Kunjungan ke sistem keamanan pengadilan di Melbourne menunjukkan bahwa keamanan sejati bukan soal penjaga gerbang atau tembok tinggi, melainkan soal hubungan dan kejelasan. Di Victoria, mereka menata ulang konsep keamanan dari akarnya dan berani bertanya: apa sebenarnya makna keamanan? Jawaban mereka jauh lebih dalam daripada sekadar CCTV di setiap sudut atau petugas berseragam; keamanan jarang tentang penghalang, tetapi tentang hubungan yang kuat. Fondasinya adalah kejelasan hukum melalui Court Security Act 2017, yang dengan tenang dan presisi menjelaskan siapa berwenang apa, batasannya, serta peran setiap orang sehingga sistem menjadi dapat diprediksi dan minim eskalasi. Teknologi hadir bukan sebagai tontonan yang menegangkan, tetapi sebagai pelayan yang bekerja diam-diam mendukung operasi, sementara gedung pengadilan dipandang sebagai sistem hidup yang harus dapat diandalkan setiap saat, dari jalur evakuasi hingga sel tahanan. Proses pemindahan tahanan pun berlangsung tenang, presisi, dan terkoordinasi tanpa paksaan, menunjukkan bahwa stabilitas dan keterprediksian adalah alat keamanan yang sangat kuat. Di era modern, perimeter keamanan tidak lagi hanya tembok fisik; keamanan siber menjadi bagian tak terpisahkan untuk menjaga integritas sistem peradilan baik di dunia nyata maupun digital. Namun inti kekuatan sistem ini terletak pada manusianya, termasuk peran relawan Court Network yang menawarkan dukungan emosional kepada korban atau saksi, sebuah bentuk pencegahan konflik yang lembut namun efektif, karena empati sering kali lebih ampuh daripada borgol. Penilaian ancaman dilakukan bukan secara reaktif, tetapi dengan memahami narasi dan perubahan perilaku sehingga intervensi dapat dilakukan secara proporsional dan berfokus pada pencegahan. Di sisi lain, dukungan kesehatan mental bagi hakim dan staf menjadi bagian vital dari ekosistem keamanan, sebab mereka menanggung beban psikologis besar dalam menegakkan keadilan. Dari semua ini, pelajaran utamanya jelas: bangun fondasi hukum yang sederhana dan jelas; integrasikan keamanan fisik dan digital; perkuat koordinasi lintas peran; akui bahwa dukungan emosional dan psikologis adalah bagian dari keamanan; dan sadari bahwa interaksi manusiawi adalah pencegah risiko paling awal. Pada akhirnya, keamanan bukan sekadar melindungi dari hal buruk, melainkan menciptakan ruang tempat keadilan bisa bernapas dan proses hukum berjalan bebas tanpa intimidasi—pertanyaannya kini, ruang seperti apa yang sedang kita bangun di sekitar kita?
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

