Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Merajut Kebersamaan, Kolaborasi IKAHI Dan Dharmayukti Cabang Dataran Hunipopu Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

9 March 2026 • 22:27 WIB

Suara dari Ruang Belajar; Catatan Penting Peserta Diklat

9 March 2026 • 20:44 WIB

Kancing Kemeja

9 March 2026 • 20:08 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Buka Bersama PN Pulang Pisau dan Renungan Tiga Tingkatan Puasa menurut Imam Al-Ghazali
Berita

Buka Bersama PN Pulang Pisau dan Renungan Tiga Tingkatan Puasa menurut Imam Al-Ghazali

Perbedaan adalah kekuatan
Mohammad Khairul MuqorobinMohammad Khairul Muqorobin9 March 2026 • 17:57 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pulang Pisau, 9 Maret 2026. Sore itu, Pengadilan Negeri Pulang Pisau berubah wajah dari biasanya. Tidak ada berkas perkara yang berjejal di meja ruang sidang, tidak ada proses persidangan dengan segala kompleksitas hukum acaranya maupun tidak ada pelayanan terhadap Masyarakat pencari keadilan di meja PTSP. Yang ada adalah keluarga besar Pengadilan Negeri Pulang Pisau, baik Hakim, pejabat struktural, pejabat fungsional, pejabat pelaksana, CPNS, PPPK di bagian kepaniteraan maupun kesekretariatan serta tenaga outsorcing (alih daya), yang duduk bersama menanti azan Magrib berkumandang. Pada saat itu juga, mereka menggelar buka puasa bersama dengan tema yang dipilih bukan tanpa makna: “Perbedaan adalah kekuatan”. Master of Ceremony atau MC (Pembawa acara) membuka acara dengan suara yang mengalun pelan, mengingatkan semua yang hadir bahwa Ramadhan adalah bulan yang mempertemukan, bukan memisahkan. Beberapa saat kemudian, Panitera Pengadilan Negeri Pulang Pisau, Noripansyah bertindak sebagai pemimpin doa bersama. Dalam balutan doa bersama itu, semua menunduk seraya menadahkan tangan berdasarkan keyakinan masing-masing dengan lintas jabatan dan latar belakang, menyatu dalam hening yang sama memohon kepada Tuhan yang Maha Esa dengan penuh penundukan.

Ketua Pengadilan Negeri Pulang Pisau, Kurnia Fitrianingsih, kemudian berdiri menyampaikan sambutannya. Di hadapan seluruh aparatur Pengadilan Negeri Pulang Pisau, ia berbicara tentang tema yang diusung. “Dalam kesempatan ini, marilah kita renungkan bahwa doa kita tidak selalu dikabulkan karena Allah tahu yang terbaik bagi kita. Ini mengingatkan kita untuk mencari hikmah di balik setiap takdir yang digariskan-Nya. Saya sangat bersyukur atas kehadiran Bapak/Ibu semua dalam acara buka puasa bersama ini, karena kebersamaan ini mempererat silaturahmi kita.” ujarnya. Ia mengajak semua aparatur Pengadilan Negeri Pulang Pisau menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat toleransi internal, karena sebelum menjadi aparatur peradilan, mereka adalah manusia yang perlu saling menguatkan.

Sambutan itu lalu larut dalam tawa ketika sebuah game mulai dimainkan setelahnya. Lobi belakang yang semula hening tiba-tiba pecah oleh sorak sorai dan gelak tawa. Para Hakim yang biasa tegas di ruang sidang, bagian kepaniteraan yang biasa sibuk dengan berkas persidangan, bagian kesekretariatan yang sehari-hari berada di belakang meja serta tenaga outsorcing (alih daya) yang biasa menjaga kebersihan dan keamanan tiap sudut ruangan kantor itu, kini semuanya melepas atribut dan larut dalam permainan bersama. Permainan sederhana yang justru mengajarkan hal rumit, yang menunjukan suatu nilai bahwa kebersamaan tidak mengenal pangkat dan jabatan.

Baca Juga  Ramadan Pertama di Philja Tagaytay

Menjelang Magrib, takjil mulai dibagikan. Azan Magrib berkumandang, kurma dan air hangat menjadi pembuka pelepas dahaga setelah seharian lamanya berpuasa. Semua menikmati dengan sederhana, tapi penuh syukur. Lalu, mereka yang muslim beranjak ke Musolah Al-Hakim untuk salat Magrib berjamaah. Di musolah atau langar (istilah dalam Bahasa jawa dan Bahasa banjar) kecil itu, saf-saf rapat terbentuk. Imam memimpin, makmum mengikuti. Sementara itu, Sebagian yang lain menunggu di lobi. Tidak ada yang merasa canggung. Di sinilah tema itu terasa nyata “kita berbeda, tapi kita satu”.

Setelah shalat berjamaah dilaksanakan, semua kembali berkumpul di lobi belakang untuk memasuki pokok acara “Buka Bersama”. Makan bersama dimulai, Nasi dan lauk yang sederhana, tapi rasa kebersamaan membuat segalanya terasa istimewa. Di sela-sela suapan, obrolan ringan mengalir. Tidak ada sekat antara Hakim, pejabat struktural, pejabat fungsional, pejabat pelaksana, CPNS, PPPK di bagian kepaniteraan maupun kesekretariatan serta tenaga outsorcing (alih daya), semua duduk sederajat sama rasa dan sama rata. Pembagian hadiah untuk para pemenang game menjadi penutup yang meriah. Bukan dilihat dari besar hadiahnya, tapi tawa dan tepuk tangan yang mengiringinya. Di Pengadilan Negeri Pulang Pisau, buka bersama sore itu bukan sekadar agenda rutin tahunan yang formalitas, namun pengingat bahwa sebelum mereka diangkat menjadi aparatur Pengadilan, mereka adalah manusia yang pernah lapar dan dahaga akan kebersamaan. Bahwa di gedung yang setiap harinya dipenuhi perdebatan hukum dan kesibukan rapat resmi seperti AMPUH dan Zona Integritas ini, masih ada ruang untuk duduk bersama, tertawa bersama, dan berbuka bersama. Dari sinilah makna sosial dari puasa tercermin di Pengadilan Negeri Pulang Pisau pada sore itu.

Sementara dalam makna keagamaan, khususnya dari kacamata tasawuf, puasa memiliki makna yang lebih mendalam lagi, bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai sarana tazkiyah al-nafs atau penyucian jiwa. Sebagaimana diajarkan oleh Syekh Imam Abu Hamid Al-Ghazali atau yang biasa dikenal dengan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Jilid II, puasa memiliki tiga tingkatan. Pertama, puasa umum yakni menahan perut dan kemaluan dari memenuhi syahwat. Inilah puasa orang awam, yang sebatas menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara Zahir atau lahiriah. Kedua, puasa khusus yakni menahan telinga, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa. Inilah puasanya orang-orang saleh yang memahami bahwa maksiat juga termasuk alasan pembatal puasa. Ketiga, puasa paling khusus (shaumul khususil khusus), yakni menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, memikirkan dunia, dan memikirkan selain Allah. Pada tingkatan ini, pikiran selain Allah dan hari akhir dianggap membatalkan puasa. Inillah puasanya orang-orang sufi yang sudah memasuki derajat hakikat bahkan makrifat.

Baca Juga  Palu Hakim Tidak Lebih Tinggi dari Wahyu: Renungan Nuzulul Qur’an bagi Para Penegak Keadilan

Sore itu, di lobi belakang yang sederhana, barangkali masing-masing yang hadir sedang menempati maqam atau tingkatan puasanya sendiri. Ada yang baru mampu menahan lapar dan dahaga saja. Ada yang berusaha menjaga lisan dan anggota tubuhnya dari perbuatan dosa. Dan mungkin juga, di antara mereka ada yang sedang berjuang untuk menghadirkan hati hanya untuk-Nya di tengah hiruk-pikuk kesibukan pekerjaan yang tak pernah sepi dari urusan duniawi. Pertanyaannya kemudian adalah kita sendiri masuk kategori yang mana? 

Semoga apapun itu, kita semua tetap diberikan kesempatan menyempurnakan ibadah di bulan suci Ramadan ini hingga mampu meraih derajat qurb “kedekatan dengan Allah SWT” secara paripurna. Sebab, dalam konteks dunia peradilan, keadilan sejati itu seperti halnya puasa paling khusus (shaumul khususil khusus), hanya lahir dari hati yang telah dikosongkan dari sifat keakuan (wahdatul wujud), kosong dari kepentingan dunia dan kosong dari segala sesuatu selain-Nya. Hanya dari kehampaan itulah keadilan bisa mengalir jernih, tanpa pamrih, tanpa pilih kasih dan menjadi rahmat bagi sesama.

Referensi

Kutipan Kitab Ihya’ Ulumuddin dalam Muhamad Anas Bukhori Zubaidi. Menyelami Makna Puasa dalam Kacamata Tasawuf. Sumber: https://kepri.nu.or.id/keislaman/menyelami-makna-puasa-dalam-kacamata-tasawuf-2eHRx

Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

buka puasa bersama Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali Kebersamaan PN Pulang Pisau ramadhan refleksi puasa
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Merajut Kebersamaan, Kolaborasi IKAHI Dan Dharmayukti Cabang Dataran Hunipopu Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

9 March 2026 • 22:27 WIB

Merancang Arah Pelatihan Hakim, Panitera dan Jurusita : Konsolidasi Pusdiklat Teknis Menyusun Standar Diklat Peradilan.

9 March 2026 • 18:07 WIB

Persiapan Pengadilan Militer I-03 Padang dalam Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

9 March 2026 • 10:34 WIB
Demo
Top Posts

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB
Don't Miss

Merajut Kebersamaan, Kolaborasi IKAHI Dan Dharmayukti Cabang Dataran Hunipopu Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

By Yudhistira Ary Prabowo9 March 2026 • 22:27 WIB0

Jum’at 6 Maret 2026, berlokasi di Jl. Trans Seram, Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram…

Suara dari Ruang Belajar; Catatan Penting Peserta Diklat

9 March 2026 • 20:44 WIB

Kancing Kemeja

9 March 2026 • 20:08 WIB

Merancang Arah Pelatihan Hakim, Panitera dan Jurusita : Konsolidasi Pusdiklat Teknis Menyusun Standar Diklat Peradilan.

9 March 2026 • 18:07 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Merajut Kebersamaan, Kolaborasi IKAHI Dan Dharmayukti Cabang Dataran Hunipopu Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H
  • Suara dari Ruang Belajar; Catatan Penting Peserta Diklat
  • Kancing Kemeja
  • Merancang Arah Pelatihan Hakim, Panitera dan Jurusita : Konsolidasi Pusdiklat Teknis Menyusun Standar Diklat Peradilan.
  • Buka Bersama PN Pulang Pisau dan Renungan Tiga Tingkatan Puasa menurut Imam Al-Ghazali

Recent Comments

  1. erythromycin ointment on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  2. lisinopril 20 mg tablet on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  3. ciprofloxacin 500 mg on “Dari Ruang Diklat Menuju Putusan Berkualitas: Transformasi Hakim Militer dan TUN di Era KUHAP Nasional”
  4. diflucan for yeast on “Dari Ruang Diklat Menuju Putusan Berkualitas: Transformasi Hakim Militer dan TUN di Era KUHAP Nasional”
  5. amlodipine besylate 5mg on “Dari Ruang Diklat Menuju Putusan Berkualitas: Transformasi Hakim Militer dan TUN di Era KUHAP Nasional”
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.