Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Datangkan Wakil Ketua KPK RI, PTA Bandung Adakan Sosialisasi Penguatan Integritas

21 August 2026 • 21:20 WIB

Langkah Strategis Mahkamah Agung Menuju Finalisasi Naskah Urgensi PB 03 dan PB 04

21 August 2026 • 19:30 WIB

Menakar Parameter Objektif Komutasi Pidana Mati dalam KUHP Nasional

21 August 2026 • 16:50 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menuntut Langkah Konkret MA Pasca OTT KPK di Depok

Menuntut Langkah Konkret MA Pasca OTT KPK di Depok

0
By Iqbal Lazuardi on February 8, 2026 Artikel, Features
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menyeret hakim menjadi alarm keras bagi Mahkamah Agung (MA). Sebagaimana berita beberapa hari ini, ada OTT terhadap Ketua, Wakil Ketua dan Jurusita Pengadilan Negeri Depok. Terlepas dari bagaimana nanti proses hukumnya, peristiwa ini bukan sekadar soal pelanggaran individu, melainkan ujian atas komitmen lembaga peradilan dalam menjaga integritas. Publik tentu bertanya: sejauh mana keseriusan MA membersihkan internalnya, sekaligus memastikan bahwa kesejahteraan hakim benar-benar berada di tangan yang layak menerimanya?

Selama ini, isu kesejahteraan kerap dijadikan alasan untuk mencegah praktik korupsi di lingkungan peradilan. Gaji dan fasilitas hakim memang terus ditingkatkan agar mereka tidak mudah tergoda. Namun, kesejahteraan tanpa penegakan disiplin yang keras justru berpotensi melahirkan paradoks, negara  sudah memberi banyak, tetapi masih ada yang memilih mengkhianati amanah.

Karena itu, pasca OTT, MA perlu menunjukkan langkah konkret yang tidak hanya bersifat moral, tetapi juga struktural dan normatif.

Salah satu langkah penting adalah mendorong perubahan kebijakan pidana terhadap hakim yang terbukti menerima suap. Untuk membuktikan komitmen lembaga dalam mewujudkan pengadilan yang berintegritas, menurut Penulis MA dapat mengusulkan kepada DPR agar hukuman bagi hakim pelaku korupsi diperberat, dengan cara merevisi Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Caranya adalah dengan menaikkan minimum khusus penjatuhan pidana penjara dalam UU Tipikor yang secara spesifik diberlakukan bagi hakim. Pasal 12 huruf c UU Tipikor mengatur mengenai tindak pidana gratifikasi kepada hakim:

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah): c) hakim yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili.”

Demikian pula dengan pengaturan tindak pidana suap kepada hakim pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Tipikor:

“Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) setiap orang yang: a. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili; atau b. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan ditentukan menjadi advokat untuk menghadiri sidang pengadilan dengan maksud untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili. (2) Bagi hakim yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau advokat yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).”

Sudah saatnya menaikkan minimum khusus dari yang semula 4 (empat) tahun menjadi 7 (tujuh) tahun bagi hakim penerima gratifikasi dan dari semula 3 (tiga) tahun menjadi 8 (delapan) tahun bagi hakim penerima suap. Adapun suap lebih tinggi dari gratifikasi karena pada dasarnya penerima suap sudah mengetahui tujuan spesifik penerimaan hadiah adalah untuk pengurusan perkara dan pengaturan putusan, berbeda dengan gratifikasi yang masih berada di wilayah abu-abu atau merupakan suatu tanam budi. Pengaturan ini penting mengingat kesejahteraan hakim sudah mulai diperhatikan negara dengan baik. Hakim merupakan suatu jabatan khusus, yang seharusnya memberikan keadilan kepada orang yang membutuhkan, yang jika menggunakan kata-kata Presiden Prabowo sebagai benteng terakhir dalam suatu penegakan hukum.

Baca Juga  Pimpinan Pengadilan sebagai “Prompt Engineer”

Pengaturan khusus ini memiliki makna simbolik sekaligus praktis. Hakim bukan sekadar pejabat biasa, melainkan pemegang kekuasaan kehakiman yang memutus nasib orang dan arah keadilan. Ketika seorang hakim korup, kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar karena merusak kepercayaan publik terhadap seluruh sistem peradilan. Oleh karena itu, wajar jika standar pertanggungjawabannya juga lebih tinggi.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan pesan bahwa hanya hakim yang berintegritas yang berhak atas kesejahteraan. Kesejahteraan hakim bukan sekadar hak administratif, melainkan anugerah negara yang harus dijaga dengan tanggung jawab moral. Salah satu cara memastikan kesejahteraan itu berada di tangan yang tepat adalah dengan menerapkan prinsip zero tolerance dan no mercy terhadap para “pemain perkara”.

Dalam konteks ini, revisi UU Tipikor menjadi relevan, khususnya dengan mengatur penjatuhan pidana secara khusus bagi hakim. Bukan untuk mendiskriminasi, tetapi untuk menegaskan posisi strategis hakim sebagai penjaga terakhir keadilan.

Selain peningkatan pidana, ada beberapa rekomendasi lain yang dapat dipertimbangkan MA pasca OTT di Depok, yaitu:

Pertama, menerapkan pidana yang lebih tinggi bagi hakim melalui revisi undang-undang, termasuk penetapan minimum khusus yang tegas agar tidak ada ruang terlalu lebar untuk vonis ringan terhadap hakim korup.

Kedua, pencabutan hak untuk menjalankan profesi hukum selama lima tahun setelah selesai menjalani pidana. Larangan ini penting agar mantan hakim korup tidak langsung kembali masuk ke ekosistem hukum sebagai advokat, konsultan, atau aktor lain yang berpotensi memanfaatkan jejaring lamanya. Hukuman tidak hanya bersifat penjara, tetapi juga pemulihan etika profesi.

Ketiga, pembentukan tim khusus yang bersifat rahasia di lingkungan Mahkamah Agung untuk fungsi intelijen terhadap perilaku hakim. Tim ini tidak bekerja secara represif terbuka, melainkan melakukan pemantauan, analisis pola perkara, gaya hidup, dan potensi konflik kepentingan. Pengawasan internal yang cerdas lebih efektif dibanding hanya menunggu OTT dari luar.

Baca Juga  Dirjen Badilmiltun: Integrasi Pengadilan Pajak Memerlukan Kepemimpinan Peradilan yang Transformasional

Keempat, MA dapat mengadakan semacam “sayembara integritas” bagi hakim yang berani melaporkan praktik permainan perkara dengan bukti yang kuat. Pelapor perlu diberi perlindungan sekaligus insentif yang layak. Dengan demikian, budaya diam dan saling menutup bisa diganti dengan budaya keberanian dan loyalitas pada institusi, bukan pada jaringan informal.

Pada akhirnya, pemberantasan korupsi di tubuh peradilan tidak cukup dengan meningkatkan gaji atau mengutuk pelaku. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara kesejahteraan dan ketegasan. Hakim yang jujur harus merasa aman dan dihargai, sementara hakim yang menyimpang harus tahu bahwa harga pengkhianatan terhadap keadilan sangat mahal.

OTT seharusnya menjadi momentum bagi MA untuk tidak sekadar bereaksi, tetapi bertransformasi. Dengan langkah konkret, regulatif, dan berani, MA dapat membuktikan bahwa kesejahteraan finansial hakim memang ditujukan bagi mereka yang pantas, bukan bagi mereka yang memperjualbelikan putusan.

Iqbal Lazuardi
Kontributor
Iqbal Lazuardi
Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung
Yoshito Siburian
Kontributor
Yoshito Siburian
Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

gratifikasi Integritas Hakim keadilan korupsi peradilan mahkamah agung OTT KPK Penegakan Hukum pengawasan hakim Reformasi Peradilan suap hakim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Datangkan Wakil Ketua KPK RI, PTA Bandung Adakan Sosialisasi Penguatan Integritas

21 August 2026 • 21:20 WIB

Langkah Strategis Mahkamah Agung Menuju Finalisasi Naskah Urgensi PB 03 dan PB 04

21 August 2026 • 19:30 WIB

Menakar Parameter Objektif Komutasi Pidana Mati dalam KUHP Nasional

21 August 2026 • 16:50 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB
Don't Miss

Datangkan Wakil Ketua KPK RI, PTA Bandung Adakan Sosialisasi Penguatan Integritas

By Khoiruddin Hasibuan21 August 2026 • 21:20 WIB0

Bandung — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah lembaga peradilan,…

Langkah Strategis Mahkamah Agung Menuju Finalisasi Naskah Urgensi PB 03 dan PB 04

21 August 2026 • 19:30 WIB

Menakar Parameter Objektif Komutasi Pidana Mati dalam KUHP Nasional

21 August 2026 • 16:50 WIB

Semarak Keberagaman Budaya, PN Gresik Tutup Rangkaian HUT RI dan MA Ke-81 dengan Busana Adat Nusantara

21 August 2026 • 13:22 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Datangkan Wakil Ketua KPK RI, PTA Bandung Adakan Sosialisasi Penguatan Integritas
  • Langkah Strategis Mahkamah Agung Menuju Finalisasi Naskah Urgensi PB 03 dan PB 04
  • Menakar Parameter Objektif Komutasi Pidana Mati dalam KUHP Nasional
  • Semarak Keberagaman Budaya, PN Gresik Tutup Rangkaian HUT RI dan MA Ke-81 dengan Busana Adat Nusantara
  • UNODC, MA dan Kejagung Perkuat Kapasitas Penanganan Kejahatan Maritim melalui Mock Trial

Recent Comments

  1. Herry on Semarak Keberagaman Budaya, PN Gresik Tutup Rangkaian HUT RI dan MA Ke-81 dengan Busana Adat Nusantara
  2. Danny Berlian on Semarak Keberagaman Budaya, PN Gresik Tutup Rangkaian HUT RI dan MA Ke-81 dengan Busana Adat Nusantara
  3. sobat pengadilan on Judicial Training On Dispute Resolution In Japan
  4. kumalasari on Mengakhiri Mediasi yang Efektif, Peserta Pelatihan Mediasi Dilatih Penyusunan Kesepakatan Perdamaian
  5. kumalasari on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.