Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Independensi dan Transparansi Peradilan Militer dalam Bingkai Negara Hukum

18 March 2026 • 19:30 WIB

Bukti Elektronik di Peradilan Agama : Antara Keniscayaan Digital, Tantangan dan Solusi Implementasinya

18 March 2026 • 12:30 WIB

Gaya Kepemimpinan Sebagai Sumber Konflik, Bagaimana Jadi Pemimpin Yang Baik?

18 March 2026 • 09:00 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » UU Penyesuaian Pidana, Mengapa Kita Harus Memahaminya?
Artikel Features

UU Penyesuaian Pidana, Mengapa Kita Harus Memahaminya?

Muhammad Rizqi HengkiMuhammad Rizqi Hengki23 January 2026 • 21:06 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Upaya pembaruan hukum pidana nasional telah diwujudkan dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

KUHP dibentuk untuk menggantikan Wetboek van Strafrecht sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang telah beberapa kali diubah.

Perkembangan masyarakat dewasa ini, menuntut penyempurnaan sistem hukum pidana yang konsisten, adaptif, dan responsif terhadap perubahan sosial.

Diperlukan penyesuaian terhadap norma hukum pidana yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian dan ketidakadilan baik antara Undang-Undang di luar KUHP dan Peraturan Daerah dengan KUHP maupun di dalam KUHP itu sendiri.

KUHP mengamanatkan penyesuaian terhadap seluruh Undang-Undang di luar KUHP dan Peraturan Daerah agar selaras dengan sistem kategori pidana denda.

Sistem ini bertujuan agar dalam merumuskan tindak pidana tidak perlu lagi mencantumkan besaran denda, melainkan cukup merujuk pada kategori denda yang telah ditetapkan.

Penerapan sistem ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pidana denda merupakan jenis sanksi yang nilainya relatif mudah terpengaruh oleh perubahan nilai uang akibat dinamika perekonomian.

Contohnya dalam KUHP, pidana kurungan telah dihapus dari pidana pokok. Sehingga, seluruh ketentuan pidana dalam Undang-Undang di luar KUHP dan Peraturan Daerah yang mengatur pidana kurungan harus disesuaikan.

Apa yang Dibahas UU Penyesuaian Pidana?

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyesuaian Pidana yang merupakan RUU usulan Pemerintah, resmi disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada Sidang Paripurna 8 Desember 2025.

Kemudian pada hari Jum’at, 2 Januari 2026 secara resmi disahkan, diundangkan, dan berlaku sebagai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (UU Penyesuaian Pidana) sebagaimana ditegaskan dalam Pasal IX. UU Penyesuaian Pidana ini terdiri dari 4 Bab, 9 Pasal, dan 3 lampiran.

Pasal 613 KUHP memandatkan agar setiap Undang-Undang dan Peraturan Daerah yang memuat ketentuan pidana harus menyesuaikan dengan ketentuan Buku Kesatu dan mengenai penyesuaian ketentuan pidana dimaksud diatur dengan Undang-Undang.

Pasal ini bersifat transisi dan berfungsi memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang terkena dampak perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal ini juga memberikan tempat secara formil bagi sistem legislasi pidana di Indonesia untuk melakukan sinkronisasi dan penyesuaian pada setiap Undang-Undang dan Peraturan Daerah yang telah memuat ketentuan pidana.

Hal ini disesuaikan dengan ketentuan umum hukum pidana yang termuat dalam Buku I KUHP ke dalam satu Undang-Undang. Namun, penyesuaian ketentuan pidana tidak termasuk bagi ancaman pidana denda yang diatur dalam Undang-Undang pidana administratif.

Baca Juga  Petani, Pisang dan Monyet

Penyempurnaan dan penyesuaian dimaksud terdiri dari 3 (tiga) kategori substansi, yakni: Pertama: pasal yang masih dirumuskan dengan pola minimum khusus dan kumulatif meskipun bukan bagian dari tindak pidana khusus; Kedua: substansi yang perlu diperjelas; dan Ketiga: kesalahan format penulisan.

Penyesuaian tersebut dimaksudkan guna menghindari disparitas penegakan hukum, duplikasi pengaturan, serta dampak negatif terhadap kepastian hukum dan rasa keadilan di masyarakat. Hal ini memastikan adanya keselarasan dan konsistensi perumusan sanksi.

3 Garis Besar Pengaturan

Pertama, Bab I tentang Penyesuaian Pidana dalam Undang-Undang di luar KUHP yang mengatur mengenai 3 (tiga) hal.

Memberikan pedoman dalam hal Undang-Undang di luar KUHP memuat ancaman pidana minimum khusus, ancaman pidana tunggal dan kumulatif, serta ancaman pidana penjara di atas 15 (lima belas) tahun.

Mengatur penghapusan pidana kurungan, penyesuaian pidana kategori denda, penataan ulang pidana penjara, dan penyelarasan pidana tambahan sesuai Buku I KUHP. Selain itu, banyak UU di luar KUHP yang harus disesuaikan dengan KUHP.

Pembentuk KUHP merancang UU di luar KUHP boleh dibentuk, tetapi terkait aturan pemidanaan dan penentuan jenis pidana harus disesuaikan dengan KUHP, sehingga menciptakan standar pemidanaan nasional yang konsisten dan proporsional.

Kedua, Bab II tentang Penyesuaian Pidana dalam Peraturan Daerah mengatur mengenai 3 (tiga) hal.

  • Penyesuaian ketentuan pidana dalam Peraturan Daerah yang memuat ancaman pidana tunggal dan kumulatif.
  • Perubahan ketentuan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
  • Perubahan ketentuan Pasal 238 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Bab II mengatur pula pembatasan pidana denda paling tinggi kategori III serta penghapusan ketentuan pidana kurungan dalam Perda. Pidana kurungan dalam Perda diubah menjadi pidana denda.

KUHP tidak mengenal pidana kurungan. Untuk menghindari pidana penjara dalam waktu singkat, hakim sedapat mungkin tidak menjatuhkan pidana penjara dan wajib memberikan pidana ringan. Urutan pidana pokok paling berat dimulai dari pidana penjara, disusul pidana tutupan, pengawasan, denda, dan yang paling ringan adalah kerja sosial.

Ketiga, Bab III tentang Perubahan dalam UU KUHP mengatur mengenai 52 (lima puluh dua) Pasal dalam KUHP yang diubah.

Perubahan meliputi perbaikan kesalahan teknis format penulisan (typo dan kekeliruan teknis penulisan), ketentuan pidana minimum khusus dan kumulatif selain tindak pidana khusus, dan perbaikan substansi.

Baca Juga  Wajah Baru Penerapan Hukuman Mati dalam KUHP 2023  

Misalnya Pasal 521 ayat (1) UU KUHP ada typo dalam penulisan kata “gedung” yang semestinya ditulis dengan kata “sebagian”.

Tidak mungkin kata di dalam ayat tersebut dapat direvisi tanpa proses karena telah masuk ke dalam lembaran negara. Ada juga kata yang salah, kemudian salah merujuk pasal.

Hal ini mencakup juga penyempurnaan terhadap seluruh ketentuan dalam KUHP berupa perbaikan redaksional, batasan norma, harmonisasi ancaman pidana agar konsisten dengan prinsip pemidanaan modern.

Berbagai pasal tersebut diperbaiki dan dilihat kembali dalam suasana kebatinan ketika UU KUHP dibuat. Seperti perdebatan dalam Pasal 100 KUHP tentang pidana mati, yang tidak dihapus keberlakuannya sebagai salah satu sanksi pidana dan dijadikan sebagai pidana khusus.

Mengapa Kita Harus Memahaminya?

Pemahaman terhadap UU Penyesuaian Pidana merupakan kebutuhan konseptual dan praktis yang tidak dapat diabaikan, khususnya bagi akademisi dan aparat penegak hukum.

Secara teoretis, UU Penyesuaian Pidana harus dipahami sebagai instrumen korektif terhadap pendekatan pemidanaan klasik yang bersifat retributif dan kaku.

UU Penyesuaian pidana menandai pergeseran dari logika pembalasan menuju logika proporsionalitas, individualisasi pidana, dan keadilan korektif.

Dari perspektif dogmatik hukum, UU Penyesuaian Pidana berfungsi sebagai jembatan antara norma pidana lama dan rezim hukum pidana modern.

Penyesuaian terhadap jenis, ukuran, dan pola pemidanaan menuntut penafsiran sistematis dan teleologis, bukan sekadar gramatikal.

Tanpa pemahaman yang komprehensif, akan muncul disharmoni dalam penerapan hukum, khususnya oleh aparat penegak hukum yang pada akhirnya mengancam asas kepastian hukum dan kesetaraan di hadapan hukum.

UU Penyesuaian Pidana tidak boleh dipahami semata sebagai alat negara untuk mengoptimalkan efektivitas penghukuman, tetapi juga sebagai mekanisme pembatasan kekuasaan negara dalam menjatuhkan pidana.

Dalam hal ini, pemahaman yang kritis menjadi penting untuk memastikan bahwa UU Penyesuaian Pidana tidak melahirkan bentuk dari overcriminalization atau disproportionate punishment yang bertentangan dengan prinsip due process of law.

Referensi

Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum Republik Indonesia. (2025). Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Penyesuaian Pidana.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana

https://www.hukumonline.com/berita/a/disetujui-paripurna-jadi-uu-penyesuaian-pidana–atur-3-substansi-utama-lt69369e27e4517/?page=all

https://www.hukumonline.com/berita/a/ini-3-garis-besar-ruu-penyesuaian-pidana-lt68d73454c0703/?page=all

https://bijakmemantau.id/kebijakan/uu-penyesuaian-pidana#poin-penting

Muhammad Rizqi Hengki
Muhammad Rizqi Hengki
Analis Perkara Peradilan Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Riau
Muhammad Rizqi Hengki
Kontributor
Muhammad Rizqi Hengki
Analis Perkara Peradilan Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Riau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel pidana
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Independensi dan Transparansi Peradilan Militer dalam Bingkai Negara Hukum

18 March 2026 • 19:30 WIB

Bukti Elektronik di Peradilan Agama : Antara Keniscayaan Digital, Tantangan dan Solusi Implementasinya

18 March 2026 • 12:30 WIB

Gaya Kepemimpinan Sebagai Sumber Konflik, Bagaimana Jadi Pemimpin Yang Baik?

18 March 2026 • 09:00 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Independensi dan Transparansi Peradilan Militer dalam Bingkai Negara Hukum

By Ahmad Junaedi18 March 2026 • 19:30 WIB0

Abstrak Peradilan Militer merupakan salah satu lingkungan peradilan yang diakui dalam sistem kekuasaan kehakiman Indonesia…

Bukti Elektronik di Peradilan Agama : Antara Keniscayaan Digital, Tantangan dan Solusi Implementasinya

18 March 2026 • 12:30 WIB

Gaya Kepemimpinan Sebagai Sumber Konflik, Bagaimana Jadi Pemimpin Yang Baik?

18 March 2026 • 09:00 WIB

Pengajuan Permohonan Izin Pinjam Pakai Sebelum Perkara Pidana Diperiksa

17 March 2026 • 20:00 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Independensi dan Transparansi Peradilan Militer dalam Bingkai Negara Hukum
  • Bukti Elektronik di Peradilan Agama : Antara Keniscayaan Digital, Tantangan dan Solusi Implementasinya
  • Gaya Kepemimpinan Sebagai Sumber Konflik, Bagaimana Jadi Pemimpin Yang Baik?
  • Pengajuan Permohonan Izin Pinjam Pakai Sebelum Perkara Pidana Diperiksa
  • Integrasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam Ekosistem Peradilan Islam dan Modern: Akselerasi Integritas dan Mitigasi Risiko Gratifikasi

Recent Comments

  1. ursodiol cost on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. atorvastatin calcium on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. dapoxetine 30mg on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. cefixime trihydrate on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  5. lisinopril 5 mg on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.