Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Artidjo Alkostar: Sang Algojo Keadilan

19 March 2026 • 19:07 WIB

Keterangan Yang Terlambat

19 March 2026 • 18:50 WIB

Mengenang Jürgen Habermas: Mengapa Rasionalitas Publik Sangat Penting bagi Demokrasi?

19 March 2026 • 13:15 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Keterangan Yang Terlambat
Roman

Keterangan Yang Terlambat

Muamar Azmar Mahmud FarigMuamar Azmar Mahmud Farig19 March 2026 • 18:50 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ruang musyawarah itu terasa lebih penuh dari biasanya, padahal hanya ada tiga orang di dalamnya. Ketua majelis, Ravindra Karsa, duduk dengan berkas terbuka di depannya, kacamata sedikit turun dari posisi semula. Di sisi kanan, Elion Prasetra menyandarkan punggung, jari-jarinya saling terkait, sementara di sisi kiri Mahira Sadyana masih membalik halaman dengan ritme yang terlalu cepat untuk disebut membaca dan terlalu lambat untuk disebut sekadar melihat.

Perkara itu sudah berjalan berbulan-bulan. Sidang demi sidang, saksi demi saksi. Ruang sidang pernah penuh, pernah juga kosong. Tapi satu hal yang konsisten: perhatian orang-orang terhadap perkara ini tidak pernah benar-benar hilang.

“Kalau kita lihat dari konstruksinya,” kata Eli akhirnya, menutup berkas dengan satu gerakan yang terdengar lebih tegas dari yang ia maksudkan, “peran masing-masing sudah cukup terang. Pelaku utama jelas. Yang satu lagi… membantu.”

Ravi tidak langsung menjawab. Ia menggeser sedikit berkasnya, seolah mencari sudut pandang yang berbeda dari halaman yang sama. “Membantu,” ulangnya pelan, seperti menguji kata itu di lidahnya sendiri. “Berdasarkan?”

Eli tidak perlu membuka lagi berkasnya. “Keterangan saksi Liron. Dia yang melihat langsung. Dia yang bilang terdakwa kedua ada di sana, memberi saran. Itu cukup untuk menariknya sebagai peserta.”

Mahira mengangkat pandangannya, tapi tidak langsung bicara. Ia mengingat bagaimana saksi itu berdiri di ruang sidang— Darmaya Liron, namanya. Tubuhnya kurus, suaranya tidak terlalu keras, tapi jelas. Ia menjawab pertanyaan dengan cepat, hampir terlalu cepat, seolah takut kehilangan urutan cerita di kepalanya sendiri. Ia disumpah. Ia menyatakan melihat. Ia menunjuk. Dan pada titik itu, ruang sidang seperti menemukan arah.

“Korban tidak melihat langsung,” kata Mahira pelan. “Dia hanya tahu mobilnya hilang. Semua konstruksi peristiwa bertumpu di situ, di Liron.”

Ravi mengangguk kecil. Itu memang titiknya. Dari sekian banyak saksi, dari sekian banyak uraian, hanya satu yang benar-benar melihat. Dan dari satu itu, lahir seluruh bangunan keyakinan.

Beberapa saat tidak ada yang berbicara. Hanya suara kertas yang sesekali bergeser, dan bunyi pendingin ruangan yang konstan, seperti sesuatu yang sengaja dibuat agar tidak diperhatikan.

Baca Juga  Urgensi Perpanjangan Usia Pensiun Hakim dalam Perspektif Komparatif dan Analisis Opsi RUU Jabatan Hakim

“Secara hukum, tidak ada yang salah,” lanjut Eli, kali ini lebih tenang. “Saksi di bawah sumpah. Keterangannya konsisten. Didukung sebagian oleh fakta lain. Kita tidak butuh dua saksi mata untuk setiap peristiwa.”

Ravi hampir mengangguk. Hampir.

Tapi tangannya berhenti di atas halaman berikutnya.

Ada satu lampiran yang belum ia baca dengan sungguh-sungguh sebelumnya. Bukan karena tidak penting, mungkin karena saat itu tidak terasa relevan. Ia menarik kertas itu keluar sedikit, cukup untuk melihat judulnya.

Surat Keterangan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

Ia membaca lebih perlahan.

Nama: Darmaya Liron.

Diagnosis: …Keterangan: pasien dengan gangguan tertentu, dengan penilaian kemampuan realitas yang terganggu dalam kondisi tertentu.

Ia berhenti.

“Ini…” katanya, tanpa menyelesaikan kalimat.

Mahira mencondongkan tubuh. “Apa?”

Ravi menyerahkan kertas itu tanpa banyak kata. Eli ikut mendekat, sedikit lebih cepat dari biasanya.

Ruangan itu tidak berubah. Tapi sesuatu di dalamnya bergeser.

“Ini sudah ada dari awal?” tanya Mahira.

Ravi mengangguk. “Masuk sebagai lampiran. Tapi tidak pernah benar-benar dibahas.”

“Di persidangan?” Mahira mencoba mengingat.

“Tidak secara eksplisit,” jawab Ravi “Tidak pernah diuji secara serius.”

Eli membaca ulang bagian terakhir. “Kemampuan realitas yang terganggu… dalam kondisi tertentu.” Ia mengulang frasa itu pelan, seolah-olah dengan mengulangnya, maknanya akan menjadi lebih pasti.

Mahira menyandarkan punggungnya. “Itu tidak otomatis membuat keterangannya tidak sah.”

“Tidak,” kata Ravi. “Tapi itu membuat kita harus bertanya ulang: kita percaya pada apa?”

Kalimat itu tidak ditujukan ke siapa pun. Tapi ia jatuh tepat di tengah.

Beberapa menit berlalu tanpa percakapan. Waktu berjalan, tapi tidak terasa bergerak.

Di luar ruangan, aktivitas pengadilan mungkin masih berlangsung seperti biasa. Orang datang, orang pergi. Perkara lain dipanggil, ditunda, diputus. Tapi di dalam ruangan itu, semuanya seperti berhenti di satu titik yang tidak bisa dilewati begitu saja.

Baca Juga  Di Balik Kata “Menimbang”, Hakikat Kerja Hakim dalam Negara Hukum

“Kita bisa tetap lanjut,” kata Eli akhirnya. Nada suaranya tidak sekeras sebelumnya, tapi masih mencoba bertahan pada jalur yang sama. “Keterangan saksi itu tidak berdiri sendiri. Ada rangkaian peristiwa. Ada logika kejadian.”

Mahira menatapnya. “Tapi tidak ada saksi lain yang melihat langsung.”

Eli tidak menyangkal.

“Dan terdakwa kedua…” lanjut Mahira, “ditarik ke dalam perkara ini karena satu kalimat dari orang yang mungkin….”

ia berhenti, mencari kata yang tidak terlalu keras, tapi tidak juga terlalu lunak, “…..tidak selalu melihat dunia seperti adanya.”

Ravi menutup berkasnya perlahan.

Bukan sebagai tanda selesai. Lebih seperti seseorang yang sadar bahwa apa yang ia pegang tidak lagi sama seperti sebelumnya.

“Kalau kita tetap putus seperti ini,” katanya pelan, “kita menghukum seseorang berdasarkan keyakinan yang kita tahu sekarang… tidak utuh.”

Tidak ada yang langsung menjawab.

Eli menatap meja di depannya. Untuk pertama kalinya sejak musyawarah dimulai, ia tidak membuka berkasnya lagi.

Mahira menghela napas panjang.

“Kalau kita ubah,” kata Ravi akhirnya, “artinya kita meruntuhkan seluruh konstruksi.”

“Kalau kita tidak ubah,” jawab Mahira, “mungkin kita meruntuhkan sesuatu yang lebih besar.”

Ruangan itu kembali sunyi.

Ravi menatap dua hakim di depannya, lalu kembali ke berkas yang sudah ia tutup. Ia tahu, pada akhirnya, mereka harus memutus. Tidak ada pilihan untuk tidak.

Tapi untuk pertama kalinya dalam perkara itu, ia memahami sesuatu yang tidak pernah terasa di awal:

bahwa keyakinan hakim bukan sesuatu yang sekali terbentuk lalu tinggal dibacakan, ..melainkan sesuatu yang harus berani dibongkar kembali,

bahkan ketika semuanya sudah terasa selesai.

Di luar ruangan, hari terus berjalan.

Di dalam, tiga orang itu masih duduk di tempat yang sama.

Dengan satu pertanyaan yang tidak ada di dalam berkas:

apakah keadilan masih bisa dicapai, jika keyakinannya sendiri datang terlambat untuk diragukan?

Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Cerpen Hukum Dilema Hakim hakim keadilan pembuktian Refleksi Peradilan
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Hymne Mahkamah Agung dari Bilik Juru Bahasa untuk Indonesia

12 March 2026 • 15:50 WIB

Belajar dari Abdul Manaf

11 March 2026 • 20:06 WIB

Amanah di Balik Kesejahteraan Hakim:

10 March 2026 • 15:40 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Artidjo Alkostar: Sang Algojo Keadilan

By Ari Gunawan19 March 2026 • 19:07 WIB0

Pembaca yang budiman, dunia penegakan hukum di Indonesia memiliki banyak tokoh inspiratif yang hadir bagaikan…

Keterangan Yang Terlambat

19 March 2026 • 18:50 WIB

Mengenang Jürgen Habermas: Mengapa Rasionalitas Publik Sangat Penting bagi Demokrasi?

19 March 2026 • 13:15 WIB

Disiplin atau Distrust? Ketika Pimpinan Pengadilan Menghadapi Era Work From Anywhere

19 March 2026 • 08:50 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Artidjo Alkostar: Sang Algojo Keadilan
  • Keterangan Yang Terlambat
  • Mengenang Jürgen Habermas: Mengapa Rasionalitas Publik Sangat Penting bagi Demokrasi?
  • Disiplin atau Distrust? Ketika Pimpinan Pengadilan Menghadapi Era Work From Anywhere
  • Independensi dan Transparansi Peradilan Militer dalam Bingkai Negara Hukum

Recent Comments

  1. ursodiol cost on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. atorvastatin calcium on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. dapoxetine 30mg on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. cefixime trihydrate on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  5. lisinopril 5 mg on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.