum dalam laporan inventaris. Namun hampir setiap aparatur yang bekerja di gedung itu pernah melaluinya lorong sempit yang menghubungkan ruang sidang, ruang kerja, dan ruang tunggu.

Di lorong itulah banyak hal terjadi tanpa pernah dicatat.

Aku sering melintasinya pada jam-jam sunyi. Lampu-lampunya redup, dindingnya dingin, dan langkah kaki bergema lebih keras daripada suara hati. Di sanalah percakapan pendek berlangsung. Di sanalah keputusan kecil diambil. Di sanalah kelelahan disembunyikan.

Lorong yang tidak pernah tercatat itu adalah saksi diam dari pengabdian yang tidak tampil di depan publik.

Pernah suatu sore, aku melihat seorang panitera berdiri lama di lorong itu, memegang berkas erat-erat. Wajahnya tegang, seolah menimbang sesuatu yang berat. Tidak ada sidang, tidak ada atasan, tidak ada sorot kamera. Hanya ia dan pilihannya.

Aku tidak bertanya. Sebab aku tahu, di lorong itu, setiap aparatur sedang berdialog dengan dirinya sendiri.

Allah berfirman:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7).

Ayat itu terasa hidup di lorong sempit tersebut. Tidak ada perbuatan yang benar-benar kecil. Tidak ada sikap yang benar-benar luput dari penilaian, meski tidak tercatat dalam sistem.

Di lorong itu pula aku pernah menyaksikan empati yang tulus. Seorang pegawai muda menenangkan pihak yang menangis sebelum masuk ruang sidang. Ia tidak berkata banyak. Hanya menawarkan air minum dan mendengarkan. Peristiwa itu berlangsung singkat, lalu hilang tanpa jejak administratif. Namun aku yakin, nilainya tidak kecil.

Baca Juga  Doa di Atas Bukit Gundul

Lorong itu juga menyimpan godaan. Bisikan untuk menyederhanakan yang rumit. Dorongan untuk memilih jalan pintas. Ajakan halus yang tidak pernah diucapkan terang-terangan. Semua itu lebih sering muncul di lorong daripada di ruang resmi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Mintalah fatwa kepada hatimu, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu.”
(HR. Ahmad).

Hadis itu menjadi penunjuk arah di lorong sunyi. Sebab di sanalah aparatur benar-benar sendirian dengan niatnya. Tidak ada formulir yang bisa melindungi dari kesalahan niat. Tidak ada tanda tangan yang bisa menutup suara hati.

Aku menyadari, lorong yang tidak pernah tercatat itu justru paling jujur. Di ruang sidang, semua orang menjaga kata. Di meja pelayanan, semua orang menjaga sikap. Namun di lorong, topeng sering dilepas. Di sanalah karakter asli tampak.

Menjelang malam, lorong itu semakin sepi. Lampu satu per satu dipadamkan. Aku melangkah pelan, merasakan keheningan yang menenangkan sekaligus mengingatkan. Bahwa pengabdian tidak selalu berada di tempat yang terlihat.

Aku berhenti sejenak di ujung lorong. Menoleh ke belakang. Lorong itu tampak biasa saja. Namun aku tahu, ia menyimpan lebih banyak cerita kejujuran daripada banyak dokumen resmi.

Lorong yang tidak pernah tercatat itu akan terus ada, selama gedung ini berdiri. Ia akan terus menguji aparatur apakah mereka menjaga integritas hanya di ruang terang, atau juga di ruang sempit yang tidak diawasi.

Dan aku memahami satu hal penting: barangkali yang paling menentukan dalam hidup seorang aparatur bukan apa yang tercatat dalam jabatan, melainkan apa yang tetap lurus di lorong-lorong sunyi yang hanya Tuhan dan nurani yang menjadi saksi.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:

Baca Juga  Tangis Tuan Bupati
SUARABSDKMARI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
satire
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Demo
Top Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Don't Miss

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

By Muhammad Adiguna Bimasakti15 January 2026 • 08:06 WIB

Sistem peradilan di Indonesia pada awalnya dirancang sederhana, dengan seluruh jenis perkara ditangani oleh Pengadilan-Pengadilan…

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire SuaraBSDK Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Abdul Ghani
  • Abiandri Fikri Akbar
  • Agus Digdo Nugroho
  • Ahmad Junaedi
  • Anderson Peruzzi Simanjuntak
Lihat semua →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.