Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Antinomi dalam KUHAP dan Beberapa Pesan Penting Wamenkum dalam Webinar KUHAP 2025

1 February 2026 • 17:20 WIB

Diskursus Putusan Bebas, Putusan Lepas, dan Upaya Hukumnya Menurut KUHAP Baru

1 February 2026 • 13:20 WIB

Dari Insentif ke Kebijaksanaan: Agenda Peradilan Pasca Kenaikan Gaji Hakim

1 February 2026 • 12:34 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Mahan Agung, Kota Baru, dan Simpul Sejarah Peradilan Lampung
Berita Features

Mahan Agung, Kota Baru, dan Simpul Sejarah Peradilan Lampung

Syamsul AriefSyamsul Arief30 January 2026 • 00:10 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Rabu malam, (28/1), Mahan Agung, rumah Jabatan Gubernur Lampung itu bercahaya lebih hangat dari biasanya. Bangunan yang oleh masyarakat Lampung dimaknai sebagai Rumah Agung itu bukan sekadar rumah dinas, melainkan ruang simbolik tempat kehormatan, adat, dan arah masa depan kerap dipertemukan.

Di sanalah saya kembali bertemu Rahmat Mirza Djausal, S.T., M.M., Gubernur Lampung ke-11 usia tergolong muda, namun gesturnya kian matang.

Ia menyambut dengan pelukan hangat dan senyum lebar. “Uncu apa kabar? Pride Lampung,” sapanya, kalimat pendek yang kerap diucapkannya setiap kali bertemu saya dan bagi saya ucapannya terdengar seperti doa.

Di Lampung, Mirza akrab disapa Kiyay atau Iyay, sebuah panggilan adab dalam tradisi Lampung Pepadun yang berarti kakak tertua. Bukan sekadar penanda urutan kelahiran dalam keluarga, tetapi ungkapan hormat dan kasih sayang dari lingkungan sosialnya.

Gubernur kelahiran Kotabumi, 1980, ini adalah figur politik dengan mandat elektoral sangat kuat. Pada Pemilihan Gubernur terakhir, ia meraih sekitar 3,3 juta suara atau 82,7 persen dari total suara sah, salah satu kemenangan paling dominan dalam sejarah Pilgub Lampung.

Namun malam itu, yang paling terasa bukan aura kekuasaan, melainkan ketenangan personal. Mirza bercerita baru saja kembali dari masjid setelah menuntaskan i’tikaf bersama Jamaah Tabligh. Seiring bertambahnya usia, ia memang tampak semakin religius. Pernah ia berkata pada saya, waktu menyediakan kesempatan gratis bagi siapa pun untuk berubah menjadi lebih baik. Sejak menjalani hidup dalam pencarian makna Ilahi, sikapnya terasa lebih teduh dan tulus.

Dari masjid, Mirza langsung menuju Mahan Agung bersama sang istri, Purnama Wulan Sari, S.E., M.M., akrab disapa Batin Wulan, untuk menyambut tamu negara: Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia beserta jajaran pimpinan lembaga peradilan.

Kunjungan ini merupakan balasan resmi atas kunjungan Mirza ke Gedung Mahkamah Agung RI di Jakarta pada September 2025, ketika ia menyerahkan surat hibah lahan seluas 15 hektare untuk Mahkamah Agung.

Lahan hibah itu diperuntukkan bagi dua kepentingan strategis: pembangunan Gedung Terpadu Empat Lingkungan Peradilan di Lampung serta pembangunan Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung. Sebuah komitmen nyata pemerintah daerah terhadap penguatan akses keadilan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia peradilan.

Baca Juga  Tajuk Redaksi : KUHP dan KUHAP Baru: Menjaga Arah Pembaruan

Saya sempat berujar padanya malam itu, bahwa pertemuan ini layak dicatat sejarah. Untuk pertama kalinya, Ketua Mahkamah Agung RI disambut secara resmi di Mahan Agung Lampung. “Yay Momen foto bersama nanti harus dibingkai dalam figura dan dipajang di dinding rumah jabatan ini, sebagai prasasti silaturahmi” ungkap saya dan Mirza mengangguk setuju.

Tak lama kemudian, rombongan Mahkamah Agung tiba. Hadir Ketua MA RI Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua MA Bidang Yudisial YM Suharto, S.H., M.H., Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial YM Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H., para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Hakim Agung, Sekretaris MA, Dirjen Badilag, Kepala BSDK MA, serta Ketua Pengadilan Tinggi Lampung.
Suasana malam kian cair saat hidangan khas Lampung disajikan. Pindang daging, udang goreng, dan gurame saus Padang menemani percakapan hangat lintas lembaga.

Di sela jamuan, Mirza menyampaikan kebanggaannya dapat menerima Ketua MA dan rombongan di kediaman dinas gubernur. Ia menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung terwujudnya peradilan yang agung dan modern. Mirza menjelaskan bahwa wilayah Kota Baru, yang secara administratif ditargetkan resmi masuk Kota Bandar Lampung paling lambat tahun 2027, akan dikembangkan sebagai kawasan pemerintahan dan pusat pendidikan.

“Kota Baru Lampung akan menjadi episentrum baru Lampung. Saya ingin Mahkamah Agung segera membangun Badan Diklatnya di sana,” ujarnya. Dari total lahan 15 hektare hibah, sekitar 10 hektare disiapkan khusus untuk BSDK MA. Kawasan itu akan berdampingan dengan berbagai institusi pendidikan strategis seperti Institut Teknologi Sumatera (ITERA), UIN Raden Intan Lampung, Politeknik Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Lampung, dan sejumlah kampus lain.

Menurut Mirza, arah pembangunan tersebut sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, khususnya agenda pembangunan manusia dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Lampung, sebagai gerbang Sumatera, diproyeksikan menjadi simpul pendidikan dan pelayanan publik yang berdaya saing nasional.

Baca Juga  Gagasan Mengenai Kedudukan Hakim Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. Sunarto menyambut komitmen itu dengan apresiasi. Ia menyampaikan terima kasih atas keramahan Gubernur Lampung dan dukungan konkret pemerintah daerah.

Sunarto menegaskan, setelah proses administrasi dan sertifikasi hibah rampung, Mahkamah Agung akan segera merealisasikan pembangunan. Di lahan 5 hektare atau idealnya di lahan 10 hektare kedepan, Lampung direncanakan memiliki Gedung Pengadilan Terpadu, seperti yang telah dibangun di Manado dan Banjarmasin. Dalam satu kawasan akan berdiri Pengadilan Tinggi Umum, Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, serta Pengadilan Militer.

“Konsep ini dirancang untuk efisiensi, integrasi layanan, dan kemudahan akses bagi masyarakat pencari keadilan,” ucap Ketua MA, pemilik teladan kesederhanaan dan sikap integritas itu.

Mengunjungi Lahan Hibah

Kamis, (29/1) usai melepas Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung memasuki purnabakti, Ketua MA dan rombongan meninjau langsung lokasi lahan hibah di Kota Baru.

Perjalanan sekitar 30 menit dari Tanjungkarang membawa rombongan ke hamparan lahan datar seluas lima hektare yang saat ini ditanami palawija oleh petani setempat dengan izin Pemprov Lampung.

Lokasinya strategis, persis di tepi Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, jalur utama logistik dan mobilitas Sumatera.

Di hadapan pimpinan Mahkamah Agung, Kepala Bidang Pengelolaan BPAD Provinsi Lampung, Saprul Al Hadi, S.Tp., M.M., menjelaskan bahwa kawasan tersebut adalah salah satu titik terbaik untuk pengembangan pusat pemerintahan dan pendidikan.
“Kedepan, wilayah ini akan tumbuh menjadi kawasan kosmopolit baru, tertata, dan ramah secara ekologis,” ujarnya optimistis.

Dari Mahan Agung hingga Kota Baru, dari jamuan makan malam hingga peninjauan lahan, rangkaian peristiwa ini menandai satu simpul penting: pertemuan antara visi daerah dan agenda nasional. Lampung bukan hanya menjadi gerbang Sumatera secara geografis, tetapi perlahan menyiapkan diri sebagai gerbang keadilan dan pendidikan hukum bagi hakim dan aparatur peradilan yang cerdas berintegritas di masa depan.

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

BSDK MA Gubernur Lampung Kota Baru Lampung mahkamah agung Peradilan Terpadu
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Antinomi dalam KUHAP dan Beberapa Pesan Penting Wamenkum dalam Webinar KUHAP 2025

1 February 2026 • 17:20 WIB

Diskursus Putusan Bebas, Putusan Lepas, dan Upaya Hukumnya Menurut KUHAP Baru

1 February 2026 • 13:20 WIB

Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan

31 January 2026 • 22:30 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Antinomi dalam KUHAP dan Beberapa Pesan Penting Wamenkum dalam Webinar KUHAP 2025

1 February 2026 • 17:20 WIB

Diskursus Putusan Bebas, Putusan Lepas, dan Upaya Hukumnya Menurut KUHAP Baru

1 February 2026 • 13:20 WIB

Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan

31 January 2026 • 22:30 WIB

Judicial Pardon di Pengadilan Negeri Garut: Wajah Baru Keadilan Humanis dalam Penegakan Hukum Pidana

31 January 2026 • 12:34 WIB
Don't Miss

Antinomi dalam KUHAP dan Beberapa Pesan Penting Wamenkum dalam Webinar KUHAP 2025

By Syihabuddin1 February 2026 • 17:20 WIB0

Pengantar Saat ini Wakil Menteri Hukum, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., adalah sosok yang…

Diskursus Putusan Bebas, Putusan Lepas, dan Upaya Hukumnya Menurut KUHAP Baru

1 February 2026 • 13:20 WIB

Dari Insentif ke Kebijaksanaan: Agenda Peradilan Pasca Kenaikan Gaji Hakim

1 February 2026 • 12:34 WIB

Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan

31 January 2026 • 22:30 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Antinomi dalam KUHAP dan Beberapa Pesan Penting Wamenkum dalam Webinar KUHAP 2025
  • Diskursus Putusan Bebas, Putusan Lepas, dan Upaya Hukumnya Menurut KUHAP Baru
  • Dari Insentif ke Kebijaksanaan: Agenda Peradilan Pasca Kenaikan Gaji Hakim
  • Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan
  • Judicial Pardon di Pengadilan Negeri Garut: Wajah Baru Keadilan Humanis dalam Penegakan Hukum Pidana

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com :  redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Arraeya Arrineki Athallah
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Letkol Chk Ata Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Bustanul Arifin
  • Avatar photo Christopher Surya Salim
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dedy Wijaya Susanto
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Guse Prayudi
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo I Gede Adi Muliawan
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Mukhamad Athfal Rofi Udin
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo rahmanto Attahyat
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Raja Bonar Wansi Siregar
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.