Author: Khoiruddin Hasibuan

Avatar photo

Hakim Pengadilan Agama Soreang

Bahaya inkompetensi Inkompetensi sering hadir sebagai kesunyian, yang tidak dianggap ancaman. Ia tidak mendobrak pintu seperti kejahatan, tidak meninggalkan jejak darah, dan tidak menimbulkan rasa takut seperti kriminalitas. Namun dalam kajian risiko, manajemen bencana, dan teori organisasi, para ahli sepakat bahwa kegagalan terbesar, justru lahir dari kesalahan manusia dan disfungsi organisasi yang tampak sepele. Misalnya, sebuah memo yang terlambat diterima, sebuah prosedur yang tidak dipahami anggota organisasi, sebuah keputusan yang dibuat tanpa data, atau sebuah struktur yang tidak siap saat diuji oleh keadaan. Di Indonesia, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sumatera, kenyataan akademik itu terasa amat dekat. Bila kita…

Read More

Seremonial Penyusunan RKAKL Penyusunan anggaran di lingkungan peradilan, sepertinya sering kali dianggap sebagai rutinitas administratif, yang harus diselesaikan sebelum batas waktu. Tahun demi tahun, banyak satuan kerja menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL), seperti mengulang formula lama. Misalnya, menyalin kegiatan tahun-tahun yang lalu, menambah beberapa program baru, lalu menyesuaikan angka-angkanya, agar terlihat wajar. Padahal, saat ini, Mahkamah Agung (MA) sedang mendorong satuan kerja di bawahnya, untuk bertransformasi secara besar-besaran menuju peradilan modern. Jika perencanaan dianggap sebagai formalitas, maka pembaruan peradilan hanya menjadi slogan, yang tidak pernah berpijak pada realitas anggaran dan kebutuhan institusional. MA memasuki periode strategis baru dengan…

Read More

Dalam setiap masyarakat yang beradab, hukum tidak pernah hadir sebagai benda mati. Ia tumbuh, berubah, bergulat dengan realitas sosial, dan terus-menerus ditanya: untuk siapa ia diciptakan? Apakah hukum harus lebih tunduk pada teks atau pada rasa keadilan? Apakah ia harus mengikuti prosedur secara mekanis atau menimbang nurani yang hidup? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang melahirkan dua kutub besar dalam pemikiran hukum: kepastian dan moralitas. Keduanya ibarat dua kutub magnet yang tak pernah benar-benar dapat disatukan, tetapi juga tak mungkin dipisahkan. Tanpa kepastian, hukum kehilangan kestabilannya. Tanpa moralitas, hukum kehilangan maknanya. Ketegangan inilah yang menjadi poros utama perdebatan filsafat hukum selama ribuan…

Read More

Di tengah derasnya arus kehidupan modern, manusia sering merasa seperti perahu kecil yang dipaksa menavigasi lautan luas tanpa kompas yang jelas. Informasi datang tanpa henti, tekanan sosial meningkat setiap hari, dan tuntutan hidup merayap masuk bahkan hingga ruang-ruang paling privat dari kesadaran kita. Banyak orang hidup dalam keadaan lelah meskipun tampak penuh energi, sibuk meskipun tak banyak yang betul-betul dikerjakan, dan tenggelam dalam pusaran emosi meskipun pikiran mereka bekerja keras mencari jalan keluar. Dalam suasana semacam itu, gagasan tentang transformasi kesadaran tidak lagi menjadi wacana spiritual yang jauh dari keseharian, melainkan kebutuhan mendesak bagi siapa pun yang ingin hidup dengan…

Read More