Author: Febry Indra Gunawan Sitorus

Avatar photo

Hakim PTUN Tanjung Pinang

Memahami suatu teks adalah pekerjaan yang –“gampang-gampang susah”. Kerumitan struktur bahasa, diksi, dan usaha untuk mencari makna sesungguhnya adalah hal-hal umum yang merupakan faktor penentu mudah tidaknya suatu teks dipahami. Memahami teks adalah jalan utama untuk memetik makna. Kesalahan memahami teks, dipastikan salah pula dalam memaknainya. Tradisi memahami teks adalah perjalanan panjang manusia dalam menggunakan simbol untuk berkomunikasi. Mulai dari penggunaan simbol-simbol sederhana pada masa kuno, hingga tulisan yang kompleks dengan segala aturannya dalam tata bahasa modern. Tradisi tulisan menjadi penanda lompatan besar perkembangan peradaban manusia. Sebab, tulisan mampu memberikan pesan yang tak lekang oleh zaman. Namun, tantangannya adalah memahami…

Read More

Setiap kali mendengar kata integritas, ada beragam respon yang muncul dalam memahami maupun menyikapinya. Berbagai definisi bisa disematkan. Berbagai tafsir bisa digunakan. Menukil pandangan Clive Staples Lewis, integritas itu dipahami sederhana saja. Integritas adalah melakukan hal-hal yang benar sekalipun tidak ada yang melihat. Persisnya disebut, “integrity is doing the right thing even when no one is watching”. Setidaknya pendapat Penulis Inggris ini sangat membantu dalam memahami bagaimana kita meletakkan integritas dalam cara hidup. Persoalan integritas bukan soal hukum, bukan pula soal kapasitas keilmuan. Ia adalah nilai. Nilai yang menuntun setiap orang dalam berkata, bersikap, dan bertindak. Kesatuan antara kata, sikap…

Read More

Hak Asasi Manusia (HAM) dan hak konstitusional warga negara merupakan dua konsepfundamental yang saling berkaitan erat dalam membentuk tatanan negara hukum modern.Keduanya tidak hanya menjadi instrumen normatif, melainkan juga berfungsi sebagai tolok ukurlegitimasi penyelenggaraan kekuasaan negara. Dalam kerangka negara hukum (rechtsstaat),ukuran keberhasilan suatu pemerintahan tidak hanya dilihat dari kemampuannya menegakkanhukum secara prosedural, tetapi juga dari sejauh mana hukum mampu menjamin keadilansubstantif bagi setiap warga negara.Salah satu persoalan mendasar adalah pendekatan penegakan hukum yang masih terlaluformalistik. Positivisme hukum yang menekankan kepastian prosedural seringkali mengabaikansubstansi keadilan. Akibatnya, hukum lebih dipandang sebagai sekumpulan aturan teknis yangkaku, bukan sebagai instrumen yang hidup untuk menegakkan…

Read More