Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dari Jenderal ke Ketua Mahkamah Agung: Jejak Mudjono dan Revolusi Senyap ‘Operasi Kikis’ dalam Sejarah Peradilan Indonesia

2 April 2026 • 19:07 WIB

Pendididikan Filsafat dan Keadilan seri-3 kembali digelar: “Keadilan Butuh Hakim yang Berpikir”

2 April 2026 • 16:52 WIB

IKAHI Sampaikan Pandangan Strategis Terkait RUU HPI dalam RDPU bersama Pansus DPR RI

2 April 2026 • 16:05 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Pendididikan Filsafat dan Keadilan seri-3 kembali digelar: “Keadilan Butuh Hakim yang Berpikir”
Berita

Pendididikan Filsafat dan Keadilan seri-3 kembali digelar: “Keadilan Butuh Hakim yang Berpikir”

Irvan MawardiIrvan Mawardi2 April 2026 • 16:52 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Di tengah wajah penegakan hukum Indonesia yang kerap tampak “centang perenang”—dipenuhi perdebatan publik, tarik-menarik kepentingan, hingga kritik terhadap kualitas putusan—peran hakim kembali menjadi sorotan utama. Di titik inilah, hakim tidak hanya hadir sebagai penafsir norma, tetapi juga sebagai penjaga nurani keadilan di tengah kegaduhan sistem hukum itu sendiri.

Mahkamah Agung melalui Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) tampak tidak tinggal diam. Upaya penguatan kapasitas hakim tidak lagi semata teknis-prosedural, melainkan menyentuh akar terdalam: cara berpikir. Salah satu bentuk konkret dari ikhtiar tersebut adalah penyelenggaraan Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim seluruh lingkungan peradilan di Indonesia (Umum, Agama, Militer, dan TUN) Gelombang I Tahun 2026, yang akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 6–10 April 2026.

Program ini bukan hal yang lahir tiba-tiba. Pada tahun 2025, pelatihan serupa telah digelar sebanyak dua kali dan berhasil menarik antusiasme ratusan hakim dari seluruh Indonesia. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan lainnya yang diinisiasi dan digelar BSDK MA yang diawali dengan penentuan peserta tertentu, Pendidikan Filsafat ini dibuka dan terbuka bagi semua hakim yang berminat dan hasilnya; sebanyak 231 Hakim lintas peradilan  yang fix menjadi peserta dalam Pendidikan Filsafat seri ke-3 ini.  Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan fondasi berpikir yang lebih dalam dan reflektif di kalangan hakim bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan.

Harus diakui, filsafat merupakan fondasi awal bagi manusia untuk berpikir dan bertindak. Ia bukan sekadar cabang ilmu, melainkan cara melihat dunia. Hakim yang memiliki basis filsafat yang kuat akan tampil lebih matang, terukur, dan otoritatif dalam memahami berbagai cabang ilmu hukum yang kompleks. Filsafat memberi kedalaman—sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh hafalan norma semata.

Baca Juga  Ketua MA Lantik 18 KPT; Menegaskan Posisi PT sebagai Voor Post Mahkamah Agung

Bagi seorang hakim, “mahkota” sejatinya bukanlah jabatan, gelar, atau atribut simbolik lainnya. Mahkota itu bernama putusan. Dari sanalah publik menilai: apakah seorang hakim benar-benar menghadirkan keadilan, atau sekadar menyelesaikan perkara secara formalitas.

Putusan yang berwibawa bukan hanya yang rapi secara redaksional, tetapi yang kaya secara substansi. Ia memuat nilai-nilai keadilan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, peka terhadap dinamika demokrasi, serta mampu membaca dimensi historis dan sosiologis dari setiap perkara. Putusan semacam inilah yang tidak hanya mengakhiri sengketa, tetapi juga memulihkan rasa keadilan.

Namun, kemampuan menyusun pertimbangan hukum yang demikian tidak lahir secara instan. Ia membutuhkan basis pengetahuan yang kuat, kerangka berpikir yang visioner, serta keberanian untuk bersikap kritis dan terbuka. Semua itu hanya dapat tumbuh dalam tradisi berpikir filosofis yang terlatih.

Di titik inilah pendidikan filsafat menemukan relevansinya. Pelatihan ini tidak berhenti pada diskursus filsafat hukum dalam arti sempit, melainkan masuk hingga pada ranah epistemologi—bagaimana hakim memahami kebenaran—dan aksiologi—bagaimana nilai-nilai keadilan dioperasionalkan dalam putusan.

Materi yang disusun pun mencerminkan pendekatan yang multidisipliner. Selain membahas dialektika antara kepastian hukum dan moralitas, peserta juga diajak menelaah logika dan logical fallacy, memahami hukum pers dan kebenaran jurnalistik, membaca sejarah dan peradaban, hingga mendalami isu demokrasi dan hak asasi manusia .

Dengan demikian, hakim tidak hanya dibekali kemampuan “membaca hukum”, tetapi juga “membaca realitas”. Sebab hukum tidak pernah berdiri di ruang hampa—ia selalu berkelindan dengan dinamika sosial, politik, dan budaya.

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu yang otoritatif dan kredibel. Mulai dari akademisi filsafat hukum seperti Prof. Shidarta, pemikir kritis seperti Rocky Gerung, sejarawan Anhar Gonggong, tokoh agama Prof. Nazaruddin Umar, Aktivis HAM, Haris Azhar hingga akademisi, aktivis, dan praktisi dari berbagai bidang lainnya.

Baca Juga  Momentum Ramadlan: Perangi Diri, Perangi Korupsi!

Keberagaman narasumber ini menunjukkan satu hal penting: keadilan tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang tunggal. Ia harus dipahami secara lintas perspektif, lintas disiplin, dan lintas pengalaman.

Ditemui di sela-sela persiapan dimulainya Pendidikan Filsafat seri-3 ini, Kepala Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum (BSDK) Mahkakamh Agung RI, Dr. Syamsul Arif menyampaikan catatannya bahwa, di tengah kompleksitas persoalan hukum Indonesia, kegiatan Pendidikan Filsafat oleh BSDK Mahkamah Agung ini patut dibaca sebagai upaya serius MA untuk memperkuat fondasi intelektual dan moral para hakim.“Jalan ini bukan sekadar meningkatkan kapasitas para Hakim, tetapi membentuk cara berpikir yang lebih dalam, jernih, dan berintegritas karena keadilan itu butuh hakim yang berpikir” tegasnya. Menurutnya jika hakim berhenti berpikir secara filosofis, maka hukum hanya akan menjadi prosedur tanpa Nurani. “Melalui pendidikan ini, kita ingin memastikan setiap putusan lahir dari kedalaman akal, kejernihan moral, dan keberanian menghadirkan keadilan yang hidup.” pungkasnya.

Pada akhirnya, kualitas peradilan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik, tetapi oleh manusia yang menjalankannya. Dan manusia yang mampu menghadirkan keadilan adalah mereka yang tidak berhenti berpikir—terutama berpikir secara filosofis.

Pelatihan ini, dengan demikian, bukan sekadar ruang belajar. Ia adalah ruang pembentukan—tempat hakim ditempa untuk kembali pada esensi profesinya: mencari, memahami, dan menghadirkan keadilan.

Dan mungkin, di tengah riuhnya hukum hari ini, justru keheningan berpikir itulah yang paling kita butuhkan.

Irvan Mawardi
Kontributor
Irvan Mawardi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

BSDK Mahkamah Agung Integritas Hakim Keadilan Filosofis Pelatihan Hakim Pendidikan Filsafat Hakim
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

IKAHI Sampaikan Pandangan Strategis Terkait RUU HPI dalam RDPU bersama Pansus DPR RI

2 April 2026 • 16:05 WIB

Komitmen Pengadilan Militer I-04 Palembang Dalam Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

2 April 2026 • 09:58 WIB

Kepala BSDK “BSDK Hakikatnya bukan lagi menuju WBK melainkan sudah WBK. Hanya perlu divalidasi dan diakui”

1 April 2026 • 18:30 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Dari Jenderal ke Ketua Mahkamah Agung: Jejak Mudjono dan Revolusi Senyap ‘Operasi Kikis’ dalam Sejarah Peradilan Indonesia

By Ahmad Junaedi2 April 2026 • 19:07 WIB0

Dalam sejarah peradilan Indonesia, figur pemimpin sering kali menentukan arah dan kualitas kelembagaan yang dipimpinnya.…

Pendididikan Filsafat dan Keadilan seri-3 kembali digelar: “Keadilan Butuh Hakim yang Berpikir”

2 April 2026 • 16:52 WIB

IKAHI Sampaikan Pandangan Strategis Terkait RUU HPI dalam RDPU bersama Pansus DPR RI

2 April 2026 • 16:05 WIB

Carut Marut Pengaturan Penyadapan (Interception of Communication) dalam Penegakan Hukum Pidana di Indonesia

2 April 2026 • 12:08 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dari Jenderal ke Ketua Mahkamah Agung: Jejak Mudjono dan Revolusi Senyap ‘Operasi Kikis’ dalam Sejarah Peradilan Indonesia
  • Pendididikan Filsafat dan Keadilan seri-3 kembali digelar: “Keadilan Butuh Hakim yang Berpikir”
  • IKAHI Sampaikan Pandangan Strategis Terkait RUU HPI dalam RDPU bersama Pansus DPR RI
  • Carut Marut Pengaturan Penyadapan (Interception of Communication) dalam Penegakan Hukum Pidana di Indonesia
  • The Trial

Recent Comments

  1. Mengenal Kekhususan Pengadilan Pajak - Dudi Wahyudi on Sui Generis Kekhususan Pengadilan Pajak dan Hakim Ad Hoc Pajak dalam Kekuasaan Kehakiman Indonesia
  2. allopurinol 300 mg tablet price on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  3. antibiotics on “Dari Ruang Diklat Menuju Putusan Berkualitas: Transformasi Hakim Militer dan TUN di Era KUHAP Nasional”
  4. antibiotics online purchase on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  5. dutasteride for hair loss on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.