Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti

November 2, 2026

Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional

November 2, 2026

BSDK Buka Diklat SPPA Gelombang 2, Cetak Hakim Anak yang Humanis dan Berintegritas

November 2, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Wakaf Jenazah

Wakaf Jenazah

Ang Rijal AminBy Ang Rijal AminMarch 4, 2026 · 22:22 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

“Saya mewakafkan diri” adalah ungkapan yang lazim kita dengar. Biasanya ia diucapkan sebagai metafor untuk pengabdian dan dedikasi. Namun bagaimana jika ia dimaksudkan secara literal? Dimana seseorang benar-benar mewakafkan tubuhnya sendiri.

Fenomena yang jarang terjadi ini diangkat oleh Moch. Nur Ichwan, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, melalui sebuah unggahan di facebook. Dikisahkan, seorang ayah berwasiat kepada keluarganya agar setelah wafat, jasadnya diserahkan kepada fakultas kedokteran untuk dijadikan kadaver, yakni media pembelajaran anatomi dan praktik medis. Wasiat itu ditegaskan kembali saat ia dalam kondisi kritis. Setelah ia meninggal dunia, keluarga datang ke sebuah universitas untuk memenuhi kehendaknya.

Pertanyaannya, apakah tubuh manusia dapat menjadi objek wakaf? Ataukah istilah wakaf dalam konteks ini hanyalah penggunaan populer untuk wasiat? Persoalan ini tidak sebatas persoalan fikih tentang kebolehan pemanfaatan jenazah demi kepentingan ilmu pengetahuan. Ia bergerak lebih jauh ke ranah hukum positif. Jika muncul sengketa, misalnya sebagian ahli waris menolak pelaksanaan wasiat tersebut, bagaimana hubungan hukum itu harus dikualifikasi? Apakah ia sengketa wakaf? Sengketa wasiat? Apakah perbuatan melawan hukum atau bahkan tindak pidana?

Lebih lanjut, pengadilan manakah yang berwenang memeriksa dan mengadilinya? Apakah termasuk dalam kewenangan absolut Pengadilan Agama karena menggunakan pernyataan wakaf dan melibatkan subjek hukum Muslim? Ataukah justru berada dalam kompetensi Pengadilan Negeri karena objeknya tidak termasuk kategori harta benda wakaf sebagaimana dikenal dalam sistem hukum wakaf?

Wakaf atau Wasiat?

Isu pertama yang perlu dijawab ialah apakah “wakaf jenazah” termasuk dalam rezim hukum wakaf atau wasiat? Merujuk pada Kompilasi Hukum Islam, wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.[1] Sementara wasiat adalah pemberian suatu benda dari pewaris kepada orang lain atau lembaga yang akan berlaku setelah pewaris meninggal dunia.[2]

Dari segi unsur, apabila jenazah didudukkan sebagai objek wakaf akan tampak bermasalah mengingat objek wakaf merupakan benda yang memiliki daya tahan dan tidak sekali pakai. Hal demikian berbeda dengan jenazah yang diawetkan (kadaver) yang hanya digunakan dalam rentang waktu tertentu untuk kemudian dikuburkan setelah digunakan untuk praktikum atau pembelajaran. Oleh karenanya, pernyataan seseorang yang hendak menyerahkan jenazahnya untuk kepentingan pembelajaran di universitas harus dipahami sebagai wasiat, yang objeknya berupa manfaat suatu benda (jenazah) dalam jangka waktu tertentu sebagaimana dalam hukum wasiat.[3] Maka selanjutnya, penyebutan wakaf jenazah menggunakan istilah wasiat.

Namun, apakah suatu jenazah benar-benar dapat dimanfaatkan? Bagaimana jika sebagian ahli waris keberatan dengan wasiat tersebut?

Potensi Sengketa

UU Kesehatan memperbolehkan bedah mayat dengan dipadukan dengan penelitian, pendidikan dan pelatihan dengan tujuan akhir mengetahui penyebab kematian[4] atas persetujuan tertulis orang tersebut sebelum meninggal atau persetujuan tertulis keluarganya, wali, atau pengampu.[5] Sepanjang mengenai prosedur sebagaimana ditentukan UU Kesehatan maupun peraturan pelaksananya merupakan kewenangan Pengadilan Negeri, seperti adanya pelanggaran ketentuan normatif baik dari segi penggunaan, pengadaan, perlakuan terhadap mayat, pidana pemalsuan dokumen, dan sebagainya di mana pihak kerabat berhadap-hadapan dengan institusi/rumah sakit.

Baca Juga  Keadilan Pancasila dalam Waris Islam: Dari Faraidh Menuju Ishlah Keluarga

Dari sisi hukum Islam, Otopsi forensik dan klinikal yang dilakukan untuk tujuan medis legal seperti menentukan penyebab kematian untuk tujuan pemeriksaan, penyelidikan, riset dan/atau pendidikan adalah hal yang diperbolehkan.[6] Demikian pula penggunaan kadaver untuk tujuan pendidikan medis diperbolehkan dengan batasan etis tertentu, dalam rangka pengembangan ilmu kedokteran serta menciptakan dokter yang kompeten.[7]

Dengan demikian, tubuh manusia tidak dikategorikan sebagai benda maupun objek hak milik yang dapat diperjualbelikan.[8] Tetapi pemanfaatan atasnya diperbolehkan dengan persetujuan mayit sebelum meninggal dengan memperhatikan batasan norma agama, norma sosial budaya, norma kesusilaan, dan etika profesi.[9] Sehingga, jenazah sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran yang pada akhirnya bermuara pada pengetahuan mengenai sebab-sebab kematian.

Namun, bagaimana jika seseorang jauh-jauh hari telah membuat wasiat agar jasadnya dijadikan kadaver demi kepentingan ilmu pengetahuan, dan atas wasiat tersebut keluarganya menyerahkan jasadnya ke universitas. Apabila terdapat sebagian kerabat (ahli waris) tidak setuju dan memilih untuk langsung menguburkan, maka di situlah muncul pertanyaan, ketika hak personal mayit bersinggungan dengan otoritas keluarga atas jenazah, hak mana yang harus didahulukan? Apakah sebagian kerabat yang ditinggalkan tersebut memiliki hak mengajukan upaya hukum atas pelaksanaan wasiat semacam itu?

Salah satu kewajiban ahli waris adalah menyelesaikan wasiat pewaris.[10] Wasiat di sini tidak hanya terbatas pada harta benda, melainkan juga terhadap kewenangan berupa tugas atau tanggung jawab.[11] Pertanyaannya, apakah hak menentukan perlakuan terhadap tubuh setelah kematian merupakan bagian dari hak keperdataan yang dapat diwasiatkan?

Sepanjang berkaitan dengan tindakan bedah mayat maupun donor organ dalam hukum Kesehatan[12] serta fatwa MUI[13], wasiat medik dapat dilakukan. Hal demikian menunjukkan adanya pengakuan bagi seseorang untuk menyatakan kehendaknya mengenai perlakuan atas tubuhnya setelah kematian. Sehingga, kehendak seseorang (wasiat) terhadap peruntukan tubuhnya memiliki legitimasi normatif. Akan tetapi, sepanjang berkaitan dengan penyerahan jenazah secara utuh untuk dijadikan kadaver dalam rangka pendidikan kesehatan tidak diatur secara eksplisit, yang membuka ruang interpretasi terhadap legitimasi praktik yang ada berdasarkan prinsip persetujuan dan batas norma hukum dan agama.

Wasiat mengenai kewenangan diatur dalam Pasal 108 KHI yang memungkinkan wasiat perwalian terhadap subjek dan harta benda. Apabila pasal tersebut dibaca secara ekstensif, maka wasiat terhadap kerabat untuk menjadikan jenazahnya sebagai kadaver dapat dikategorikan sebagai wasiat kewenangan yang tunduk pada hukum wasiat. Hal demikian merupakan kewenangan peradilan agama dalam batasan tertentu sepanjang berkaitan dengan perselisihan antar ahli waris mengenai keabsahan dan pelaksanaan wasiat dengan mendasarkan pada kewajiban ahli waris terhadap jenazah untuk mengurus dan menyelesaikan sampai pemakaman jenazah selesai.[14]

Dengan demikian, hak menentukan peruntukan tubuh setelah kematian merupakan hak personal yang dapat diwasiatkan sebelum seseorang meninggal dunia dengan batasan-batasan tertentu. Konsekuensinya, keberatan ahli waris tidak secara otomatis mendelegitimasi keberadaan wasiat, selama wasiat tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan agama. Apabila muncul perselisihan antar ahli waris mengenai pelaksanaan kehendak (wasiat) mayit, maka sengketa tersebut harus dibaca sebagai sengketa pelaksanaan wasiat. Dalam hal ini, objeknya bukan jasad sebagai benda, melainkan kewenangan untuk menentukan peruntukan jasad dalam batas yang absah secara hukum wasiat serta berada dalam lingkup kewenangan peradilan agama.

Baca Juga  Integrasi Metodologi Jurimetri dalam Praktik Pembagian Aset Pasca-Perceraian: Menuju Standarisasi Keadilan Proporsional di Indonesia

Namun, apabila sengketa bergeser pada dugaan pelanggaran prosedural, penyalahgunaan jenazah, dan sebagainya. Di mana sengketa bergeser kepada perselisihan mengenai perlakuan terhadap jenazah termasuk keabsahan proseduralnya. Maka, perselisihan hukum tidak lagi berbentuk pengujian terhadap keabsahan wasiat dan pemenuhan amanat pewaris, melainkan perlindungan terhadap hak dan martabat jenazah serta keluarga yang ditinggalkan yang berada pada ranah hukum kesehatan dan dalam kondisi tertentu berada pada wilayah hukum pidana.

Penutup

Istilah wakaf jenazah pada hakikatnya merupakan persoalan penentuan rezim hukum. Di mana, kehendak seseorang atas tubuhnya setelah kematian dapat memperoleh relevansi hukum jika dilembagakan dalam bentuk wasiat.  Persoalannya tidak semata-mata pada boleh atau tidaknya pemanfaatan jenazah, melainkan bagaimana hubungan hukum tersebut harus dikualifikasi.

Apabila kehendak mayit (wasiat) dipahami sebagai wasiat kewenangan, maka ia tunduk pada hukum wasiat dengan konsekwensi yuridisnya, termasuk kewajiban ahli waris dalam pelaksanaan wasiat tersebut. Di mana, sengketa yang timbul harus dibaca sebagai sengketa pelaksanaan wasiat dan keabsahannya. Sehingga, penyelesaiannya berada dalam lingkup kewenangan peradilan agama.

Sebaliknya, apabila yang dipersoalkan adalah keabsahan prosedural, penyalahgunaan, serta perlakuan yang bertentangan dengan hukum serta etika, maka sengketa bergeser ke hak dan perlindungan martabat jenazah dan kepentingan keluarga. Di mana ia tunduk pada hukum kesehatan dan/atau pidana yang menjadi ruang lingkup kewenangan peradilan umum.


[1] Pasal 215 ayat 1 Kompilasi Hukum Islam.

[2] Pasal 171 huruf f Kompilasi Hukum Islam.

[3] Vide Pasal 198 Kompilasi Hukum Islam.

[4] Pasal 157 ayat (5) UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. Pasal 475 PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

[5] Pasal 476 ayat (2) huruf b dan c PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

[6] Fatwa MUI Nomor 6 Tahun 2009 tentang Otopsi Jenazah.

[7] Canelly Cathaliev Candra, Mochammad Wahdy Al Ghifari, Ceilo Labdawara Soedarsono, Penggunaan Kadaver sebagai Bahan Ajar Kedokteran dalam Perspektif Islam: Tinjauan Etika, Hukum, dan Kesejahteraan Manusia, Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Vol. 1:2 (Desember, 2024), hlm. 7.

[8] Vide Pasal 119, 124, 431 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo Pasal 476 ayat (4) PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

[9] Pasal 158 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

[10] Pasal 175 ayat (1) huruf c Kompilasi Hukum Islam.

[11] Pasal 108 Kompilasi Hukum Islam.

[12] Penjelasan Pasal 329 ayat (2) PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

[13] Fatwa MUI Nomor 6 Tahun 2009 tentang Autopsi Jenazah jo. Fatwa MUI tentang Menghibahkan Kornea Mata dalam rapat tanggal 13 Juni 1970.

[14] Pasal 175 ayat (1) huruf a Kompilasi Hukum Islam.

Ang Rijal Amin
Kontributor
Ang Rijal Amin
Hakim Pengadilan Agama Tual

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

kompilasi hukum islam wakaf wasiat
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional

November 2, 2026

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti

By AmanNovember 2, 20260

PALEMBANG — Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang Drs. Nur Khazim, SH, MH secara resmi…

Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional

November 2, 2026

BSDK Buka Diklat SPPA Gelombang 2, Cetak Hakim Anak yang Humanis dan Berintegritas

November 2, 2026

Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer

November 1, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti
  • Menatap Wajah Keadilan dalam Penegakan Hukum Jinayat: Dialektika Syariat Lokal, Asas Hukum, dan Pembaruan Hukum Pidana Nasional
  • BSDK Buka Diklat SPPA Gelombang 2, Cetak Hakim Anak yang Humanis dan Berintegritas
  • Kepedulian Sebagai Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Lingkungan Pengadilan Militer
  • MOVE!

Recent Comments

  1. Abdul Mustopa on MOVE!
  2. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  3. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  4. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  5. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.