Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional

5 March 2026 • 19:00 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Mengawal Legislasi Demokratis: Prof. Andi Muhammad Asrun Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik

5 March 2026 • 15:27 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Gema Palu di Ruang Hening
Roman

Gema Palu di Ruang Hening

Muhammad Hanif RamadhanMuhammad Hanif Ramadhan24 November 2025 • 15:28 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Bunyi palu itu menghantam kayu, tapi rasanya seperti menghantam ulu hatiku.

“Lima tahun penjara.”

Napasku tercekat. Lima tahun. Aku, Leo, seorang analis data junior, harus menghabiskan lima tahun masa mudaku di dalam bui. Aku menoleh ke samping. Di sana, Marco berdiri. Dia adalah sang perancang, mentor lamaku, orang yang meyakinkanku bahwa ini adalah “keadilan”.

Lalu palu itu berbunyi, lebih keras.

“Sembilan tahun penjara.”

Marco memejamkan matanya, hanya itu. Dia tidak bergeming. Aku? Sudah jelas gemetar hebat. Hukuman kami berbeda, tapi nasib kami sama: kami tidak akan pernah keluar dari sini sebagai manusia yang utuh.

Semua ini bukan dimulai karena uang. Itu kebohongan yang kuceritakan pada diriku sendiri. Semua dimulai karena keputusasaan.

Adik perempuanku, Maya, terbaring di rumah. Tulang punggungnya bengkok, menekan paru-parunya. Dokter di kota kami bilang operasinya rumit dan biayanya selangit. Asuransi perusahaan menolaknya; mereka menyebutnya “prosedur kosmetik”. Aku, seorang analis data yang gajinya habis untuk membayar sewa dan obat pereda nyeri, tercekik rasanya.

Di sanalah Marco masuk.

Dia bukan teman biasa. Dia adalah mantan Programmer jenius di perusahaan kami, dipecat karena “pemberontakan” setelah proyek besarnya, “Janius”, diambil alih oleh manajemen, yang masih dia yakini bahwa itu adalah pencurian. Dia menemukanku di kedai kopi di luar lobi menara kaca kami.

“Aku ada ‘pekerjaan’ untukmu, Leo,” katanya, suaranya tenang. “Kau satu-satunya yang tahu celah di sistem itu.”

“Pekerjaan apa?”

Dia tersenyum pahit. “Mengambil kembali apa yang mereka curi dariku. Bukan mencuri, Leo. Ini Keadilan. Sekali jalan, Maya bisa lari maraton.”

Aku seharusnya tahu. Seharusnya aku sadar tidak ada keadilan yang didapat di tengah gundah. Tapi aku teringat wajah Maya yang pucat.

“Aku ikut, Bang.”

Misi kami tidak melibatkan senjata atau kekerasan. Misi kami ada di jantung kota, di lantai 18 gedung tempatku bekerja. “Barang”-nya adalah source code Janius, sebuah kecerdasan buatan yang bernilai miliaran.

Baca Juga  Orkes Damai: Sebuah Kisah Setengah Wajar

“Peti besi”-nya adalah server utama di “Bilik Pendingin”, sebuah ruangan yang suhunya dijaga di titik beku, terisolasi total dari jaringan luar.

Rencananya sederhana. Aku akan masuk saat simulasi kebakaran tahunan, ketika semua protokol keamanan digital dilumpuhkan sementara. Tugasku mudah saja, menyalin data.

Malam itu pun tiba. Alarm meraung. Lampu merah berkedip di koridor yang tak berpenghuni. Tanganku seketika berkeringat gemetar saat mengetikkan kode sandi di pintu titanium Bilik Pendingin.

Hssstt…

Pintu terbuka, menyemburkan udara dingin. Di dalam, hanya ada dengungan ribuan mesin. Aku menarik modul data utama—sebuah kotak hitam seukuran koper—dan memasukkannya ke dalam ransel berlapis timah yang diberikan Marco.

Aku berlari menuruni tangga darurat, jantungku serasa hendak meledak. Aku hanya membayangkan wajah Maya. “Sekali ini saja,” batinku.

Aku mendorong pintu keluar darurat di lantai dasar dan berlari ke gang belakang yang gelap. Sebuah sedan hitam sudah menunggu, mesinnya menyala, persis seperti yang direncanakan. Aku melompat ke kursi penumpang.

Marco ada di belakang kemudi. Wajahnya tegang.

“Dapat?” tanyanya.

Aku mengangguk, terengah-engah, memeluk ransel itu. “Dapat. Ayo pergi.”

Dia menginjak gas. “Bagus. Kita ke hotel di pelabuhan. Pembeli sudah menunggu di sana. Setelah selesai, Maya akan dapat jadwal operasinya.”

Jantungku masih berdebar kencang, tapi melihat Marco yang memegang kendali membuatku sedikit tenang. Dia sang jenius. Dia tahu apa yang dia lakukan. Kami melaju menembus jalanan kota, bergabung dengan lalu lintas malam. Setiap lampu depan di kaca spion tampak seperti ancaman.

Kami tiba di area parkir Hotel Pelabuhan, sebuah bangunan tua megah yang sepi. Tempat ini dipilih karena tidak mencolok.

“Lantai P-3. Dia menunggu di sana,” kata Marco, mematikan mesin.

Keheningan di dalam mobil terasa memekakkan. Aku baru saja akan membuka pintu.

SKRRIIII!

Tiba-tiba, dua van hitam besar meluncur dari dua arah, memblokir jalan keluar di depan dan di belakang kami. Lampu sorot mereka yang kuat langsung menembus kaca depan, membutakan kami.

Baca Juga  Ketika Hukum Hati Berbicara: Pelajaran dari ‘Kejahatan dan Hukuman'

“KELUAR DARI MOBIL! TANGAN DI ATAS KEPALA!”

Itu bukan suara polisi. Itu suara yang kukenal. Suara tim Keamanan Internal perusahaan.

Marco membanting setirnya dengan frustrasi. “Sialan! Mereka sudah tahu!”

“Bagaimana bisa?!” teriakku.

Pintu mobil kami ditarik paksa dari luar. Mereka menyeretku dan Marco, membanting kami ke kap mobil yang masih hangat. Ransel berisi modul data itu direnggut dari tanganku.

“Kami sudah mengawasimu selama seminggu, Leo,” kata seorang pria berjas, pemimpin tim keamanan itu. “Kami tahu Marco akan mencoba sesuatu setelah dia dipecat. Kami hanya tidak tahu siapa orang dalamnya.”

Dia menatapku dengan tatapan kasihan. “Kau terlalu sering menemuinya di kedai kopi itu, Nak. Kalian berdua sudah jadi target operasi.”

Di ruang sidang, aku berteriak. Aku bilang aku tidak tahu nilainya sebesar itu. Aku bilang aku hanya disuruh menyalin data. Aku memohon tentang operasi adikku.

Hakim menatapku. Tatapannya dingin. “Keputusasaan tidak membenarkan kejahatan, Saudara Leo. Dan Anda, Saudara Marco, menggunakan kejeniusan Anda untuk kejahatan.”

Dan sekarang, palu itu sudah jatuh.

Marco divonis sembilan tahun penjara. Dia adalah otak di balik semua ini, sang pemberontak yang ingin balas dendam.

Aku? Aku hanya alat. Aku mendapat keringanan. Lima tahun.

Aku menatap tanganku. Tangan yang seharusnya mengetik kode untuk masa depan. Tim keamanan itu benar. Pertemuan-pertemuan di kedai kopi itu, di situlah semua ini berakhir bahkan sebelum dimulai.

Uang itu tidak pernah nyata.

Yang nyata hanyalah lima tahun ke depan di dalam sel ini, dan bayangan Marco yang berjalan di sampingku, menuju selnya sendiri. Lima tahun adalah sebuah keabadian kecil. Dan Maya… aku bahkan tidak berani memikirkannya.

Muhammad Hanif Ramadhan
Kontributor
Muhammad Hanif Ramadhan
Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

roman
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Debu di Atas Map Hijau

27 February 2026 • 18:45 WIB

Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue

20 February 2026 • 10:21 WIB

Teori GONE (Greed, Opportunity, Needs, Exposure) dan Peran Faktor Keserakahan Pemicu Korupsi

20 February 2026 • 10:19 WIB
Demo
Top Posts

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB
Don't Miss

Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional

By Eliyas Eko Setyo5 March 2026 • 19:00 WIB0

Masyarakat dunia dikejutkan oleh serangan agresi Amerika yang membabi buta ke Teheran ibu kota Iran…

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Mengawal Legislasi Demokratis: Prof. Andi Muhammad Asrun Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik

5 March 2026 • 15:27 WIB

Harmonisasi dan Rekonstruksi Pemidanaan: Menelaah Urgensi dan Tantangan Undang-Undang Penyesuaian Pidana

5 March 2026 • 12:45 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional
  • Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan
  • Mengawal Legislasi Demokratis: Prof. Andi Muhammad Asrun Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik
  • Harmonisasi dan Rekonstruksi Pemidanaan: Menelaah Urgensi dan Tantangan Undang-Undang Penyesuaian Pidana
  • PA Baturaja Gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI)

Recent Comments

  1. hello world on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.