Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pulau Weh: Riwayat Tentang Ombak, Batu Karang, dan Para Pengembara

28 November 2025 • 20:01 WIB

Pray for Sumatera — Doa, Empati, dan Solidaritas untuk Saudara Kita yang Terdampak Bencana

28 November 2025 • 16:42 WIB

JEJAK API YANG TAK BISA BERBOHONG

27 November 2025 • 15:05 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kemana Perginya?
Roman

Kemana Perginya?

25 November 2025 • 08:58 WIB3 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Sinar terik matahari menyinari Kantor Pengadilan Negeri Frankfurt pada musim panas di Bulan Juli Tahun 1983, Fritz berasal dari Köln, ketika teman sepergaulannya di desa memilih menjadi petani dan penggembala dan menikmati jernihnya air sungai Rhine yang menyegarkan, Fritz seorang pegawai baru dan calon hakim malah bekerja dan diberikan tugas oleh Ketua Pengadilan untuk melayani di meja depan tempat datangnya masyarakat. Awalnya Fritz sempat keberatan untuk menerima tugas tersebut, namun setelah diberikan penjelasan oleh Ketua Pengadilan bahwa jika ingin menjadi pimpinan sebuah unit kerja maka hendaklah memulai dari bawah untuk mengetahui tugas dan permasalahan dari akar rumputnya, Fritz lantas menerima tugas tersebut.

Hari-hari silih berganti, sebagai pemuda Jerman Barat yang pro-kebebasan sipil dan hak asasi manusia, Fritz menjalankan tugas tersebut dengan sepenuh hati, melayani masyarakat dan aparatur penegak hukum lainnya dengan cekatan dan wajah yang diselimuti senyuman. Namun di siang pada Bulan Juli itu sikap dan wajah Fritz berubah ketika melayani sepasang suami istri. Wajah yang biasanya diselimuti senyuman dan lesung pipi berubah menjadi wajah murung dengan mengerenyutkan dahi, sikap yang biasanya cekatan berubah menjadi melamban seolah Kebun Bunga Frankfurt berubah menjadi Kamp Interniran Dachau pada perang dunia ke-2, Sebenarnya ada apakah dengan Fritz?

Suami-istri tersebut merupakan dokter pemerintah, keduanya bertugas di Bürger­Hospital Frankfurt. Si Suami bernama Hans dan si Istri bernama Magda. Di siang itu mereka datang ke kantor pengadilan untuk mengajukan suatu permohonan perubahan nama, bukan nama keduanya atau salah satu dari mereka melainkan nama anak pertama mereka yang lahir dengan nama Karl. Pasangan suami istri itu murung dan melamban bahkan sebelum Fritz yang seperti itu. Setelah bertanya dan menggali lebih dalam atas persoalan pasangan suami istri itu, diketahui jika Karl anak pertama mereka baru berusia 1 bulan dan mengalami kelainan jantung sesaat setelah dilahirkan. Sebagai seorang tenaga medis segala macam pengetahuan medis telah dilakukan dan seluruh relasi medis terbaik telah didatangi namun tidak ada satu pun yang dapat menyembuhkan atau membuat Karl menjadi lebih sehat.

Baca Juga  Antara Buku, Pena, dan Penghapus

Setelah merasa buntu pada jalan medis, pasangan suami istri tersebut pergi ke perpustakaan kota untuk membaca kembali buku-buku tua peninggalan leluhur bangsa “Frank” tentang mengatasi musibah. Mereka menemukan bahwa bangsa Frank dalam menderita penyakit yang parah maka akan mengganti namanya menjadi nama baru dan berpindah ke tempat yang jauh agar kelak sihir tersebut hilang karena nama yang baru tidak disebutkan dalam mantra penyihir dan penyihir tidak mengetahui nama baru orang tersebut.

Bagi Fritz seseorang yang sangat ilmiah tentu tidak mempercayai hal itu, pikiran dan nurani Fritz bergejolak, bagaimana seseorang yang menekuni profesi medis percaya akan hal magis? Namun di satu sisi Fritz juga kecewa terhadap keadaan, mengapa orang yang setiap hari membantu kesehatan dan menyelamatkan nyawa seseorang tetapi malah diberikan musibah tidak bisa menyembuhkan anaknya sendiri? Setan disebelah kiri telinga Fritz sempat membisikkan “kemana perginya Tuhan mu?” namun Fritz yang saat itu berkonflik dengan batinnya tetap berpikiran positif dan mendoakan atas nama Tuhannya bahwa Karl anak pasangan suami istri itu akan selamat dan hidup sehat kedepannya.

Fritz tetap melayani pasangan suami-istri itu hingga selesai dan dapat melaksanakan persidangan pada hari yang ditentukan oleh Hakim. 7 (tujuh) hari setelah kedatangan pasangan suami-istri itu, Fritz membaca dari ruang arsip pengadilan bahwa Hakim mengabulkan permohonan perubahan nama Karl menjadi Ludwig dengan alasan Hakim menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat serta berdasarkan bukti-bukti di persidangan memang faktanya Karl anak kandung Hans dan Magda yang menderita kelainan jantung. walaupun permohonan tersebut dikabulkan, Fritz masih bertanya-tanya sampai saat ini tentang kabar keluarga itu, sebab Fritz tidak menemukan lagi jejak dan informasinya.

Baca Juga  Orkes Damai: Sebuah Kisah Setengah Wajar
Firzi
Firzi Ramadhan, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

roman
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Related Posts

Antara Buku, Pena, dan Penghapus

25 November 2025 • 14:45 WIB

Orkes Damai: Sebuah Kisah Setengah Wajar

25 November 2025 • 09:37 WIB

Gema Palu di Ruang Hening

24 November 2025 • 15:28 WIB
Demo
Top Posts

Pray for Sumatera — Doa, Empati, dan Solidaritas untuk Saudara Kita yang Terdampak Bencana

28 November 2025 • 16:42 WIB

Menjalin Jejak Kolaborasi Hijau: BSDK dan Departemen Kehakiman AS Bahas Kerja Sama Pelatihan Penegakan Hukum Satwa Liar

26 November 2025 • 19:14 WIB

Putusan yang Tak Bisa Dibacakan di Surga

26 November 2025 • 13:48 WIB

BSDK MA Gelar Pelatihan Filsafat Hukum untuk Hakim: Kelas Eksklusif Bagi Para Pencari Makna Keadilan

25 November 2025 • 12:16 WIB
Don't Miss

Pulau Weh: Riwayat Tentang Ombak, Batu Karang, dan Para Pengembara

By Redpel SuaraBSDK28 November 2025 • 20:01 WIB

Di ufuk utara Nusantara, Pulau Weh berdiri seperti batu karang agung yang sejak abad ke-16…

Pray for Sumatera — Doa, Empati, dan Solidaritas untuk Saudara Kita yang Terdampak Bencana

28 November 2025 • 16:42 WIB

JEJAK API YANG TAK BISA BERBOHONG

27 November 2025 • 15:05 WIB

Menjalin Jejak Kolaborasi Hijau: BSDK dan Departemen Kehakiman AS Bahas Kerja Sama Pelatihan Penegakan Hukum Satwa Liar

26 November 2025 • 19:14 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire SuaraBSDK Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.