Jakarta, 1 Desember 2025 — Suasana di Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI hari ini terasa berbeda, lebih hidup, lebih semarak, dan penuh optimisme. Bukan tanpa alasan, karena dalam satu hari dipagi hari yang cerah BSDK memulai tiga pelatihan besar yang menjadi motor penggerak peningkatan kualitas hakim Indonesia.
Dengan langkah mantap, BSDK kembali menunjukkan komitmennya: bahwa membangun peradilan yang unggul bukanlah deretan slogan, melainkan kerja nyata yang terus dirawat dari waktu ke waktu.
1. Sertifikasi Tipikor Angkatan XXIII: Meneguhkan Integritas di Garda Terdepan Sertifikasi Tipikor Angkatan XXIII: Meneguhkan Integritas di Garda Terdepan
Panggung pembukaan pertama dibuka dengan penuh kewibawaan oleh Yang Mulia Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI, Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H., dalam Pelatihan Sertifikasi Hakim Tindak Pidana Korupsi Angkatan XXIII.
Sebanyak 81 pesertanya terdiri dari:
- Hakim Peradilan Umum,
- Hakim Peradilan Militer, dan
- Hakim Ad Hoc Tipikor
yang telah lolos seleksi ketat untuk mengikuti pelatihan ini.
Dalam sambutannya, YM Dr. Prim Haryadi menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah panggilan moral dan sejarah. Mengadili perkara korupsi bukan sekadar menerapkan pasal, tetapi menjadi penjaga kepercayaan publik. Sebuah pesan yang terasa kuat dan membekas, membuka pelatihan dengan energi positif dan penuh keyakinan. Selain itu Ketua kamar Pidana MA Ri dalam hal ini Kembali menegaskan :
“Integritas bukan hanya milik setiap hakim—ia adalah perisai bagi seluruh peradilan.”
“Satu hakim yang menjaga kehormatan, sama nilainya dengan seribu regulasi yang kita miliki.”

2. Sertifikasi Hakim Niaga HKI Gelombang II
Panggung kedua dibuka dengan gaya khasnya yang sejuk namun tegas oleh Kepala BSDK, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., pada Pelatihan Sertifikasi Hakim Niaga HKI Gelombang II yang diikuti oleh 44 peserta.

Dalam narasinya yang hangat, beliau menyampaikan bahwa memahami hukum niaga dan kekayaan intelektual berarti memahami denyut nadi ekonomi modern. Hakim niaga, kata beliau, harus mampu membaca masa depan—mulai dari dinamika start-up, perdagangan digital, hingga ekosistem industri kreatif yang berkembang pesat.

Dengan gaya tutur yang ringan namun penuh makna, beliau menambahkan, “Seorang hakim niaga bukan hanya mengadili sengketa, tetapi menjaga tumbuhnya kreativitas sebagai wajah baru kemajuan bangsa.”
3. Pelatihan Filsafat Hukum: Hakim yang Hikam — Ajang Perjumpaan Ilmu dan Kebijaksanaan
Gelombang ketiga adalah pelatihan berkelas reflektif: Pelatihan Filsafat Hukum dengan tema Hakim yang Hikam yang disambut luar biasa oleh 500 peserta dari seluruh Indonesia.
Kembali dibuka oleh Dr. Syamsul Arief, acara ini terasa lebih seperti pertemuan intelektual, hangat, renyah, dan membuka horizon berpikir walaupun dibuka dan dilaksanakan secara Onlin. Dalam sambutannya, beliau memberikan pandangan filosofis yang menjadi ciri khasnya:
“Hakim yang hikam bukan hanya paham aturan, tetapi mampu memahami ruh keadilan. Ilmu memberi arah, kebijaksanaan memberi makna.”
Pesan tersebut mengalir lembut namun berdaya, seakan mengajak seluruh peserta untuk kembali menautkan pengetahuan, hati nurani, dan akhlak dalam satu tarikan nafas keadilan.

Satu Hari, Tiga Peristiwa, Satu Semangat Besar
Pelaksanaan tiga pelatihan strategis yang dibuka pada hari yang sama menggambarkan keteguhan BSDK dalam:
- memperkuat kompetensi teknis hakim,
- memperdalam integritas dan moralitas dalam pengambilan keputusan,
- dan menyebarkan semangat bahwa kualitas peradilan adalah hasil kerja kolektif yang terus ditanam dan disiram dengan ilmu.
Hadirnya ratusan peserta dari berbagai tingkatan pengadilan menjadi bukti bahwa transformasi SDM peradilan bergerak semakin masif, terstruktur, dan penuh harapan.
Penutup: Langkah Kita, Masa Depan Peradilan
Di hari yang padat namun membahagiakan ini, BSDK kembali membuktikan bahwa peradilan tidak hanya dibangun dengan regulasi dan putusan, tetapi juga dengan pendidikan, dialog, dan penguatan karakter.
Karena pada akhirnya, hakim yang baik bukan hanya yang mengerti hukum, tetapi yang menghadirkan keadilan dengan kejernihan budi dan kebijaksanaan hati.
BSDK terus melangkah.
Pelatihan terus berjalan.
Semangat terus dijaga.
Dan Indonesia terus berharap pada para penjaga keadilan yang berhikmah.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


