Korea dan Budaya Pop Global
Mendengar kata Korea, yang terlintas dalam benak sebagian besar kita mungkin kombinasi antara budaya pop global (K-Pop, K-Drama), teknologi maju (Samsung, LG), makanan lezat (Kimchi, BBQ), sejarah unik yang terbagi (Utara & Selatan), keindahan alam pegunungan dan empat musim, maupun masyarakatnya yang terkenal disiplin, modern, namun tetap memegang tradisi (seperti Hanbok dan etos kerja kuat).
Sebagai bagian penting dari dinamika masyarakat, eksistensi hukum juga turut mewarnai corak budaya pop Korea. Beberapa Drakor menjadikan penegakan hukum sebagai latar dan sekaligus jalan cerita dan inti dari pesan yang ingin disampaikan. Sebut saja di antaranya serial Extraordinary Attorney Woo yang bercerita tentang Woo Young-woo (Park Eun-bin), pengacara jenius dengan gangguan spektrum autisme yang punya IQ tinggi (164) dan memori luar biasa, namun kesulitan bersosialisasi. Drama ini sukses besar karena memadukan kasus hukum mingguan yang menarik dengan pengembangan karakter yang menyentuh hati, menunjukkan perjuangan dan kehebatan seorang pengacara di tengah keterbatasan autisme.
Selanjutnya, Law School (2021), drama berlatar sebuah sekolah hukum bergengsi. Drama misteri ini mengisahkan mahasiswa dan profesor di Fakultas Hukum elit yang terlibat dalam kasus pembunuhan yang rumit, menampilkan persidangan, konsep hukum, dan realitas sistem peradilan dengan riset yang baik. Mengungkap berbagai kasus kejahatan dan isu hukum yang kompleks serta mengetengahkan dialektika dalam pencarian kebenaran, keadilan, dan upaya untuk menjaga integritas dalam penegakan hukum.
Korean Drama (K-Drama) telah menjadi fenomena global yang tidak hanya menyuguhkan cerita romantis dan keluarga, tetapi juga genre hukum dan keadilan yang menggugah kesadaran publik. Serial lainnya seperti Stranger, While You Were Sleeping, dan Vincenzo tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberikan gambaran mendalam tentang sistem hukum Korea Selatan, sekaligus memantik diskusi kritis tentang penegakan keadilan.
Drakor dan Realitas Penegakan Hukum di Korea
Di balik alur cerita yang romantic, dramatis, konflik tajam, dan karakter emosional yang ditampilkan dalam Drakor, tersimpan potret nyata tentang bagaimana hukum bekerja, diuji, dan dipertaruhkan dalam masyarakat Korea modern. K-Drama bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium kritik sosial terhadap sistem peradilan dan penegakan hukum.
K-Drama sering menampilkan ruang interogasi, sidang pengadilan yang formal, serta penggunaan teknologi forensik canggih—menunjukkan citra sistem hukum yang tertib, cepat, dan prosedural. Contohnya, dalam drama seperti Stranger, hukum digambarkan sebagai sistem yang rapi namun dingin, di mana integritas personal menjadi faktor penentu keadilan.
Sistem hukum pidana Korea memiliki keunikan, karena menggabungkan elemen hukum Eropa Kontinental (civil law system) dan Anglo-Amerika (common law system), yaitu dicirikan oleh adanya hierarki pengadilan tiga tingkat (ditrict court, High Courts dan supreme courts) dan peran kuat jaksa dalam penyelidikan dan penuntutan, namun di sisi lain juga memperkenalkan sistem juri rakyat untuk kasus tertentu yang mulai diperkenalkan sejak 2008.
Berbeda dengan banyak negara lain, jaksa di Korea Selatan memiliki posisi sangat dominan. Mereka tidak hanya menuntut, tetapi juga mengendalikan arah penyidikan. Dalam K-Drama: Jaksa seringkali digambarkan berwibawa, ambisius, dan tidak jarang berada di persimpangan antara idealisme dan kekuasaan. Konflik batin jaksa menjadi cerminan dilema nyata antara keadilan substantif dan kepentingan politik. Drama seperti Law School dan Confession menunjukkan bagaimana jaksa bisa menjadi pahlawan hukum—atau justru bagian dari masalah sistemik.
Salah satu kekuatan K-Drama hukum adalah keberaniannya mengkritik pemilik modal, elite politik dan jugaaparat penegak hukum yang korup. Drama seperti Vincenzo dan Hyena memperlihatkan bagaimana hukum sering kali tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Penegakan hukum digambarkan tidak netral, melainkan arena tarik-menarik kepentingan ekonomi dan kekuasaan. Melalui narasi ini, publik diajak mempertanyakan: apakah hukum benar-benar berpihak pada keadilan, atau sekadar alat kekuasaan?
Demikian halnya, serial Stranger misalnya, secara brilian mengungkap korupsi sistemik di kejaksaan dan keterkaitan antara hukum, politik, dan bisnis. Drama ini tidak hanya memukau penonton dengan alur misterinya, tetapi juga memicu diskusi publik tentang reformasi kejaksaan.
Pengaruh K-Drama terhadap Kesadaran Hukum
Meski cerita dalam K-Drama tentunya fiksi belaka, namun eksistensinya telah menjadi medium pendidikan hukum yang efektif bagi masyarakat awam. Melalui narasi yang menarik, penonton belajar tentang: hak-hak tersangka dan terdakwa, proses pembuktian dalam hukum, Prinsip presumption of innocence, serta kompleksitas pembuatan undang-undang dan penerapannya
Beberapa drama bahkan dikabarkan mempengaruhi kebijakan nyata. Meski sulit dibuktikan secara langsung, tema-tema yang diangkat sering selaras dengan agenda reformasi hukum di Korea Selatan. Pemerintah Korea telah melakukan berbagai reformasi sistem hukum dalam dekade terakhir, termasuk Pembatasan kekuasaan kejaksaan, Penguatan lembaga penyelidikan independent, dan Reformasi sistem peradilan pidana.
Reformasi besar sistem peradilan pidana yang dimulai sejak tahun 2008 ditandai dengan perubahan arah kiblat pembaharuan hukum Korea dari sebelumnya menganut civil law secara berangsur mengadopsi pula system Anglo Saxon dengan menerapkan juri. Terdakwa dapat mengajukan agar dilaksanakan persidangan melalui pertisipasi Masyarakat (sistem juri). Sistem juri ini hanya bisa diberlakukan atas permintaan Terdakwa di awal persidangan dan dengan persetujuan dari Hakim. Apabila hakim menyetujui, maka akan menetapkan juri sejumlah 5 s/d 11 orang, juri ini nantinya akan membantu Hakim dalam menilai apakah Terdakwa bersalah ataukah tidak serta merekomendasikan pidana yang tepat bagi terdakwa sekiranya.
Intensitas penayangan Drakor juga berpengaruh terhadap animo Masyarakat untuk belajar hukum. Berdasarkan laporan media Korea, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah pelamar ke fakultas hukum setelah tayangnya drama-drama populer bertema hukum. Serial Law School disebut-sebut menginspirasi banyak mahasiswa muda untuk mengejar karir di bidang hukum.
Di Korea Selatan, dimana budaya memiliki pengaruh signifikan dalam wacana publik, K-Drama bertema hukum juga berperan sebagai jembatan antara dunia hukum yang kompleks dan masyarakat umum. Mereka tidak hanya merefleksikan aspirasi untuk masyarakat yang lebih adil, tetapi juga berpartisipasi dalam membentuknya melalui kekuatan narasi yang memikat dan relevan secara sosial.
Dalam era dimana media populer semakin berpengaruh dalam membentuk opini publik, K-Drama Korea telah menemukan formula unik: menghibur sambil mendidik, bercerita sambil mengkritik, dan pada akhirnya, berkontribusi pada evolusi kesadaran hukum suatu bangsa.
K-Drama telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ekspresi budaya – mereka telah menjadi cermin dan katalis untuk refleksi sosial tentang hukum dan keadilan. Dengan menggabungkan hiburan yang menarik dan komentar sosial yang tajam, drama-drama ini berkontribusi pada literasi hukum masyarakat dan mendorong warga untuk lebih kritis terhadap sistem peradilan mereka.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


