Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Membangun Kecakapan Yudisial Digital Hakim: Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris

4 March 2026 • 16:00 WIB

Sinergi Spiritual di Kursi Keadilan: Manifestasi Filantropi dan Penguatan Integritas PA Baturaja

4 March 2026 • 15:59 WIB

Arah Kebijakan dan Pembaharuan KUHAP 2025

4 March 2026 • 14:51 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Mengenal Dinamika Hukum Korea Melalui Drakor
Artikel

Mengenal Dinamika Hukum Korea Melalui Drakor

SyihabuddinSyihabuddin19 December 2025 • 15:03 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Korea dan Budaya Pop Global

Mendengar kata Korea, yang terlintas dalam benak sebagian besar kita mungkin kombinasi antara budaya pop global (K-Pop, K-Drama), teknologi maju (Samsung, LG), makanan lezat (Kimchi, BBQ), sejarah unik yang terbagi (Utara & Selatan), keindahan alam pegunungan dan empat musim, maupun masyarakatnya yang terkenal disiplin, modern, namun tetap memegang tradisi (seperti Hanbok dan etos kerja kuat).

Sebagai bagian penting dari dinamika masyarakat, eksistensi hukum juga turut mewarnai corak budaya pop Korea. Beberapa Drakor menjadikan penegakan hukum sebagai latar dan sekaligus jalan cerita dan inti dari pesan yang ingin disampaikan. Sebut saja di antaranya  serial Extraordinary Attorney Woo yang bercerita tentang Woo Young-woo (Park Eun-bin), pengacara jenius dengan gangguan spektrum autisme yang punya IQ tinggi (164) dan memori luar biasa, namun kesulitan bersosialisasi. Drama ini sukses besar karena memadukan kasus hukum mingguan yang menarik dengan pengembangan karakter yang menyentuh hati, menunjukkan perjuangan dan kehebatan seorang pengacara di tengah keterbatasan autisme.

Selanjutnya, Law School (2021), drama berlatar sebuah sekolah hukum bergengsi. Drama misteri ini mengisahkan mahasiswa dan profesor di Fakultas Hukum elit yang terlibat dalam kasus pembunuhan yang rumit, menampilkan persidangan, konsep hukum, dan realitas sistem peradilan dengan riset yang baik. Mengungkap berbagai kasus kejahatan dan isu hukum yang kompleks serta mengetengahkan dialektika dalam pencarian kebenaran, keadilan, dan upaya untuk menjaga integritas dalam penegakan hukum.

Korean Drama (K-Drama) telah menjadi fenomena global yang tidak hanya menyuguhkan cerita romantis dan keluarga, tetapi juga genre hukum dan keadilan yang menggugah kesadaran publik. Serial lainnya seperti Stranger, While You Were Sleeping, dan Vincenzo tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberikan gambaran mendalam tentang sistem hukum Korea Selatan, sekaligus memantik diskusi kritis tentang penegakan keadilan.

Drakor dan Realitas Penegakan Hukum di Korea

Di balik alur cerita yang romantic, dramatis, konflik tajam, dan karakter emosional yang  ditampilkan dalam Drakor, tersimpan potret nyata tentang bagaimana hukum bekerja, diuji, dan dipertaruhkan dalam masyarakat Korea modern. K-Drama bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium kritik sosial terhadap sistem peradilan dan penegakan hukum.

K-Drama sering menampilkan ruang interogasi, sidang pengadilan yang formal, serta penggunaan teknologi forensik canggih—menunjukkan citra sistem hukum yang tertib, cepat, dan prosedural. Contohnya, dalam drama seperti Stranger, hukum digambarkan sebagai sistem yang rapi namun dingin, di mana integritas personal menjadi faktor penentu keadilan.

Baca Juga  Hukum Sebagai Dialektika Pencerahan: Membongkar Rasionalitas Instrumental dan Merekonstruksi Legitimasi dalam Kritik Mazhab Frankfurt

Sistem hukum pidana Korea memiliki keunikan, karena menggabungkan elemen hukum Eropa Kontinental (civil law system) dan Anglo-Amerika (common law system), yaitu dicirikan oleh adanya hierarki pengadilan tiga tingkat (ditrict court, High Courts dan supreme courts) dan peran kuat jaksa dalam penyelidikan dan penuntutan, namun di sisi lain juga memperkenalkan sistem juri rakyat untuk kasus tertentu yang mulai diperkenalkan sejak 2008.

Berbeda dengan banyak negara lain, jaksa di Korea Selatan memiliki posisi sangat dominan. Mereka tidak hanya menuntut, tetapi juga mengendalikan arah penyidikan. Dalam K-Drama: Jaksa seringkali digambarkan berwibawa, ambisius, dan tidak jarang berada di persimpangan antara idealisme dan kekuasaan. Konflik batin jaksa menjadi cerminan dilema nyata antara keadilan substantif dan kepentingan politik. Drama seperti Law School dan Confession menunjukkan bagaimana jaksa bisa menjadi pahlawan hukum—atau justru bagian dari masalah sistemik.

Salah satu kekuatan K-Drama hukum adalah keberaniannya mengkritik pemilik modal, elite politik dan jugaaparat penegak hukum yang korup. Drama seperti Vincenzo dan Hyena memperlihatkan bagaimana hukum sering kali tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Penegakan hukum digambarkan tidak netral, melainkan arena tarik-menarik kepentingan ekonomi dan kekuasaan. Melalui narasi ini, publik diajak mempertanyakan: apakah hukum benar-benar berpihak pada keadilan, atau sekadar alat kekuasaan?

Demikian halnya, serial Stranger misalnya, secara brilian mengungkap korupsi sistemik di kejaksaan dan keterkaitan antara hukum, politik, dan bisnis. Drama ini tidak hanya memukau penonton dengan alur misterinya, tetapi juga memicu diskusi publik tentang reformasi kejaksaan.

Pengaruh K-Drama terhadap Kesadaran Hukum

Meski cerita dalam K-Drama tentunya fiksi belaka, namun eksistensinya telah menjadi medium pendidikan hukum yang efektif bagi masyarakat awam. Melalui narasi yang menarik, penonton belajar tentang: hak-hak tersangka dan terdakwa, proses pembuktian dalam hukum, Prinsip presumption of innocence, serta kompleksitas pembuatan undang-undang dan penerapannya

Beberapa drama bahkan dikabarkan mempengaruhi kebijakan nyata. Meski sulit dibuktikan secara langsung, tema-tema yang diangkat sering selaras dengan agenda reformasi hukum di Korea Selatan. Pemerintah Korea telah melakukan berbagai reformasi sistem hukum dalam dekade terakhir, termasuk Pembatasan kekuasaan kejaksaan, Penguatan lembaga penyelidikan independent, dan Reformasi sistem peradilan pidana.

Baca Juga  Dilema Noodweer dalam KUHP Nasional: Integrasi Doktrin Daf‘ al-Ṣa’il dan Reorientasi Legal Reasoning Hakim

Reformasi besar sistem peradilan pidana yang dimulai sejak tahun 2008 ditandai dengan perubahan arah kiblat pembaharuan hukum Korea dari sebelumnya menganut civil law secara berangsur mengadopsi pula system Anglo Saxon dengan menerapkan juri. Terdakwa dapat mengajukan agar dilaksanakan persidangan melalui pertisipasi Masyarakat (sistem juri). Sistem juri ini hanya bisa diberlakukan atas permintaan Terdakwa di awal persidangan dan dengan persetujuan dari Hakim. Apabila hakim menyetujui, maka akan menetapkan juri sejumlah 5 s/d 11 orang, juri ini nantinya akan membantu Hakim dalam menilai apakah Terdakwa bersalah ataukah tidak serta merekomendasikan pidana yang tepat bagi terdakwa sekiranya.

Intensitas penayangan Drakor juga berpengaruh terhadap animo Masyarakat untuk belajar hukum. Berdasarkan laporan media Korea, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah pelamar ke fakultas hukum setelah tayangnya drama-drama populer bertema hukum. Serial Law School disebut-sebut menginspirasi banyak mahasiswa muda untuk mengejar karir di bidang hukum.

Di Korea Selatan, dimana budaya memiliki pengaruh signifikan dalam wacana publik, K-Drama bertema hukum juga berperan sebagai jembatan antara dunia hukum yang kompleks dan masyarakat umum. Mereka tidak hanya merefleksikan aspirasi untuk masyarakat yang lebih adil, tetapi juga berpartisipasi dalam membentuknya melalui kekuatan narasi yang memikat dan relevan secara sosial.

Dalam era dimana media populer semakin berpengaruh dalam membentuk opini publik, K-Drama Korea telah menemukan formula unik: menghibur sambil mendidik, bercerita sambil mengkritik, dan pada akhirnya, berkontribusi pada evolusi kesadaran hukum suatu bangsa.

K-Drama telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ekspresi budaya – mereka telah menjadi cermin dan katalis untuk refleksi sosial tentang hukum dan keadilan. Dengan menggabungkan hiburan yang menarik dan komentar sosial yang tajam, drama-drama ini berkontribusi pada literasi hukum masyarakat dan mendorong warga untuk lebih kritis terhadap sistem peradilan mereka.

Syihabuddin
Kontributor
Syihabuddin
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel hukum korea
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Membangun Kecakapan Yudisial Digital Hakim: Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris

4 March 2026 • 16:00 WIB

Antara Algoritma dan Akal: Benarkah AI Mulai Memiliki Pikiran?

4 March 2026 • 11:48 WIB

Mengintip Sisi “Matrealistik” Negara Dalam Tindak Pidana Korporasi

4 March 2026 • 08:32 WIB
Demo
Top Posts

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB

Pertanggung Jawaban Pidana dan Kesadaran Moral Pelaku: Analisis Konseptual Mens Rea dalam Perspektif Fikih Jinayat

24 February 2026 • 08:31 WIB
Don't Miss

Membangun Kecakapan Yudisial Digital Hakim: Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris

By Cik Basir4 March 2026 • 16:00 WIB0

Prolog Tema tulisan inidiketengahkandalam rangka merespon penyelenggaraan Diklat Teknis Yustisial Sengketa Waris bagi hakim Peradilan…

Sinergi Spiritual di Kursi Keadilan: Manifestasi Filantropi dan Penguatan Integritas PA Baturaja

4 March 2026 • 15:59 WIB

Arah Kebijakan dan Pembaharuan KUHAP 2025

4 March 2026 • 14:51 WIB

Pilar Penting Peradilan Pajak  dalam mendukung sistem  Perpajakan dan Kekuasaan Kehakiman di bawah Mahkamah Agung RI

4 March 2026 • 14:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Membangun Kecakapan Yudisial Digital Hakim: Optimalisasi Diklat Bukti Elektronik dalam Perkara Waris
  • Sinergi Spiritual di Kursi Keadilan: Manifestasi Filantropi dan Penguatan Integritas PA Baturaja
  • Arah Kebijakan dan Pembaharuan KUHAP 2025
  • Pilar Penting Peradilan Pajak  dalam mendukung sistem  Perpajakan dan Kekuasaan Kehakiman di bawah Mahkamah Agung RI
  • Follow the Money: Mengadili Narkotika dengan Membaca Jejak Aliran Dana

Recent Comments

  1. hello world on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.