Pagi tadi, Kamis (29/1), berpendar bening. Sisa gerimis semalam masih menggantung di udara, seperti doa yang belum sepenuhnya jatuh ke bumi. Di ruang sidang utama Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, langkah seorang lelaki melambat bukan karena lelah, melainkan karena hormat pada waktu.
Drs. Sahruddin, S.H., M.H.I., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, berjalan diapit para Hakim Tinggi, mengenakan toga hijau kebanggaan warna pengabdian yang telah ia rawat selama tiga puluh tujuh tahun sebagai aparatur peradilan dan hakim.
Ia tahu sejak mula, setiap pelayaran memiliki dermaga, setiap kapal akan tiba pada saatnya untuk menambat. Inilah hari ketika ia melepaskan profesi dengan kepala tegak dan dada lapang. Seorang nahkoda yang telah menyusuri lautan keadilan. Dari Ciamis ke Liwa, dari Ambon ke Aceh, dari Medan ke Jawa, lalu kembali ke Lampung.
Menaklukkan ombak, badai, dan sunyi. Kapal tua itu kokoh, berparut pengalaman, dan kini berlabuh di pelabuhan terakhirnya: purnabakti. Isak haru mengiringi, sebab yang pergi bukan sekadar seorang pimpinan, melainkan penjaga kompas nurani.
Upacara pelepasan dipimpin oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. Bukan seremoni kosong, melainkan penghormatan pada martabat hakim pada profesi sunyi yang menuntut lebih dari sekadar kecerdasan: keteguhan mental, keberanian moral, dan kematangan spiritual.
Kalung jabatan dilepas dari pundak Sahruddin. Ia menunduk takzim. Lalu selembar kain tapis Lampung dikalungkan di lehernya—tenunan halus tangan perempuan Lampung, simbol tertinggi bagi pejuang keadilan yang setia hingga akhir.
Di sisinya, sang istri, Dra. Hj. Zainah Umar, M.Pd.I., berdiri bangga menerima bunga penghormatan dari Ketua Dharmayukti Karini Pusat, Bunda Sri Anggarwati Sunarto, sebagai tanda penghormatan terhadap perempuan yang setia dan sabar menemani suami sampai dermaga akhir.
Ruang sidang penuh sesak oleh tamu dan undangan. Di antaranya hadir Wakil Ketua MA Bidang Yudisial YM Suharto, S.H., M.H.; Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial YM Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.H.; Ketua Kamar Pidana YM Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H.; Ketua Kamar Agama MA, YM Dr. Yasardin, SH.MH.,; Ketua Kamar Pengawasan Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H.; Hakim Agung sekaligus Plt. Panitera Dr. Heru Pramono, S.H., M.H.; Sekretaris MA Sugiyanto, S.H., M.H.; Dirjen Badilag MA Dr. Muchlis, S.H., M.H.; Kepala BSDK MA Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H.; serta Ketua Pengadilan Tinggi Lampung Rocky Panjaitan, S.H., beserta Forkopimda.
Mereka berkumpul dalam prosesi tersebut sebagai saksi bahwa garis finis itu ditempuh dengan husnul khatimah.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., menarik hikmah dari ucapan seorang ulama besar, Imam Abu Hanifah, dalam sejarah Islam. Ia mengingatkan bahwa menjadi hakim ibarat berenang di samudra: ada yang tenggelam sebelum jauh, ada yang binasa karena tak siap. Hanya mereka yang tak berhenti berjuang yang mencapai pantai impian.
Selama tiga puluh tujuh tahun, Sahruddin berenang melawan arus berpindah kota, menyeberang pulau, menanggung jarak dari keluarga, menghadapi tekanan dan hujatan, serta bergulat dengan nurani dalam setiap putusan. Ia menukar waktu istirahat dengan keadilan, momen keluarga dengan tanggung jawab.
Namun keikhlasan, kata Sunarto, adalah mesin yang mengubah lelah menjadi ibadah. Kepahitan menjadi memori manis, ujian melahirkan kebijaksanaan. Tidak ada pengabdian yang sia-sia bila diniatkan karena Allah.
Maka hari itu, dengan syukur dan bangga, seorang nahkoda dilepas bukan ke sunyi, melainkan ke damai. Jangkar diturunkan, layar dilipat, dan samudra pun diam sejenak, memberi hormat pada lelaki yang telah menuntaskan pelayaran dengan integritas yang tak retak.
“Terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian panjang yang telah Saudara berikan. Selamat memasuki purnabakti dengan penuh sukacita dan selamat bergabung menjadi anggota PERPAHI (Persatuan Purnabakti Hakim Indonesia). Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada Saudara sekeluarga,”
pungkas Sunarto, Ketua MA yang kaya pengalaman dan dikenal kokoh pendiriannya dalam menegakkan integritas.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

