Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ancaman Deepfake Dalam Persidangan, Alat Bukti Elektronik dan Perspektif Pembuktian di Lingkungan Peradilan Agama

October 24, 2026

Sewindu PA Soreang, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Bersama Pemkab Bandung

October 24, 2026

Problematika Pemberian Izin dan Persetujuan Pemblokiran Berdasarkan KUHAP 2025

October 23, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Integritas itu Kebutuhan Pokok!

Integritas itu Kebutuhan Pokok!

Febry Indra Gunawan SitorusBy Febry Indra Gunawan SitorusFebruary 12, 2026 · 10:25 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Setiap kali mendengar kata integritas, ada beragam respon yang muncul dalam memahami maupun menyikapinya. Berbagai definisi bisa disematkan. Berbagai tafsir bisa digunakan. Menukil pandangan Clive Staples Lewis, integritas itu dipahami sederhana saja. Integritas adalah melakukan hal-hal yang benar sekalipun tidak ada yang melihat. Persisnya disebut, “integrity is doing the right thing even when no one is watching”. Setidaknya pendapat Penulis Inggris ini sangat membantu dalam memahami bagaimana kita meletakkan integritas dalam cara hidup.

Persoalan integritas bukan soal hukum, bukan pula soal kapasitas keilmuan. Ia adalah nilai. Nilai yang menuntun setiap orang dalam berkata, bersikap, dan bertindak. Kesatuan antara kata, sikap dan tindak tanduk inilah yang disebut sebagai integritas. Sesuai dengan makna etimologisnya, dalam bahasa Latin disebut ‘integer’ – kesatuan yang utuh dan lengkap.

Persoalan integritas menjadi rumit tatkala ia telah salah tempat dalam persepsi sebagian orang. Integritas dianggap sebagai nilai lebih. Inilah yang menjadi sumber masalah. Pandangan yang menempatkan integritas sebagai nilai lebih. Integritas dianggap sebagai sebuah prestasi bagi seseorang yang memegang teguhnya. Kita harus berani jujur, ini tidak lepas dari krisis integritas yang melanda semua lini. Orang yang berintegritas ibarat oase di tengah padang pasir. Sesuatu yang amat dirindu dan dibutuhkan.

Perlukah kita memberikan pujian terhadap orang yang berintegritas? Dalam batas yang wajar, perlu. Karena itu bentuk penghargaan terhadap konsistensi dalam memegang teguh nilai dasar baik yang harus melekat dalam dirinya. Namun dalam hidup, nilai baik itu bukan prestasi, tapi keniscayaan agar kita dapat dianggap sebagai manusia seutuhnya. Ibaratnya integritas itu adalah conditio sine qua non yang harus ada dalam diri manusia agar ia dapat disebut sebagai manusia seutuhnya. Kita berintegritas bukan untuk mencapai nilai lebih, bukan karena tuntutan profesi, tapi kita berintegritas karena kita manusia. Manusia tanpa integritas, ibarat bumi tanpa air. Hanya sebatas hamparan yang gersang, yang tidak menyimpan potensi kehidupan.

Integritas berakar dari prinsip jujur dan apa adanya. Itulah mengapa cara paling mudah untuk melihat apakah seseorang berintegritas adalah melihat sisi kehidupannya dalam berbagai lini yang dijalaninya. Apakah sama sikap dan tindakannya di rumah, di kantor, di tengah komunitasnya? Jika sama ia berintegritas, jika tidak ia hipokrit. Integritas bukan hanya di jam kerja kantor. Ia juga sampai kepada cara berperilaku dirumah, cara berperilaku di tengah komunitas yang dijalani. Dalam konteks penegakan hukum, hakim misalnya. Integritas bukan hanya sekedar di ruang sidang, bukan hanya di lingkungan kantor. Ia juga sampai kepada kehidupan pribadi. Seseorang tidak boleh menjadi dua orang yang berbeda dalam lingkungan yang berbeda. Ia harus tetap satu. Inilah sesungguhnya makna “integer”.

Diskursus terkait integritas ini semakin penting apalagi ia dilekatkan dengan tuntutan profesi, khususnya profesi hakim sebagai penegak hukum yang diberikan kewenangan untuk memutus sengketa. Ini bukan hanya persoalan masalah antar manusia, tapi ada dimensi pertanggung jawaban yang melekat. Bukan hanya tanggung jawab profesi tetapi juga tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Benar. Pada titik inilah, hakim sebagai manusia yang diberi tanggung jawab itu harus meletakkan integritas sebagai fondasi. Itulah mengapa “The Bangalore Principles of Judicial Conduct 2002” yang menjadi rujukan penyusunan kode etik dan pedoman perilaku hakim diseluruh dunia menempatkan prinsip integritas sebagai salah satu kode etik hakim.

Baca Juga  Membaca Alur Perkara di High Court India: Dari Meja Registry hingga Putusan

Integritas bagi seorang hakim ibarat akar dalam sebuah pohon. Jika akar integritas itu kuat maka akan menghasilkan pohon yang kokoh. Dalam pohon, kedudukan akar tidak dapat ditawar. Ia harus kuat. Bila tidak, gampanglah pohon itu tumbang, hanya sekedar dengan tiupan angin yang sepoi.

Pertanyaan sederhana dan penting untuk dijawab adalah apakah integritas itu bawaan lahir yang sudah tertanam dalam diri manusia? Jawabannya tidak. Ia merupakan hasil bentukan lingkungan, pendidikan, dan proses belajar sepanjang hidup. Itulah sebabnya orang yang berintegritas jika ditempatkan di lingkungan yang buruk maka ia memiliki kecenderungan untuk terpengaruh menjadi buruk. Philip G. Zimbardo pada tahun 1971 sudah membuktikan bahwa orang baik bisa berubah jadi jahat. Melalui buku The Lucifer Effect: Understanding How Good People Turn Evil, ia menjelaskan sistem yang buruk menghasilkan situasi yang buruk, dan situasi yang buruk dapat mengubah orang baik menjadi jahat. Inilah The Lucifer Effect.

Ujian integritas adalah ujian seumur hidup. Ujian yang tidak akan pernah selesai. Waktu akan menjadi jawaban atas kualitas integritas seseorang. Tidak ada yang bisa melakukan self-claim bahwa ia berintegritas. Sepanjang kewenangan masih melekat maka sepanjang itu pula ujian integritas akan terus berlangsung. Disinilah pentingnya ikhtiar untuk menguatkannya. Setidaknya dapat didekati dengan dua cara yakni penguatan komitmen individu maupun membangun secara kolektif melalui sistem.

Dalam konteks profesi hakim, terlebih kepada hakim muda yang baru memasuki jalan pengabdian sebagai hakim, ikhtiar untuk penguatan komitmen individu terhadap prinsip integritas menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat ditawar.

Apa langkah konkritnya?

Pertama, menyadari bahwa kejatuhan moral selalu dimulai dari pelanggaran-pelanggaran kecil. Harus disadari pelanggaran terhadap prinsip integritas tidak terjadi langsung secara ekstrem. Tidak ada orang yang tiba-tiba jadi penjahat kelas kakap. Ini penting! Kejatuhan moral merupakan tindakan evolutif yang dimulai dari pelanggaran ringan. Ada benarnya ungkapan yang menyebut kalau kejatuhan moral tidak selalu lahir dari niat jahat. Ia acapkali lahir karena akumulasi dari tindakan permisif atas pelanggaran-pelanggaran ringan. Misalnya normalisasi terhadap pelanggaran disiplin. Semakin sering melakukan pelanggaran disiplin maka ia bisa mengubah persepsi. Secara psikologis tertanam dalam alam bawah sadar kalau pelanggaran itu adalah hal yang wajar atau biasa-biasa saja. Pada titik inilah perlu kompas moral. Integritas adalah kebutuhan pokok. Bagi hakim, seharusnya kehilangan prinsip integritas ibarat manusia yang kehilangan akses pangan. Ia akan mati perlahan. Inilah prinsip idealnya. Tidak boleh ditawar. Normalisasi terhadap pelanggaran sekecil apapun akan menjadi pintu masuk pelanggaran-pelanggaran besar. Tepatlah sabda Tuhan dalam Injil yang mengingatkan kita bahwa “Barangsiapa setia dalam hal-hal kecil, ia setia juga dalam hal-hal besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam hal-hal kecil, ia tidak benar juga dalam hal-hal besar… (Lukas 16:10). Dengan menyadari bahwa pelanggaran kecil adalah gerbang masuk kejatuhan moral akan membentengi kita dalam bertindak bahwa tidak boleh permisif terhadap pelanggaran integritas sekecil apapun. Bajalan luruih, Bakato bana.

Kedua, marilah menyadari bahwa pilihan profesi hakim adalah jalan pengabdian. Frasa “jalan pengabdian” bukan sekedar omong kosong atau kepura-puraan. Bisa dibayangkan bagaimana pencari keadilan menggantungkan nasib sengketanya kepada “Wakil Tuhan”. Begitu sentralnya peran hakim sebagai “last resort” penegakan hukum, menempatkan hakim bukan hanya sekedar penegak hukum, tapi ia adalah gerbang terakhir untuk memberikan keadilan. Hakim adalah jalan pengabdian. Bukan sekedar profesi, apalagi sarana untuk menumpuk kekayaan. Tugasnya untuk mewujudkan keadilan dalam bingkai kejujuran. Tugasnya berat dan tanggung jawabnya besar. Nasib orang lain digantungkan pada ketokan palunya. Maka, berusahalah supaya keadilan mengalir seperti air, dan kejujuran seperti sungai yang tak pernah kering (Amos 5:24).

Baca Juga  Dari Kampus Menuju Dunia Profesi, Pustrajak MA dan Fakultas Hukum UKI Jakarta Perkuat Sinergi

Ketiga, hidup ini hanyalah sementara. Kesempatan untuk mengabdi sebagai hakim adalah amanah suci yang harus dijaga. Pertanggung jawabannya bukan sekedar pertanggung jawaban duniawi namun ada dimensi pertanggung jawaban transendental. Dalam hal ini, membentengi diri dengan penguatan akan ajaran agama menemukan titik relevansinya. Idealisme yang ada dalam diri harus dirawat dan dijaga.  Marcus Aurelius, dalam bukunya Meditations berulang kali mengingatkan pentingnya hidup selaras dengan kebajikan, termasuk kejujuran dan kebenaran.

Selain penguatan integritas melalui komitmen individu, penting pula untuk membangun penguatan integritas melalui cara-cara kolektif melalui pengembangan sistem. Tantangan integritas dalam konteks kekuasaan sedikit banyaknya bersinggungan dengan sikap koruptif. Korupsi dalam arti luas. Korupsi finansial, korupsi waktu, atau korupsi kebijakan misalnya. Pendekatan untuk meminimalisir tindakan koruptif harus diawali dengan menemukan sumber masalahnya. Prof. Robert Klitgaard menemukan sebuah formula bahwa umumnya akar dari korupsi akan selalu dimulai dari adanya kesempatan memonopoli ditambah dengan adanya diskresi dan di saat yang bersamaan kurangnya akuntabilitas.

C = M + D – A

C = corruption, M = Monopoly, D = Discretion, A = Accountability

Dengan formula yang sama, maka dapat ditemukan pula persamaan bahwa:

– C = – M – D + A

Artinya, penurunan korupsi akan berbanding lurus jika berkurangnya kesempatan memonopoli dan kurangnya kesempatan untuk mengeluarkan diskresi dan diikuti dengan tingginya kewajiban untuk mempertanggung jawabkan (akuntabilitas) setiap langkah ataupun keputusan yang akan diambil.

Tawaran formula dari Prof. Robert Klitgaard setidaknya bisa menjadi langkah sederhana untuk memitigasi terjadinya korupsi. Untuk menurunkan tindakan-tindakan koruptif, harus selalu dibangun dengan sistem yang meminimalisir kesempatan monopoli, diskresi dan yang terpenting menguatkan sistem akuntabilitas. Pada poin inilah, membangun penguatan integritas berbasis sistem menemukan relevansinya. Pembangunan Zona Integritas yang sudah dicanangkan semestinya harus sudah mampu menyentuh aspek substansi bukan hanya sekedar berorientasi kepada kepatuhan administratif terlebih label predikat semata. Disamping itu, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sudah saatnya merupakan kewajiban bagi seluruh satuan kerja badan peradilan, bukan hanya satuan kerja tertentu yang ditunjuk. Penerapan SMAP bukan lagi prestasi atau predikat, tetapi kewajiban standar bagi seluruh satuan kerja badan peradilan. Sekali lagi, orientasi SMAP bukan sekedar predikat dan kepatuhan dokumen administratif tetapi perubahan pola pikir dan budaya kerja. Dengan SMAP, internalisasi nilai-nilai anti penyuapan akan mendapatkan tempat dan akan menjadi pola pikir dan budaya kerja.

Sekali lagi, integritas dalam lingkungan badan peradilan bukan hanya sekedar penting, tetapi kewajiban. Ibarat kebutuhan hidup manusia dalam hidup manusia, ia bukan kebutuhan sekunder apalagi kebutuhan tersier. Ia adalah kebutuhan primer. Jika ia tidak ada maka manusia itu tidak akan bisa hidup. Lembaga peradilan tanpa integritas tak ubahnya hanya sekedar rumah dengan fondasi yang tak kokoh. Sekali ia diterpa angin, ia roboh tak kuasa tegak.

Melakukan hal-hal benar sekalipun tidak ada yang melihat! Itulah langkah konkret mengejewantahkan makhluk yang bernama Integritas. Sekali lagi – melakukan hal benar sekalipun tidak ada yang melihat.

Febry Indra Gunawan Sitorus
Kontributor
Febry Indra Gunawan Sitorus
Hakim PTUN Tanjung Pinang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel integritas
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ancaman Deepfake Dalam Persidangan, Alat Bukti Elektronik dan Perspektif Pembuktian di Lingkungan Peradilan Agama

October 24, 2026

Problematika Pemberian Izin dan Persetujuan Pemblokiran Berdasarkan KUHAP 2025

October 23, 2026

Ancaman Pidana Mati yang Kehilangan Dasar: Menelusuri Eksistensi Pasal 2 ayat (2) Undang Undang Tipikor  Pasca Berlakunya KUHP Nasional

October 23, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026
Don't Miss

Ancaman Deepfake Dalam Persidangan, Alat Bukti Elektronik dan Perspektif Pembuktian di Lingkungan Peradilan Agama

By Muhamad Deni SaputraOctober 24, 20260

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan baru dalam dunia peradilan. Salah satunya adalah…

Sewindu PA Soreang, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Bersama Pemkab Bandung

October 24, 2026

Problematika Pemberian Izin dan Persetujuan Pemblokiran Berdasarkan KUHAP 2025

October 23, 2026

PTA Kepri Sukses Gelar FKP Tahun 2026, Monev Implementasi SEMA 1/2023

October 23, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ancaman Deepfake Dalam Persidangan, Alat Bukti Elektronik dan Perspektif Pembuktian di Lingkungan Peradilan Agama
  • Sewindu PA Soreang, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Bersama Pemkab Bandung
  • Problematika Pemberian Izin dan Persetujuan Pemblokiran Berdasarkan KUHAP 2025
  • PTA Kepri Sukses Gelar FKP Tahun 2026, Monev Implementasi SEMA 1/2023
  • Ancaman Pidana Mati yang Kehilangan Dasar: Menelusuri Eksistensi Pasal 2 ayat (2) Undang Undang Tipikor  Pasca Berlakunya KUHP Nasional

Recent Comments

  1. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  2. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  3. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  4. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  5. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Rocky Gerung
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.