Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti

November 2, 2026

Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional

November 2, 2026

BSDK Buka Diklat SPPA Gelombang 2, Cetak Hakim Anak yang Humanis dan Berintegritas

November 2, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional

Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional

Eliyas Eko SetyoBy Eliyas Eko SetyoMarch 5, 2026 · 19:00 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Masyarakat dunia dikejutkan oleh serangan agresi Amerika yang membabi buta ke Teheran ibu kota Iran pada hari sabtu pagi (28/2). Atas kejadian tersebut pemerintah Iran tidak tinggal diam. Iran menegaskan agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap teritorial dan kedaulatan nasional mereka serta melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Merespons situasi ini, Iran menyatakan akan menggunakan hak sah mereka untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Untuk mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional, Republik Islam Iran memberikan respons dengan serangan balasan terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat di pangkalan-pangkalan militer mereka.

Penulis tertarik untuk mengulas, sejauh mana peran Hukum Internasional ketika ada negara yang bersitegang dalam peperangan. Penulis akan menguraikan prinsip-prinsip dalam Hukum Humaniter Internasional (HHI) atau sering kali disebut hukum perang atau hukum konflik bersenjata yang penting dalam upaya meredam konflik bersenjata.

Sejarah berlakunya Hukum Humaniter Internasional (HHI) tidak terlepas dari perkembangan konflik bersenjata yang terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia. Meskipun prinsip-prinsip perlindungan dalam perang telah ada sejak zaman kuno, pengaturan hukum yang sistematis baru mulai berkembang sejak abad ke-19. Salah satu tonggak penting dalam sejarah HHI adalah Konvensi Jenewa 1864, yang diprakarsai oleh Henry Dunant setelah menyaksikan penderitaan para prajurit dalam Pertempuran Solferino pada tahun 1859. Konvensi Jenewa merupakan kesepakatan internasional yang menjadi dasar utama HHI. Pada tahun 1949, diadopsi empat perjanjian utama yang masing-masing berfokus pada perlindungan kelompok tertentu dalam konflik bersenjata.

Denny Ramdhany & Rina Rusman dalam bukunya Hukum Humaniter Internasional dalam Studi Hubungan Internasional (Jakarta: Pustaka Kemanusiaan) menyebutkan, Hukum Humaniter Internasional (HHI) tidak hanya berfokus pada pengaturan teknis bersenjata, tetapi juga menegaskan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan di tengah peperangan. Mengurangi penderitaan korban perang tidak cukup dengan membagikan makanan dan obat-obatan, tetapi perlu disertai upaya mengingatkan para pihak yang berperang agar operasi tempur mereka dilaksanakan dalam batas-batas perikemanusiaan.

Untuk nyaterlaksana hukum perang yang berprikemanusiaan, maka dikenal adanya Prinsip-prinsip utama dalam Hukum Humaniter Internasional (HHI), sebagai panduan untuk melindungi manusia selama konflik bersenjata. Prinsip-prinsip ini mencerminkan tujuan fundamental Hukum Humaniter Internasional dalam membatasi penderitaan manusia akibat perang.

Prinsip-prinsip ini meliputi prinsip kemanusiaan, distingsi (distinction), proporsionalitas, dan precaution sebagaimana di rumuskan oleh International Committee of the Red Cross (ICRC) dalam panduan penerapan Hukum Humaniter Internasional pada konflik bersenjata.

Pertama, Prinsip Kemanusiaan merupakan prinsip dasar yang mengedepankan perlindungan dan penghormatan terhadap martabat manusia di tengah situasi konflik bersenjata. Prinsip ini menuntut perlindungan terhadap individu yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam permusuhan, seperti warga sipil, tawanan perang, dan orang-orang yang terluka atau sakit.

Kedua, Prinsip Distinction di dalam HHI yaitu prinsip dasar yang mengatur kewajiban pihak yang berkonflik untuk membedakan antara kombatan dan non-kombatan, serta antara sasaran militer dan objek sipil. Prinsip ini tertuang dalam Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa tahun 1977, yang mengharuskan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk memastikan bahwa serangan mereka hanya ditujukan pada sasaran militer dan tidak menyerang objek sipil yang dilindungi oleh hukum internasional.

Ketiga, Prinsip Proporsionalitas dalam HHI yaitu prinsip yang mengharuskan pihak yang berperang untuk mempertimbangkan proporsi antara keuntungan militer yang akan diperoleh dari suatu serangan dan kerugian yang ditimbulkan terhadap warga sipil atau objek sipil. Prinsip ini berfokus pada pembatasan serangan yang dapat menyebabkan kerusakan atau korban sipil yang tidak proporsional dibandingkan dengan keuntungan militer yang ingin dicapai.

Keempat, yaitu Prinsip Kehati-hatian (precaution) merupakan salah satu prinsip utama dalam HHI yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap warga sipil dan objek sipil dalam konflik bersenjata. Prinsip ini menuntut agar setiap pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata mengambil langkah-langkah pencegahan yang wajar sebelum dan selama pelaksanaan operasi militer. Inti dari prinsip ini adalah memastikan bahwa tindakan militer tidak dilakukan secara sembarangan dan tetap mengutamakan perlindungan terhadap individu yang tidak berpartisipasi langsung dalam permusuhan. 

Sebagaimana penulis telah kutip dalam Protocol Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949 (Protocol I), Article 57.Prinsip kehati-hatian secara eksplisit diatur dalam Pasal 57 Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1977, yang menyatakan bahwa pihak yang bertikai harus: 

  1. Melakukan verifikasi sasaran sebelum menyerang;
  2. Memilih cara dan metode serangan yang dapat menghindari atau paling tidak meminimalkan kerugian terhadap warga sipil;
  3. Memberikan peringatan efektif sebelum serangan apabila memungkinkan.

Dalam konteks contoh konflik Israel-Palestina, pelanggaran terhadap prinsip ini kerap terjadi. Misalnya, meskipun Israel mengklaim telah menerapkan prosedur seperti “roof knocking” untuk memperingatkan warga sipil sebelum melakukan serangan udara, banyak laporan menunjukkan bahwa waktu evakuasi yang diberikan sangat singkat dan wilayah yang diserang adalah daerah padat penduduk yang sulit dievakuasi dengan cepat. Di sisi lain, kelompok bersenjata Palestina seperti Hamas kerap meluncurkan roket dari area permukiman tanpa sistem panduan yang memadai, yang tidak hanya membahayakan target di Israel, tetapi juga menempatkan warga Gaza sendiri dalam risiko tinggi. 

Pelanggaran prinsip kehati-hatian ini menunjukkan bahwa operasi militer dilakukan tanpa pertimbangan menyeluruh terhadap dampak terhadap warga sipil. Padahal, sesuai prinsip precaution, setiap tindakan militer harus mempertimbangkan kemungkinan kerugian insidental terhadap penduduk sipil dan mengambil langkah untuk menghindarinya semaksimal mungkin. Ketika prinsip ini diabaikan, maka yang terjadi adalah korban sipil dalam jumlah besar, kerusakan infrastruktur sipil, dan krisis kemanusiaan yang semakin parah.

HHI memiliki tujuan utama untuk melindungi warga sipil dan tahanan perang serta untuk membatasi penggunaan senjata perang yang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak proporsional atau tidak perlu. Dalam hal ini, HHI bertujuan untuk memastikan bahwa warga sipil tidak menjadi sasaran dalam konflik bersenjata dan dilindungi dari dampak yang merugikan seperti serangan yang tidak terarah atau indiscriminate.

HHI juga bertujuan untuk melindungi tahanan perang dengan memberikan pedoman mengenai perlakuan manusiawi terhadap mereka. Tahanan perang harus diperlakukan dengan hormat, dijaga agar terhindar dari penyiksaan, dan diberikan hak-hak seperti makanan, perawatan medis, dan perlindungan fisik. Hal ini di atur dalam Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan, yang memastikan bahwa pihak yang berperang mematuhi standar perlakuan yang adil dan manusiawi terhadap individu yang tidak lagi terlibat dalam pertempuran

Selain yang telah dipaparkan di atas, HHI juga bertujuan untuk membatasi penggunaan senjata tertentu yang dapat menimbulkan penderitaan yang tidak perlu atau kerusakan yang tidak proporsional. Pembatasan ini mencakup senjata-senjata seperti senjata kimia dan biologis, serta senjata yang dapat digunakan secara indiscriminate, dan berpotensi membahayakan warga sipil serta lingkungan. Melalui pembatasan ini, Hukum Humaniter Internasional berusaha mencegah penggunaan senjata nuklir berbahaya  yang dapat menyebabkan dampak jangka panjang yang merugikan bagi individu dan masyarakat dunia.

Meskipun  Hukum Humaniter Internasional telah berkembang sebagai bagian dari tata kelola global untuk kemanusiaan, efektivitasnya dalam memastikan perlindungan kemanusiaan tetap menghadapi berbagai tantangan. Kurangnya kepatuhan oleh negara dan non-negara sering kali menjadi hambatan utama, terutama dalam konflik gencatan senjata di mana pihak yang berkonflik tidak selalu mengakui atau menghormati aturan hukum humaniter. Semoga dengan dipatuhinya HHI, perang besar atau perang dunia ketiga dapat dicegah.

Referansi:

  • Denny Ramdhany & Rina Rusman, Hukum Humaniter Internasional dalam Studi Hubungan Internasional (Jakarta: Pustaka Kemanusiaan, 2020).
  • Sassòli, M. (2019). International Humanitarian Law: Rules, Controversies, and Solutions to Problems Arising in Warfare. Edward Elgar Publishing.
  • International Committee of the Red Cross, International Humanitarian Law and the Principles of Humanity, diakses pada https://www.icrc.org/en/doc/assets/files/other/ihl_humanitarian_principles
Eliyas Eko Setyo
Kontributor
Eliyas Eko Setyo
Hakim Pengadilan Negeri Sampang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional

November 2, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti

By AmanNovember 2, 20260

PALEMBANG — Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang Drs. Nur Khazim, SH, MH secara resmi…

Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional

November 2, 2026

BSDK Buka Diklat SPPA Gelombang 2, Cetak Hakim Anak yang Humanis dan Berintegritas

November 2, 2026

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

November 1, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti
  • Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional
  • BSDK Buka Diklat SPPA Gelombang 2, Cetak Hakim Anak yang Humanis dan Berintegritas
  • Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer
  • MOVE!

Recent Comments

  1. Abdul Mustopa on MOVE!
  2. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  3. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  4. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  5. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.