Objek wisata bahari menyimpan ragam cerita, kali ini tidak sekedar pengalaman menikmati keindahan alam, namun lebih kepada mendalami sisi lain dari alam yang dijadikan objek rekreasi. Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan(BSDK) Mahkamah Agung secara terukur dan terencana mengadakan kegiatan evaluasi kinerja tahun 2025 di Pangandaran. Kegiatan tersebut dielaborasi dengan pengenalan lingkungan hidup dengan tema lestarikan alam selamatkan masa depan. Aparatur BSDK disuguhkan pengalaman melihat dan merasakan secara langsung keadaan, keindahan dan keaslian alam serta dinamika di dalamnya.
Lokasi kunjungan adalah kawasan wisata strategis yang berada pada wilayah green belt Kabupaten Pangandaran. Siapapun yang berada disana akan merasakan hawa sejuk oleh rindangnya pohon pinus dan cemara laut yang berdiri teratur seakan ditata untuk menambah sisi eksotis sekaligus upaya mengaktualkan nama objek wisata yang disematkan kepadanya yaitu Pantai Tanjung Cemara Pangandaran.
Wilayah green belt secara alami tidak sebatas barisan rapi pohon cemara, ia sebenarnya merupakan habitat hutan mangrove atau bakau yaitu salah satu ekosistem paling produktif di dunia. Mangrove menyediakan habitat penting bagi ikan, kepiting, dan hewan lainnya, membantu melindungi garis pantai dari erosi dan kerusakan akibat badai, serta menyaring polutan dari air (National Wildlife Federation), Mangrove sering disebut sebagai ‘tempat pembibitan laut,’ karena banyak sekali ikan dan krustasea muda yang hidup di antara akarnya (NOAA Fisheries).
Memahami arti penting mangrove dalam rangka menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir, Syamsul Arief selaku Kepala BSDK mengambil momentum bersejarah dengan mengadakan prosesi penanaman pohon mangrove di Pantai Tanjung Cemara Pangandaran yang dihadiri seluruh aparatur BSDK dan unsur pemerintah daerah setempat. Prosesi penanaman pohon mangrove bukan sekedar kegiatan seremonial semata, tujuan utamanya adalah memberi edukasi tentang pentingnya mengembalikan sisi alami kawasan pesisir. Wisata bahari tidak hanya kegiatan eksploitasi alam dengan pembangunan fasilitas dan budi daya pohon alternatif untuk menarik minat wisatawan, yang lebih penting bagaimana menjaga eksistensi ekosistem pesisir laut agar berfungsi sesuai fitrahnya.
Fasilitas dan alam merupakan two sides of the same coin, frasa ini digunakan untuk menggambarkan hubungan atau ketergantungan yang kuat antara keduanya. Fasilitas merupakan faktor pendukung kemajuan wisata seperti, transportasi, penginapan, dan bangunan atau alat untuk memanjakan pengunjung. Sedangkan objek wisata alamiah merupakan sumber daya alam dan keindahannya yang natural (keadaan alami).
Dari sisi bisnis, persepsi wisatawan merupakan salah satu hal yang penting dalam pengembangan suatu destinasi pariwisata. Fasilitas dan keindahan buatan sering dijadikan faktor utama, kadang kala abai terhadap fungsi alamiah alam. Dari sisi lingkungan hidup metoda ini tidak selalu cocok diterapkan pada wisata bahari khususnya kawasan pesisir. Fungsi hutan mangrove tidak dapat digantikan dengan bentuk bangunan atau jenis pohon apapun, pada titik ini menyadarkan kita bahwa manusia tidak akan pernah mampu menyimpangi kodrat tuhan.
Sederet Pengalaman Berharga
Banyak alternatif transportasi menuju Wisata Bahari Pangandaran, BSDK memilih kereta api sebagai moda transportasi dengan estimasi perjalanan 8 (delapan) jam dari Stasiun Gambir ke Stasiun Banjar. Setelah tiba di Stasiun Banjar, dilanjutkan dengan armada bis selama kurang lebih dua jam menuju tempat penginapan yang dekat dengan objek wisata Pantai Tanjung Cemara Pangandaran.
Cuaca yang cerah seakan memberi kesempatan untuk menikmati suasana dengan suguhan pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. Terbesit dalam hati, apakah rangkaian acara evaluasi BSDK sengaja disajikan untuk membuka cakrawala aparatur BSDK tentang budaya lokal dan alam. Dari sisi kiri kanan tampak perbukitan, sawah dan sungai yang tidak lagi asri. Perbukitan kecil yang mengelilingi desa kebanyakan telah dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi. Hutan-hutan di atas bukit pohonnya sebagian telah ditebang, lereng bukit-bukit bebatuan ada yang dijadikan perumahan. Bukankah bukit-bukit itu merupakan kawasan lindung? Apakah ini merupakan gejala kerusakan alam?
Berharap kegelisahan ini merupakan kedangkalan pengetahuan tentang alam. Pegiat lingkungan dan fungsi pengawasan pemerintah akan berkerja jika terdapat pelanggaran. Untuk mengalihkan pikiran negatif tentang alam, sesekali diselingi canda dan tawa dengan rekan sambil meneguk kopi panas.
Kereta api berjalan berlahan dengan menyajikan suasana nyaman dan bersih, sesekali petugas datang menawarkan makanan dan menyediakan kantong sampah, kemudian kembali utuk mengambil sampah sisa makanan. Kereta api adalah salah satu perusahaan milik negara bersifat public service telah menerapkan standar internasional ISO 9001:2015, standar untuk sistem manajemen mutu yang berfokus pada kepuasan pelanggan, peningkatan kinerja, dan pencegahan risiko.
Daerah Wisata Dan Lahan Bisnis
Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu destinasi wisata bahari di Jawa Barat. Daya tarik pantai menyajikan keunikan dan keindahan bentangan laut yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pantai Tanjung Cemara salah satu objek wisata yang berkembang pesat di Kabupaten Pangandaran. Pembangunan fasilitas penginapan, kafe dan resto mulai menjamur, ini suatu petanda hidupnya perekonomian masyarakat efek dari wisata.
Di tengah meriahnya acara opening ceremony dan pengarahan penanaman pohon mangrove terdengar suara tegas Kepala Desa Sukaresik menyampaikan pesan dalam sambutannya mengenai adanya konflik lahan di lokasi Pantai Tanjung Cemara. Terkuak kegelisahan di raut muka kepala desa seakan butuh tanggapan dan dukungan mengenai status lahan di wilayah Pantai Tanjung Cemara yang menurutnya merupakan hak masyarakat desa, kenyataannya telah terbit sertipikat hak atas nama pihak lain.
Begitulah dinamika yang terdengar, ternyata dalam diam objek wisata Pantai Tanjung Cemara menyimpan sebuah konflik penguasaan lahan. Sambutan kepala desa tersebut sekaligus menyiratkan bahwa setiap lahan strategis dan ekonomis pasti menjadi incaran dan objek perebutan.
Kata-kata Kepala Desa Sukaresik berlalu begitu saja tanpa tanggapan, bantahan atau pembenaran karena forum yang disediakan bukan untuk diskusi. Setelah opening ceremony, panitia langsung menuju lokasi pinggiran pantai dan memberi pengarahan mengenai tata cara penanaman pohon mangrove.
Hikmah dan Edukasi
Awalnya terbesit pikiran, kenapa acara evaluasi kinerja tidak diadakan di tengah kota yang fasilitasnya dapat menghibur kepenatan rutinitas kerja. Intuisi seorang pemimpin bergerak lurus dengan pengalaman dan kehobiannya. Kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bahagian dari jiwa mountainer, termasuk visi menanam pohon mangrove di kawasan Pantai Tanjung Cemara Pangandaran.
Hutan mangrove kian terkikis memerlukan perhatian bersama. Kini, hutan seakan memanggil insan yang peduli untuk memperhatikan kelestarian hutan mangrove. Jangan saling tunggu, jangan saling perintah, saatnya kita bekreja nyata. Sepakat apa yang dikatakan John C. Maxwell “kita tidak bisa meminta orang melakukankannya sebelum kita sendiri melakukannya”, momen penanaman pohon mangrove yang dilakukan BSDK merupakan simbol gerakan pelestarian hutan mengrove khususnya di pesisir Pangandaran.
Perjalanan ke Pantai Tanjung Cemara Pangandaran memberi edukasi tentang kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian/tanggap terhadap lingkungan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


