Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Dinamika Peradilan dan terpinggirkannya Perempuan dan Anak
Artikel Features

Dinamika Peradilan dan terpinggirkannya Perempuan dan Anak

Redpel SuaraBSDKRedpel SuaraBSDK13 December 2025 • 23:30 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pengantar Redaksi

Memasuki penghujung tahun, Suara BSDK membuka ruang refleksi dengan satu tema yang sejak lama hadir dalam praktik peradilan, namun terus berubah wajah dan tantangannya: Perempuan dan Anak dalam Sistem Peradilan Modern. Tema ini kami pilih bukan semata karena urgensinya, tetapi karena ia selalu menjadi cermin paling jujur tentang sejauh mana hukum bekerja dengan nurani, empati, dan keadilan yang hidup.

Perempuan dan anak hadir di ruang sidang dan secara umum dalam konteks penegakan hukum yang lebih luas, dalam beragam peran—sebagai korban, pencari keadilan, pihak yang dipersalahkan, bahkan kerap sebagai pihak yang suaranya paling mudah terpinggirkan. Di sinilah peradilan diuji, bukan hanya oleh teks hukum, tetapi oleh kepekaan membaca relasi kuasa, luka sosial, trauma, dan konteks kemanusiaan yang menyertai setiap perkara. 

Isu perempuan dan anak muncul di seluruh kamar peradilan: kekerasan seksual dan KDRT (Pidana), hak asuh dan waris (Perdata & Agama), perlindungan layanan publik seperti identitas kependudukan (TUN), serta isu kedisiplinan dan lingkungan keluarga prajurit (Militer). Tema ini universal dan menjadi perhatian moral, hukum, dan sosial. Isu ini mengalami aktualitas seiring dengan adanya fenomena kekerasan daring, eksploitasi digital, adopsi lintas negara, warisan digital, dan dampak teknologi terhadap relasi keluarga menciptakan lanskap baru penyelesaian perkara.Pada posisi ini,  sistem peradilan dituntut lebih sensitif gender, humanis, serta adaptif terhadap kebutuhan perlindungan khusus kelompok rentan. Di sinilah gagasan-gagasan kritis dan visioner menjadi penting—bukan untuk menghakimi sistem, tetapi untuk merawat harapan akan peradilan yang semakin manusiawi.

Menulis tentang perempuan dan anak bukan semata membahas perkara, tetapi membaca ulang makna keadilan itu sendiri: apakah ia masih mampu hadir sebagai harapan bagi mereka yang paling membutuhkan perlindungan. Dalam setiap perkara yang menyangkut perempuan dan anak, peradilan sejatinya sedang bercermin—apakah hukum berdiri sebagai penjaga martabat, atau sekadar menjadi prosedur yang kehilangan jiwa?. Di tengah dunia yang kian cepat dan bising, peradilan ditantang untuk tetap berjalan pelan namun pasti—menjaga agar keadilan bagi perempuan dan anak tidak tergilas oleh rutinitas dan formalitas.

Baca Juga  Hubungan Komplementer antara Filsafat Hukum, Teori Hukum dan Dogmatika Hukum

Suara BSDK mengundang para kontributor untuk menulis dengan cara yang paling otentik dan merdeka. Tema ini bisa diulas melalui opini reflektif, artikel ilmiah populer, feature, berita, bahkan melalui cerpen, satire, atau narasi sastra-hukum yang menggugah. Tidak ada satu bentuk yang paling benar—yang kami harapkan adalah kejujuran berpikir, keberanian bertanya, dan kesediaan berbagi perspektif.

Sebagaimana semangat yang sejak awal kita bangun bersama, Suara BSDK adalah ruang menulis yang kritis, visioner, dan berkemajuan, namun tetap asyik, cair, dan berkawan. Di sini, gagasan boleh tajam tanpa harus dingin, boleh berbeda tanpa harus berjarak. Setiap tulisan adalah kontribusi kecil yang, jika dirangkai bersama, membentuk percakapan besar tentang masa depan peradilan kita.

Kami menantikan tulisan-tulisan rekan-rekan semua. Semoga tema ini menjadi pemantik, bukan beban; menjadi undangan berdialog, bukan kewajiban administratif. Mari menutup tahun dengan gagasan yang jernih, dan membuka masa depan dengan keberanian berpikir—dengan tetap menikmati prosesnya, sambil ngopi, tertawa, dan saling menyemangati.

Pada kesempatan yang baik ini, kami perlu ”memperkenalkan” dan menegaskan kembali wajah dan ideologi Suarabsdk; bahwa Suarabsdk bukanlah jurnal ilmiah, tetapi media refleksi strategis peradilan, maka standar tidak boleh seketat jurnal, tetapi lebih bernas dari media umum.. Pun Editor dan jajaran redaktur juga hadir sebagai kurator gagasan, bukan hanya penyaring teknis. Tim Redaktur hadir dan berperan memastikan substansi, etika, dan arah wacana.Ketika kami melakukan review, maka kami pastikan bahwa proses Review bersifat substantif–kualitatif, bukan administratif karena kami Fokus pada kualitas gagasan, argumentasi, dan relevansi, bukan sekadar format. So, kami hadirkan Suarabsdk sebagai Ruang aman untuk berpikir kritis, tetapi tetap beradab dan bertanggung jawab. Suarabsdk ingin selalu memastikan adanya batas etik, profesionalisme, dan kehati-hatian institusional.

Pada akhirnya, menulis di Suarabsdk bukan sekadar menyampaikan pendapat, melainkan merawat nalar, empati, dan keberanian berpikir—agar hukum tetap berpihak pada manusia, dan peradilan selalu punya wajah yang hangat.

Baca Juga  Perlindungan Hak-Hak Alam dalam Revolusi Sistem Hukum Modern: Pergeseran Menuju Keadilan Ekologis dan Tantangannya di Indonesia

Hormat Kami

Tim Redaktur 

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

anak artikel perempuan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Demo
Top Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Don't Miss

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

By Muhammad Adiguna Bimasakti15 January 2026 • 08:06 WIB

Sistem peradilan di Indonesia pada awalnya dirancang sederhana, dengan seluruh jenis perkara ditangani oleh Pengadilan-Pengadilan…

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire SuaraBSDK Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Abdul Ghani
  • Abiandri Fikri Akbar
  • Agus Digdo Nugroho
  • Ahmad Junaedi
  • Anderson Peruzzi Simanjuntak
Lihat semua →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.